Khutbah Jumat: Jika Bisa Dibuat Mudah, Kenapa Dipersulit?
NU Online · Kamis, 16 April 2026 | 21:00 WIB
Muhaimin Yasin
Kolumnis
Kita pasti pernah berjumpa dengan oknum-oknum yang memanfaatkan kedudukannya yang dibutuhkan untuk mempersulit urusan orang lain. Padahal secara praktis dan aturan, keperluan kita sangat sederhana. Namun secara sengaja dibuat berbelit-belit. Ketahuilah, bahwa tindakan ini, menyalahi pedoman Islam. Karenanya, tidak boleh dinormalisasi.
Khutbah Jumat ini berjudul, “Khutbah Jumat: Jika Bisa Dibuat Mudah, Kenapa Dipersulit?” Untuk mencetak naskah khutbah ini, silakan klik ikon print berwarna merah di atas atau di bawah artikel ini. Semoga bermanfaat.
Khutbah I
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي جَعَلَ الدِّيْنَ يُسْرًا بِلَا تَعْسِيْرٍ، وَشَرَعَ لِعِبَادِهِ مَا فِيهِ مِنَ الرِّفْقِ وَالتَّيْسِيْرِ، وَأَوْضَحَ السُّبُلَ لِلسَّالِكِينَ إِلَى رِضْوَانِهِ بِكُلِّ تَبْصِيْرٍ، وَحَذَّرَ مِنْ سُبُلِ الْغَيِّ وَالتَّضْلِيْلِ وَالتَّغْرِيْرِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ وَ قَدْ قَالَ: وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوٰىۖ وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۖوَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ
Jamaah kaum Muslimin yang dirahmati Allah
Setiap syukur atas berbagai nikmat, sepantasnya kita haturkan atas kehadirat Allah swt. Sebab dengan karunia-Nya tersebut, kita bisa menjalani hidup dengan tenteram. Bahkan hingga pada siang hari ini, kita masih bisa berkumpul dalam keadaan sehat dan melaksanakan ibadah Jumat dengan seksama.
Begitu juga, shalawat dan salam atas Nabi Muhammad saw, selayaknya kita konsisten mengucapkannya. Karena berkat perjuangan beliau dalam berdakwah, kita dapat merasakan kedamaian ajaran Islam, selamat di dunia, dan akhirat. Tidak lupa kepada para sahabat, kerabat, dan ulama yang meneruskan perjuangan beliau, semoga Allah memberikan mereka pahala yang berlimpah.
Khatib berwasiat kepada diri sendiri dan jamaah sekalian, mari tingkatkan ketakwaan kepada Allah swt, dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Salah satu cara sederhana untuk bertakwa adalah dengan tolong-menolong dalam kebaikan. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Maidah ayat 2:
وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوٰىۖ وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۖوَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ
Artinya: “Tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat berat siksaan-Nya.”
Jamaah kaum Muslimin yang dirahmati Allah
Kita pasti pernah menemukan oknum di sekitar kita yang gemar mempersulit urusan orang. Padahal kalau kita amati, kebutuhan yang diperlukan oleh orang tersebut sangat sederhana dan tidak perlu banyak waktu serta tenaga untuk memenuhinya. Akan tetapi, kenyataan yang didapat justru berbelit-belit dan rumit.
Hal ini tidak terbatas pada urusan yang menyangkut birokrasi di pemerintahan saja, bahkan pada aktivitas harian, kita selalu mendapati oknum-oknum yang kelakuannya buruk seperti itu. Atau mungkin saja, sebagian dari kita justru adalah oknum itu sendiri.
Ketahuilah, bahwa menyulitkan urusan orang lain itu menyalahi pedoman Islam. Sebab dalam Islam, segala hal yang menyangkut urusan manusia itu dipermudah. Termasuk dalam urusan ibadah sekalipun. Sebagaimana yang diterangkan dalam surat Al-Hajj ayat 78:
وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِى الدِّيْنِ مِنْ حَرَجٍۗ
Artinya: “Dan Dia (Allah) tidak menjadikan kesulitan untukmu dalam agama.”
Jamaah kaum Muslimin yang dirahmati Allah
Allah yang Maha Mulia saja tidak pernah menyulitkan manusia dalam menjalani kehidupan. Meskipun itu dalam urusan agama. Bahkan, Nabi saw memerintahkan kita, sebagai umatnya, untuk selalu mempermudah urusan manusia dan kita dilarang untuk mempersulit mereka, apapun bentuknya. Sebagaimana hal ini dijelaskan dalam hadits riwayat Imam Al-Bukhari, bersumber dari Anas bin Malik ra:
قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: يَسِّرُوْا وَلَا تُعَسِّرُوا، وَسَكِّنُوا وَلَا تُنَفِّرُوا
Artinya: "Nabi saw bersabda: “Permudahlah dan jangan mempersulit, tenangkanlah (atau berilah ketenangan) dan jangan membuat orang lari (karena takut).”
Jamaah kaum Muslimin yang dirahmati Allah
Hadits Nabi saw tentang keharusan mempermudah urusan manusia ini, berlaku untuk semua hal dalam berbagai aspek kehidupan. Artinya, kita wajib melayani siapa saja dengan tulus, baik dalam kebutuhan duniawi atau akhirat.
Jika ada orang yang membutuhkan pertolongan kita, maka kita wajib untuk mempermudah urusannya. Kita tidak boleh menyulitkan, meskipun hanya sekali saja. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam kitab Fathul Bari, jilid I, halaman 163, menjelaskan:
وَلَا تُعَسِّرُوا) الْفَائِدَةُ فِيهِ التَّصْرِيحُ بِاللَّازِمِ تَأْكِيدًا. وَقَالَ النَّوَوِيُّ: لَوِ اقْتُصِرَ عَلَى يُسِّرُوا لَصَدَقَ عَلَى مَنْ يُسِّرُ مَرَّةً وَعَسَّرَ كَثِيرًا، فَقَالَ: وَلَا تُعَسِّرُوا لِنَفْيِ التَّعْسِيرِ فِي جَمِيعِ الْأَحْوَالِ
Artinya: “(Janganlah kalian mempersulit) maksudnya sabda Nabi ini menjelaskan tentang kewajiban yang sangat ditekankan (bagi umat Islam). Imam An-Nawawi berkata, ‘Seandainya cukup dengan sabda ‘permudahlah’, maka itu masih bisa berlaku bagi orang yang hanya sekali memudahkan namun sering mempersulit sesama. Karena itu beliau menambahkan: ‘Dan janganlah kalian mempersulit’, untuk meniadakan sikap mempersulit dalam semua keadaan.”
Jamaah kaum Muslimin yang dirahmati Allah
Islam dibangun di atas prinsip kemudahan, dan nilai itu seharusnya tampak dalam cara kita memperlakukan orang lain. Nabi saw mengajarkan agar kita mempermudah urusan sesama, bukan menyulitkan.
Namun, penting dipahami bahwa kemudahan yang dimaksud adalah dalam sikap dan pelayanan, bukan dengan mengabaikan aturan, syariat, atau prosedur formal yang berlaku. Islam tidak mengajarkan sikap semaunya sendiri, apalagi sampai melanggar ketertiban yang telah disepakati.
Jamaah kaum Muslimin yang dirahmati Allah
Dalam aktivitas sehari-hari, mempermudah bisa dimulai dengan cara sederhana. Saat kita menerima chat, telepon, atau permintaan bantuan dari teman, keluarga, atau kerabat, jangan diabaikan tanpa alasan yang jelas. Jika memang bisa dibantu sesuai kapasitas, bantulah dengan cepat dan jelas. Memberi kepastian, meski itu berupa penolakan yang baik, seringkali lebih meringankan daripada membiarkan orang lain menunggu tanpa kejelasan.
Kemudian, terkait urusan tanggung jawab, mempermudah juga berarti tidak menahan hak orang lain. Hutang, janji, atau tugas adalah kewajiban yang harus segera kita tunaikan. Menunda tanpa alasan yang sah adalah salah satu bentuk kezaliman yang kita lakukan untuk diri sendiri dan orang lain.
Jamaah kaum Muslimin yang dirahmati Allah
Selanjutnya, bagi kita yang berprofesi sebagai pejabat atau siapa pun yang memiliki kewenangan. Melayani masyarakat dengan baik adalah bentuk mempermudah yang nyata, selama tetap mengikuti prosedur yang telah ditetapkan.
Mempermudah dalam konteks ini bukan berarti melanggar aturan atau mengakali sistem, tetapi memberikan pelayanan yang cepat, transparan, dan tidak mempersulit hal-hal yang memang sudah jelas ketentuan serta prosedurnya. Dengan begitu, kemudahan tetap terjaga tanpa mengorbankan ketertiban dalam bermasyarakat di negara hukum.
بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِلْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khutbah II
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ عَلَى إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا اِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إِلَى رِضْوَانِهِ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا
أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا المُسْلِمُوْنَ اِتَّقُوْا اللّٰهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللّٰهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَّى بِمَلَآئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللّٰهَ وَمَلَآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيَآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلَآئِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ، وَارْضَ اللّٰهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيِّ وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِيْ التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الأَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَالْاَمْوَاتِ اَللّٰهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ الْمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الْمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَأَعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَالْمِحَنَ وَسُوْءَ الْفِتَنِ وَالْمِحَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خَآصَّةً وَسَائِرِ الْبُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَآمَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَ اِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ. رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
عِبَادَ اللّٰهِ، إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِيْ الْقُرْبٰى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوْا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ وَ اللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ
Ustadz Muhaimin Yasin, Alumnus Pondok Pesantren Ishlahul Muslimin Lombok Barat dan Pegiat Kajian Keislaman
Terpopuler
1
Kader NasDem Demo, Redaksi Tempo Tegaskan Pemberitaan Sesuai Kode Etik
2
Khutbah Jumat: Menata Niat dalam Bekerja agar Bernilai Ibadah di Sisi Allah
3
Khutbah Jumat: 2 Nikmat Allah yang Sering dilupakan
4
PBNU Resmikan 27 SPPG di Pesantren Lirboyo
5
UI Investigasi Dugaan Pelecehan Seksual yang Libatkan 16 Mahasiswa Fakultas Hukum
6
Khutbah Jumat: Memahami 4 Tingkatkan Rezeki
Terkini
Lihat Semua