Assalamu โalaikum ustadz. Pengasuh rubrik Bahtsul Masail NU Online yang baik, saya ingin bertanya soal ketetapan waktu ibadah puasa di siang hari. Adakah penjelasan agama Islam perihal ketetapan ini. Kenapa puasa tidak di malam hari? Mohon penjelasannya. Terima kasih. Assalamu โalaikum. wr. wb. (Muhammad Arif/Riau)
Jawaban
Assalamu โalaikum wr. wb.
Penanya yang budiman, semoga Allah SWT menurunkan rahmat-Nya kepada kita semua. Ketetapan waktu puasa disinggung Al-Quran dalam Surat Al-Baqarah ayat 187. Ayat ini menyebutkan batasan waktu puasa sejak fajar hingga terbenam matahari. Sementara pada malam puasa orang diperbolehkan makan, minum, dan juga berhubungan suami-istri.
Artinya, โKamu dibolehkan bergaul dengan istrimu pada malam puasa. Mereka adalah pakaianmu sebagaimana kamu adalah pakaian mereka...,โ (Al-Baqarah ayat 187).
Adapun soal puasa disyariatkan di siang hari didasarkan pada lazimnya aktivitas dan keterjagaan manusia di siang hari. Di tengah aktivitas dan keterjagaan ini ibadah puasa diperintahkan. Ibadah puasa akan lebih bermakna dan menawarkan banyak tantangan dibandingkan mereka yang menghabiskan waktu puasanya dalam keadaan tertidur.
Artinya, โKalau amal yang utama dihitung berdasarkan tingkat kesulitannya dalam diri, maka dari itu puasa disyariatkan pada siang hari. Sebuah hadits menyebutkan, โIbadah paling utama adalah yang paling berat,โ maksudnya paling kuat mengandung masyaqqahnya. Allah tidak memerintahkan ibadah puasa di malam hari karena malam adalah waktu tenang dan bercengkerama manusia di rumah, dan waktu istirahat mereka di mana anggota tubuhnya melepas lelah. Dari sini kemudian puasa tidak disyariatkan di malam hari karena ketiadaan tingkat kesulitan yang dimaksud oleh Allah sebagai pengantar bagi hamba-Nya meraih ganjaran yang besar,โ (Lihat Muhammad Ibrahim Al-Hafnawi, Fatawa Syar'iyyah Muโashirah, Kairo, Darul Hadits, cetakan ketiga, 2012 M/ 1433 H, halaman 268).
Keterangan hadits ini setidaknya membantu kita dalam menjawab pertanyaan mengapa ibadah puasa disyariatkan di siang hari. Untuk hendaknya kita perlu waspada atas pelbagai godaan dan rintangan yang dapat mengurangi nilai puasa kita. Baiknya kita juga mengurangi waktu tidur di siang hari, terutama bagi mereka yang beraktivitas harian di siang hari.
Demikian yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka dalam menerima saran dan kritik dari para pembaca.
Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,
Wassalamu โalaikum wr. wb.
(Alhafiz Kurniawan)
Terpopuler
1
Gus Yahya Sampaikan Pesan KH Nurul Huda Djazuli agar Muktamar Ke-35 NU Digelar di Pesantren Lirboyo
2
Meski Sudah Gabung BoP, Pasukan Perdamaian TNI Tewas Ditembak Israel di Lebanon
3
Halal Bihalal: Tradisi Otentik Nusantara Sejak Era Wali Songo
4
Gus Dur, Iran, dan Anti-Impersialisme
5
Penyelenggaraan Haji 2026 Sesuai Jadwal, Jamaah Mulai Berangkat 22 April
6
Konsep Iman Menurut Khawarij dan Implikasinya terhadap Eksklusivisme Teologis
Terkini
Lihat Semua