Rasulullah bersabda, siapa pun yang melihat orang yang terkena bala, hendaknya mengucapkan:
Alhamdulillâhilladzi ‘âfânii mimmâ ibtalâka bihi wa faddhalanî ‘alâ katsîrin mimman khalaqa tafdhîlân lam yushibhu dzâlikal balâ’
Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkanku dari apa yang menimpamu dan memberikan keutamaan kepadaku atas kebanyakan makhluk, (jika karunia itu juga diterima) niscaya bala tidak menimpa." (HR At-Tirmidzi)
Imam Nawawi dalam al-Adkâr mengatakan, para ulama menyarankan, doa ini dibaca secara pelan-pelan (sirr) agar tak menyinggung perasaan orang yang terkena musibah. Kecuali bila yang terkena musibah adalah ahli maksiat, maka boleh agak keras dengan syarat tak menimbulkan mudarat. Jika dinilai malah merugikan, maka membacanya secara pelan-pelan adalah pilihan terbaik sebagai tata krama.
Doa juga bisa dan penting dibaca oleh para relawan korban bencana alam, tenaga medis penyakit-penyakit parah, penolong korban kecelakaan, atau sejenisnya. Wallahu a’lam. (Mahbib)
Terpopuler
1
Dijual Setan Muktamar
2
LPJ PBNU 2021–2026 Diterima Aklamasi, Gus Yahya Sampaikan Terima Kasih dan Minta Maaf
3
Khutbah Jumat: Mengambil Teladan dari Model Kepemimpinan Nabi
4
Khutbah Jumat: Ketika Manusia Merusak Alam, Saatnya Meneladani Rasulullah Saw
5
Gus Yusuf Maju sebagai Caketum PBNU, Klaim Tak Langgar AD-ART NU
6
Khutbah Jumat: Peringatan Allah bagi Mereka yang Merusak Alam
Terkini
Lihat Semua