Doa

Dua Doa untuk Orang yang Sedang Berharap THR segera Datang

NU Online  ·  Selasa, 17 Maret 2026 | 13:00 WIB

Dua Doa untuk Orang yang Sedang Berharap THR segera Datang

Ilustrasi pemotongan hak pekerja. Sumber: NU Online.

Menjelang datangnya Hari Raya Idul Fitri, ada banyak hal yang biasanya dinantikan oleh banyak orang. Sebagian dari mereka menunggu momen berkumpul bersama keluarga di kampung halaman, dan sebagian yang lain sibuk mempersiapkan berbagai kebutuhan untuk menyambut hari lebaran, serta ada juga yang sering dinantikan ketika Ramadhan mulai memasuki hari-hari terakhir, yaitu datangnya Tunjangan Hari Raya atau yang lebih akrab disebut dengan THR.


Karena bagi sebagian orang, THR tidak hanya tambahan penghasilan, tetapi juga menjadi penopang untuk memenuhi berbagai kebutuhan menjelang lebaran, mulai dari membeli pakaian baru, menyiapkan hidangan hari raya, hingga berbagi kebutuhan lainnya dengan keluarga dan kerabat.


Sebab itulah, tidak sedikit orang yang diam-diam berharap agar THR segera cair atau segera diberikan. Nah, berkaitan dengan hal ini, ada beberapa doa yang dapat dibaca oleh seseorang yang sedang berharap agar THR segera datang, rezekinya dimudahkan, dilapangkan, dan disegerakan. Berikut ini adalah beberapa teks doa, transliterasi, dan arti, yang dapat dibaca:


Pertama, Membaca Doa Nabi Isa

Salah satu doa yang dapat dibaca oleh seseorang yang berharap agar THR segera datang adalah doa yang pernah dipanjatkan oleh Nabi Isa kepada Allah. Doa ini terdapat dalam Al-Qur’an surat Al-Ma’idah, ketika Nabi Isa memohon kepada Allah agar diturunkan hidangan dari langit sebagai bentuk karunia dan rezeki bagi kaumnya. Berikut teks doanya:


اللَّهُمَّ رَبَّنَا أَنزِلْ عَلَيْنَا مَآئِدَةً مِّنَ السَّمَاء تَكُونُ لَنَا عِيداً لِّأَوَّلِنَا وَآخِرِنَا وَآيَةً مِّنكَ وَارْزُقْنَا وَأَنتَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ


Allâhumma rabbanâ anzil ‘alainâ mâ'idatam minas-samâ'i takûnu lanâ ‘îdal li'awwalinâ wa âkhirinâ wa âyatam mingka warzuqnâ wa anta khairur-râziqîn.


Artinya, “Ya Allah Tuhan kami, turunkanlah kepada kami hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang-orang yang sekarang bersama kami maupun yang datang setelah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan-Mu. Berilah kami rezeki. Engkaulah sebaik-baik pemberi rezeki.” (QS. Al-Ma’idah: 114).


Doa yang dipanjatkan oleh Nabi Isa ini pun dikabulkan oleh Allah swt. Allah menurunkan hidangan dari langit sebagai wujud nyata kekuasaan-Nya dan menjadi jawaban atas permohonan kaumnya saat itu.


Kedua, Membaca Doa Dhuha

Selain doa Nabi Isa di atas, doa lain yang juga dapat dibaca ketika sedang menunggu datangnya THR adalah doa setelah melaksanakan shalat Dhuha. Doa ini dikenal luas di kalangan umat Islam sebagai doa untuk memohon kelapangan rezeki kepada Allah, agar dimudahkan dalam urusan penghidupan dan diberi karunia dari arah yang tidak disangka-sangka.


Oleh karena itu, bagi seseorang yang sedang berharap agar rezekinya segera datang, termasuk menunggu THR, doa ini dapat dibaca sebagai bentuk ikhtiar sembari tetap bertawakal kepada Allah. Berikut teks doanya:


اللَّهُمَّ إنَّ الضُّحَاءَ ضَحَاؤُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاؤُك وَالْجَمَالُ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةُ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةُ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةُ عِصْمَتُكَ. اللَّهُمَّ إنْ كَانَ رِزْقِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ وَإِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَإِنْ كَانَ مُعْسِرًا (مُعَسَّرًا) فَيَسِّرْهُ وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَإِنْ كَانَ بَعِيدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضَحَائِكَ وَبِهَائِك وَجَمَالِك وَقُوَّتِك وَقُدْرَتِك آتِنِي مَا آتَيْت عِبَادَك الصَّالِحِينَ


Allāhumma innad dhuhā’a dhuhā’uka, wal bahā’a bahā’uka, wal jamāla jamāluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrata qudratuka, wal ishmata ishmatuka. Allāhuma in kāna rizqī fis samā’i fa anzilhu, wa inkāna fil ardhi fa akhrijhu, wa inkāna mu’siran (mu’assaran) fa yassirhu, wa in kāna harāman fa thahhirhu, wa inkāna ba’īdan fa qarribhu, bi haqqi duhā’ika wa bahā’ika wa jamālika wa quwwatika wa qudratika, ātinī mā atayta ‘ibādakas shālihīn.


Artinya, “Wahai Tuhanku, sungguh dhuha ini adalah dhuha-Mu, keagungan ini adalah keagungan-Mu, keindahan ini adalah keindahan-Mu, kekuatan ini adalah kekuatan-Mu, dan penjagaan ini adalah penjagaan-Mu.

 
Wahai Tuhanku, jika rezekiku berada di atas langit, maka turunkanlah. Jika berada di dalam bumi, maka keluarkanlah. Jika sukar atau dipersulit (kudapat), mudahkanlah. Jika (tercampur tanpa sengaja dengan yang) haram, sucikanlah. Jika jauh, dekatkanlah dengan hak dhuha, keelokan, keindahan, kekuatan, dan kekuasaan-Mu, datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada para hamba-Mu yang saleh.” (Syekh Sulaiman al-Jamal, Hasyiyatul Jamal, [Beirut: Darul Fikr, t.t], jilid I, halaman 485).


Namun, perlu diketahui, untuk mengamalkan doa Dhuha ini, alangkah lebih baik jika diawali terlebih dahulu dengan melaksanakan shalat sunnah Dhuha. Shalat ini dikerjakan minimal dua rakaat, dan akan lebih utama jika dikerjakan empat rakaat atau lebih hingga delapan rakaat.


Selanjutnya, waktunya dimulai pada pagi hari setelah matahari terbit dan naik kira-kira setinggi satu tombak hingga menjelang waktu Dzuhur. Kemudian setelah menunaikan shalat dhuha, barulah seseorang membaca doa tersebut sebagai bentuk permohonan kepada Allah agar dimudahkan dalam urusan rezeki dan diberikan kelapangan dalam memenuhi berbagai kebutuhan hidupnya.


Selain itu, perlu diingat, bahwa selain mengoptimalkan ikhtiar batin melalui doa, penting pula bagi para pekerja untuk melakukan upaya lahiriah dalam memperjuangkan hak THR. Salah satu upaya yang dapat ditempuh adalah dengan mendorong komunikasi tripartit dan dialog industrial.


Bagi pekerja yang telah tergabung dalam serikat buruh atau sarekat pekerja, wadah ini dapat menjadi sarana efektif untuk menyuarakan hak-hak pekerja secara kolektif. Dengan dialog yang konstruktif dan mengedepankan mekanisme yang sah, hak-hak pekerja, termasuk THR, dapat diperjuangkan.


Demikianlah dua doa yang dapat kita baca dan amalkan ketika sedang berharap agar THR segera datang, rezeki dimudahkan, serta urusan kehidupan dilapangkan oleh Allah SWT. Baik doa Nabi Isa maupun doa Dhuha, keduanya merupakan ikhtiar batin yang sangat baik untuk diamalkan. Wallahu a'lam.

 

Ustadz Sunnatullah, pengajar di Pondok Pesantren Al-Hikmah Darussalam Durjan Kokop Bangkalan Jawa Timur.