Khutbah Jumat: Menjaga Lisan dari Komentar Negatif kepada Korban Bencana
Di saat bencana menimpa, tugas kita adalah empati dan membantu, bukan menghakimi. Jagalah lisan.
Kumpulan artikel kategori Keislaman
Di saat bencana menimpa, tugas kita adalah empati dan membantu, bukan menghakimi. Jagalah lisan.
Tobat adalah awal ketakwaan. Luruskan hati, lembutkan jiwa, dan jadikan setiap hari peluang kembali kepada Allah.
Saat mengevakuasi korban bencana tidak boleh meninggalkan shalat. Meski demikian, dibolehkan menundanya atau menjamak takhir.
Menceraikan istri yang merendahkan keluarga suami dibolehkan bila nasihat dan upaya perbaikan tidak membuahkan hasil.
Naskah khutbah ini mengajak umat berperan aktif dan saling menguatkan saat menghadapi bencana melalui bimbingan tokoh agama dan kepedulian masyarakat.
Khutbah Jumat ini mengingatkan jamaah untuk bersabar, mengambil hikmah, dan menata kehidupan kembali setelah bencana.
Menyalahgunakan donasi bencana dengan menyalurkannya kepada korban fiktif merupakan pelanggaran dalam hukum agama dan negara.
Nabi melarang penebangan zalim (illegal logging) dan mendorong menanam pohon.
Bagaimana cara memakamkan jenazah secara layak ketika tanah pemakaman terendam banjir dan penuh lumpur?
Di tengah bencana, etika bermedia sosial jadi ujian empati kita. Pastikan setiap unggahan benar, bermanfaat, dan menjaga martabat para korban.
Di lokasi bencana, korban tetap wajib salat dengan pakaian seadanya. Aurat cukup ditutup dengan apa pun yang menyamarkan kulit.
Islam mendorong umatnya menanam pohon kapan pun, bahkan di masa genting. Menanam adalah syukur, menjaga bumi, dan warisan bagi generasi mendatang.