Nasional

Basarnas Lanjutkan Operasi SAR KM Virgo Transport 8; 55 Korban Masih Dicari

Ahad, 4 Oktober 2026 | 10:00 WIB

Basarnas Lanjutkan Operasi SAR KM Virgo Transport 8; 55 Korban Masih Dicari

Kapal Virgo Transport 8 rute Surabaya-Banjarmasin yang hilang kontak di perairan Laut Jawa, Minggu (13/9/2026). (Istimewa)

Jakarta, NU Online

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memutuskan melanjutkan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) kecelakaan KM Virgo Transport 8 meski telah memasuki hari ke-21, Sabtu (3/10/2026). Sebanyak 55 korban yang masih hilang akan terus dicari dan dievakuasi.

 

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mohammad Syafii mengatakan operasi SAR tidak ditutup, tetapi pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi lapangan dan dialihkan ke tiga wilayah kerja Kantor SAR, yakni Banjarmasin, Kalimantan Selatan; Palangka Raya, Kalimantan Tengah; dan Pontianak, Kalimantan Barat.

 

“Pelaksanaan operasi SAR KM Virgo Transport 8 tetap dilaksanakan. Operasi SAR tidak dihentikan, tidak ditutup, karena kita masih meyakini bahwa mudah-mudahan di dalam kapal ini masih ada korban-korban yang bisa nanti kita evakuasi. Dan kita serahkan kepada keluarga dalam kondisi terhormat,” kata Syafii dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR hari ke-21 kecelakaan KM Virgo Transport 8 yang digelar secara daring, Sabtu (3/10/2026) malam.

 

Ia mengatakan pemerintah tetap memberikan perhatian khusus terhadap 55 korban yang belum ditemukan. Upaya pencarian akan difokuskan pada evaluasi lokasi, kemungkinan jalur hanyut, area permukaan laut, hingga wilayah pesisir yang berpotensi menjadi tempat ditemukannya korban.

 

“Karena itu yang menjadi perhatian khusus pemerintah untuk bisa melakukan semaksimal mungkin operasi terhadap korban kapal Virgo yang belum ditemukan,” ujarnya.

 

Syafii menjelaskan bahwa penyesuaian operasi setelah 21 hari pencarian bukan berarti posko utama di Banjarmasin ditutup. Posko tersebut tetap menjadi pusat koordinasi dengan melibatkan unsur gabungan, termasuk kesyahbandaran, TNI, Polri, dan pihak operator kapal.

 

“Yang berubah adalah penyesuaian terkait dengan mungkin jumlah personel, tapi unsur-unsurnya saya rasa tidak akan mengalami perubahan,” katanya.

 

Ia mengungkapkan bahwa operasi kini memasuki tahap yang semakin kompleks karena wilayah pencarian semakin luas dan metode penyisiran harus disesuaikan dengan kondisi lapangan. Lokasi awal kecelakaan berada di koordinat 4 derajat 31 menit Lintang Selatan dan 114 derajat 2 menit Bujur Timur, sekitar 81 mil laut dari Pelabuhan Trisakti.

 

“Perkembangan saat ini menunjukkan bahwa operasi telah memasuki tahap yang semakin kompleks karena area pencarian semakin luas dan metode pencarian harus disesuaikan dengan kondisi di lapangan,” kata Syafii.

 

Hingga Sabtu (3/10/2026) pukul 21.00 WIB, sebanyak 188 orang dari total 243 orang dalam manifes telah ditemukan. Rinciannya, 108 orang selamat dan 80 orang meninggal dunia. Sementara itu, 55 orang lainnya masih dalam pencarian.