Wakil Ketua PCINU AS-Kanada: Kemenangan Sejati Bukan Hanya Ketika Ramadhan Selesai
Senin, 23 Maret 2026 | 12:00 WIB
Imam Masjid Al Falah Philadelphia sekaligus Wakil Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Amerika Serikat-Kanada (AS-K), Mochammad Fahmi Arrasyid dalam khutbah shalat Idul Fitri 1447 H di lapangan Southwark School, Philadelphia pada Jumat (20/3/2026). (Foto: Syarif Syaifullah)
Philadelphia, NU Online
Kemenangan sejati bukan hanya ketika Ramadhan selesai, tetapi ketika kita mampu menjaga ruh Ramadhan dalam kehidupan setelahnya. Hal itu disampaikan Wakil Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Amerika Serikat-Kanada (AS-K), Mochammad Fahmi Arrasyid dalam khutbah shalat Idul Fitri 1447 H di lapangan Southwark School, Philadelphia pada Jumat (20/3/2026).
Shalat Idul Fitri yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Amerika Serikat-Kanada (PCINU AS-K) tersebut berlangsung khidmat dan lancar. Meski digelar dalam suasana musim dingin dengan suhu sekitar 3,8 derajat Celcius, antusiasme jamaah tetap tinggi. Jamaah yang hadir tidak hanya berasal dari Indonesia, tetapi juga dari warga setempat dan berbagai negara, seperti Aljazair, Mesir, Arab, hingga Afrika.
Dalam khutbahnya, Fahmi mengingatkan bahwa nilai-nilai Ramadhan tidak boleh berhenti seiring berakhirnya bulan suci. Ia menekankan pentingnya menjaga ketakwaan dalam setiap aspek kehidupan, sebagaimana perintah Allah dalam Surah Ali Imran ayat 102.
“Yâ ayyuhalladzîna âmanuttaqullâha ḫaqqa tuqâtihî wa lâ tamûtunna illâ wa antum muslimûn. Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim. Jelas sekali ayat ini mengingatkan kita bahwa takwa bukan hanya milik Ramadhan tetapi harus terus hidup sepanjang waktu termasuk di negeri orang ini di tempat kita bekerja dan berjuang,” ujarnya dalam keterangan yang diterima NU Online pada Ahad (22/3/2026).
Imam Masjid Al Falah Philadelphia itu mengingatkan dengan pesan Rasulullah orang yang cerdas adalah yang mampu mengendalikan dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah mati. Jadi pesan ini mengingatkan untuk saudara-saudara kita yang ada di perantauan.
Baca Juga
Rais ‘Aam PBNU Tegaskan Makna Idul Fitri
“Mungkin kita jauh dari keluarga, jauh dari suasana kampung halaman. Namun jangan sampai kita juga jauh dari Allah swt,” katanya.
“Justru di sinilah ujian kita. Apakah kita shalat berjamaah? Apakah kita tetap jujur dalam pekerjaan? Tetap menjaga akhlak? Dan apakah kita tetap menjadi pribadi yang membawa kebaikan? Karena khutbah kemarin, Menekankan bahwa idul fitri adalah kembali kepada fitrah,” lanjutnya.
Ia menyampaikan bahwa PCINU Amerika Serikat-Kanada selama ini aktif menyelenggarakan berbagai rangkaian kegiatan keagamaan, mulai dari Tarhib Ramadhan untuk mempererat ukhuwah hingga tausiyah yang dilakukan secara online maupun offline.
“Alhamdulillah peran PCINU Amerika Serikat dan Kanada dalam menyelenggarakan kegiatan ini sekali lagi menjaga kebersamaan warga Indonesia. Alhamdulillah juga pada saat kegiatan lebaran ini cukup meriah dan cukup lancar dan Insyaallah ke depannya akan semakin baik lagi,” ungkap Fahmi.
Sementara itu, menurut Syarif Syaifullah Wakil Rais Syuriyah PCINU AS-Kanada, pelaksanaan shalat yang diadakan oleh Masjid Al-Falah Philadelphia juga berkat kerja sama dengan Kepala Sekolah Southwark dan dukungan dari segala pihak: Jamaah Alfalah, Southwark School Administrators (kepsek/wakil), School District Philadelphia (yang menugaskan School Building Engineer dan School Police Officers), dan juga Support dari Muslim Engagement Commission of Mayor’s Office yang mengirim Polisi untuk menjaga keamanan.
“Dinamika atau tantangan terbesar selama ini tidak ada yang bersifat dipersulit oleh Pemda (Pemerintah Daerah), baik izin kegiatan keagamaan jika melalui prosedur, tetap akan berjalan sesuai rencana. Semua kegiatan selalu ada kerja sama dengan pihak-pihak terkait,” kata Syarif.
Syarif menceritakan suasana Lebaran di rantau memang beda dengan di Indonesia, di mana kalau di Philadelphia hanya acara shalat Idul Fitri, setelah itu ada ceramah oleh Ustadz Mochammad Fahmi Arrasyd yang juga saat ini menjadi Wakil Ketua Tanfidziyah PCINU AS-Kanada.
“Setelah selesai biasanya acara silaturahmi di lokasi itu juga sambil mencicipi hidangan snack yang di sediakan oleh panitia. Acara shalat Idul Fitri sendiri juga menjadikan silaturahmi sesama jamaah yang kadang kita jarang bisa ketemuan,” tutupnya.