Khutbah Jumat: 2 Nikmat Allah yang Sering dilupakan
NU Online · Kamis, 16 April 2026 | 14:00 WIB
Alwi Jamalulel Ubab
Kolumnis
Ibadah bukan hanya sabar saat menghadapi ujian dari Allah. Bersyukur saat mendapatkan kenikmatan dari-Nya juga merupakan bagian dari ibadah. Banyak dari kita yang tidak menyadari banyaknya kenikmatan yang Allah limpahkan setiap hari kepada para hamba-Nya.
Teks khutbah Jumat berikut berjudul "2 Nikmat Allah yang Sering Dilupakan." Untuk mencetak naskah khutbah Jumat ini, silakan klik ikon print berwarna merah di atas atau bawah artikel ini (pada tampilan desktop). Semoga bermanfaat.
Khutbah I
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي أَنْعَمَ عَلَيْنَا بِنِعَمٍ لَا تُعَدُّ وَلَا تُحْصَى. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً وَسَلَامًا مُتَلَازِمَيْنِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ أَمَّا بَعْدُ, فَيَاأَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ: وَاِنْ تَعُدُّوْا نِعْمَةَ اللّٰهِ لَا تُحْصُوْهَاۗ اِنَّ اللّٰهَ لَغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah
Puji dan syukur marilah kita panjatkan kepada Allah ta'ala yang telah memberikan kepada kita berbagai macam kenikmatan yang tak terhitung jumlahnya. Terutama nikmat iman dan Islam yang merupakan nikmat terbesar bagi kita selaku umat Islam.
Shalawat beserta salam tak lupa semoga selalu tercurah kepada Nabi kita, Nabi Muhammad SAW, juga kepada para keluarganya, sahabatnya, dan semoga melimpah kepada kita semua selaku umatnya. Aamiiin ya Rabbal ‘alamin.
Mengawali khutbah Jumat kali ini, khatib mengajak jamaah sekalian, sekaligus diri khatib pribadi agar selalu meningkatkan takwa kepada Allah Ta'ala dengan cara menjalankan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah
Ibadah bukan hanya tentang bersabar saat menghadapi ujian dari Allah. Bersyukur ketika menerima kenikmatan pun adalah bagian utuh dari ibadah kepada-Nya.
Sering kali, kita sebagai umat Islam luput menyadari bahwa setiap hari yang kita jalani dipenuhi oleh limpahan nikmat. Hal-hal yang terasa biasa, misalnya tubuh yang sehat untuk beraktivitas, atau sekadar udara segar yang kita hirup di pagi hari, pada hakikatnya merupakan karunia yang luar biasa.
Melalui Al-Qur’an, Allah ta'ala mengingatkan bahwa begitu banyak nikmat yang telah diberikan, hingga manusia tak akan pernah mampu menghitungnya satu per satu. Sebagaimana firman-Nya:
وَاِنْ تَعُدُّوْا نِعْمَةَ اللّٰهِ لَا تُحْصُوْهَاۗ اِنَّ اللّٰهَ لَغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Artinya: “Jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Qs. An-Nahl: 18).
Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah
Pada ayat tersebut, Allah menegaskan bahwa manusia tak akan pernah mampu menghitung seluruh nikmat yang telah Dia berikan. Dari sini, kita belajar bahwa rasa syukur kita pun sejatinya tak akan pernah benar-benar sempurna.
Coba kita lihat diri kita sendiri. Tubuh yang kita gunakan setiap hari. Ia tersusun dari begitu banyak organ dengan sistem yang rumit, namun semuanya bekerja selaras tanpa kita sadari. Jantung berdetak, paru-paru bernapas, mata melihat. Semuanya berjalan atas izin dan kuasa Allah ta'ala. Betapa besar dan tak terhingga nikmat yang terhimpun dalam satu tubuh manusia.
Dengan tubuh yang sehat, kita bisa menjalani aktivitas dengan ringan, merasa kuat, dan sering kali lupa bahwa semua itu adalah anugerah. Namun, ketika satu saja bagian tubuh mengalami gangguan, seketika rasa tenang itu berubah menjadi cemas. Kita pun rela melakukan apa saja, bahkan mengorbankan harta, demi kembali pada kondisi semula.
Di sinilah kita mulai menyadari bahwa nikmat yang selama ini dianggap biasa ternyata sangat berharga. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Fakhruddin Ar-Razi dalam Mafatihul Ghaib, juz 20 halaman 194:
وَمِمَّا يَدُلُّ قَطْعًا عَلَى أَنَّ عُقُولَ الْخَلْقِ قَاصِرَةٌ عَنْ مَعْرِفَةِ أَقْسَامِ نِعَمِ اللَّهِ تَعَالَى أَنَّ كُلَّ جُزْءٍ مِنْ أَجْزَاءِ الْبَدَنِ الْإِنْسَانِيِّ لَوْ ظَهَرَ فِيهِ أَدْنَى خَلَلٍ لَتَنَغَّصَ الْعَيْشُ عَلَى الْإِنْسَانِ، وَلَتَمَنَّى أَنْ يُنْفِقَ كُلَّ الدُّنْيَا حَتَّى يَزُولَ عَنْهُ ذَلِكَ الْخَلَلُ
Artinya: “Di antara argumentasi yang menunjukkan ketidakmampuan akal manusia untuk mengetahui bagian dari nikmat-nikmat Allah ialah bahwa jika salah satu organ dari organ tubuh manusia sakit, maka kehidupannya akan menjadi suram. Ia juga akan berandai bisa menghabiskan seluruh hartanya untuk menghilangkan penyakit tersebut.”
Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah
Dari uraian tersebut, seyogyanya bagi kita selaku umat Islam untuk menggunakan nikmat yang telah Allah berikan kepada kita untuk beribadah kepada-Nya. Menggunakannya untuk aktivitas yang bermanfaat.
Kita dapat mengingat-ingat bahwa Rasulullah SAW sejak 14 abad silam telah memberikan peringatan kepada kita bahwa banyak dari kita meremehkan dan tertipu oleh dua nikmat saat hidup di dunia. Kedua nikmat tersebut yaitu nikmat sehat dan nikmat memiliki waktu luang.
Rasulullah SAW bersabda:
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالفَرَاغُ
Artinya: “Dari Ibnu Abbas RA, berkata: Nabi Saw bersabda: dua nikmat yang banyak manusia tertipu karenanya, yaitu sehat dan waktu luang.” (HR Bukhari).
Hadits tersebut menjadi pengingat lembut sekaligus teguran halus dari Rasulullah SAW: jangan sampai kita terpedaya oleh kenikmatan dunia yang justru berasal dari Allah. Ada dua nikmat yang sering luput dari perhatian, kesehatan dan waktu luang. Keduanya begitu dekat, begitu akrab, hingga sering dianggap biasa, sampai suatu hari kita kehilangan mereka.
Padahal, di sanalah letak ujian kita. Apa yang kita lakukan saat tubuh masih kuat? Ke mana waktu kita mengalir ketika tidak ada kesibukan yang mendesak?
Sudah sepatutnya, sebagai umat Islam, kita mengisi nikmat tersebut dengan hal-hal yang bernilai. Belajar, membaca, berolahraga, atau aktivitas lain yang memberi manfaat bagi diri dan orang lain. Bukan justru tenggelam dalam kebiasaan yang menggerus waktu tanpa terasa, seperti terus-menerus menggulir layar atau scrolling, dari satu konten ke konten berikutnya di media sosial, hingga hari berlalu tanpa makna.
Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah
Melalui mimbar ini, khatib mengajak diri khatib sendiri dan jamaah sekalian untuk tidak meremehkan nikmat yang telah Allah anugerahkan. Nikmat itu bukan sekadar untuk dinikmati, tetapi untuk dipertanggungjawabkan, bagaimana ia kita gunakan di jalan yang diridhai-Nya.
Sebagaimana dalam hadits yang telah disebutkan, kesehatan dan waktu luang adalah ladang amal. Ketika kita mengisinya dengan aktivitas yang bermanfaat, maka di situlah kita sedang menanamkan rasa syukur atas nikmat-nikmat Allah. Tentu saja, syukur yang hidup bukan hanya terucap di lisan, tetapi juga terlihat dalam bagaimana kita menjalani kehidupan.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَيَا فَوْزَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَيَا نَجَاةَ التَّائِبِيْنَ
Khutbah II
إِنَّ الْحَمْدَ لِلهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
أَمَّا بَعْدُ. فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى اِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ. وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَتَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ.
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.
رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَر.ِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ
Alwi Jamalulel Ubab, Penulis Tinggal di Indramayu.
Terpopuler
1
Kader NasDem Demo, Redaksi Tempo Tegaskan Pemberitaan Sesuai Kode Etik
2
Khutbah Jumat: Menata Niat dalam Bekerja agar Bernilai Ibadah di Sisi Allah
3
PBNU Resmikan 27 SPPG di Pesantren Lirboyo
4
UI Investigasi Dugaan Pelecehan Seksual yang Libatkan 16 Mahasiswa Fakultas Hukum
5
Tanya Jawab Imam Asy’ari dan Kalangan Muktazilah soal Siksa Kubur
6
Perundingan AS-Iran Gagal, Ketum PBNU dan Paus Leo XIV Ajak Seluruh Umat Wujudkan Perdamaian
Terkini
Lihat Semua