NU Online
Keislaman
Advertisement Banner
600×80
Khutbah

Khutbah Jumat: Menguatkan Iman di Tengah Cuaca dan Kehidupan yang Tidak Pasti

NU Online·
Khutbah Jumat: Menguatkan Iman di Tengah Cuaca dan Kehidupan yang Tidak Pasti
Ilustrasi cuaca ekstrem. (Foto: NU Online/Freepik)
Sunnatullah
SunnatullahKolomnis
Bagikan:

Di tengah ketidakpastian cuaca yang tak terduga dan dinamika kehidupan yang kerap berubah, menguatkan iman menjadi jangkar jiwa yang tak tergantikan. Dengan iman, kita akan tetap bersyukur ketika cerah, tetap bersabar di kala hujan, dan tetap percaya bahwa setiap perubahan merupakan bagian dari rencana Yang Maha Kuasa. Karena iman yang kokoh akan tetap memberikan kekuatan untuk melalui segala rintangan.

Naskah khutbah Jumat berikut ini dengan judul, “Khutbah Jumat: Menguatkan Iman di Tengah Cuaca dan Kehidupan yang Tidak Pasti”. Untuk mencetak naskah khutbah Jumat ini, silakan klik ikon print berwarna merah di atas atau bawah artikel ini (pada tampilan desktop). Semoga bermanfaat!

Khutbah I

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِطَرِيْقِهِ الْقَوِيْمِ، وَفَقَّهَنَا فِي دِيْنِهِ الْمُسْتَقِيْمِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةً تُوَصِّلُنَا إِلىَ جَنَّاتِ النَّعِيْمِ، وَتَكُوْنُ سَبَبًا لِلنَّظْرِ إِلَى وَجْهِهِ الْكَرِيْمِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ السَّيِّدُ السَّنَدُ الْعَظِيْمُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أُوْلِى الْفَضْلِ الْجَسِيْمِ. أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ الْكَرِيْمِ، فَإِنِّي أُوْصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ الْحَكِيْمِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ: وَالْعَصْرِ. إِنَّ الْأِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ. إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah

Puji syukur alhamdulillahi rabbil alamin, atas segala limpahan rahmat dan karunia yang senantiasa Allah berikan kepada kita semua. Shalawat dan salam kita haturkan kepada panutan kita Nabi Muhammad saw, allahumma shalli wa sallim ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala alihi wa sahbih, semoga kita termasuk golongan umat yang kelak akan mendapatkan syafaatnya di hari kiamat. Amin ya Rabbal alamin.

Di tengah cuaca yang tak menentu dan gelombang kehidupan yang penuh ketidakpastian seperti saat ini, menjaga iman merupakan hal yang sangat penting, ia akan menjadi kompas yang bisa menuntun arah hati dan jiwa kita. Oleh karena itu, kami selaku khatib mengajak diri sendiri dan semua jamaah yang hadir pada pelaksanaan shalat Jumat ini, untuk senantiasa membentengi diri dengan meningkatkan iman dan takwa. Karena dengan keduanya, Allah tidak hanya akan memperbaiki urusan akhirat kita, tetapi juga hidup kita di dunia. Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً عَظِيماً

Artinya, “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar. Niscaya Dia (Allah) akan memperbaiki amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu. Siapa yang menaati Allah dan Rasul-Nya, sungguh, dia menang dengan kemenangan yang besar.” (QS Al-Ahzab, [33]: 70-71).

Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah

Saat ini kita hidup di zaman yang penuh dengan tantangan dan perubahan. Cuaca ekstrem yang seringkali datang tak terduga, ketidakpastian ekonomi yang seringkali melanda, serta berbagai permasalahan sosial seolah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita. Kadang kita sedih menghadapi semua itu, bahkan tidak sedikit yang menangis.

Namun satu hal yang perlu kita ketahui bersama, seberat apa pun ujian dan tantangan yang kita hadapi saat ini, perlu diingat bahwa semua itu merupakan ketetapan dari Allah yang harus kita terima dengan lapang dada. Bahkan jauh sebelum Allah menciptakan kita semua, Dia sudah menegaskan dalam Al-Qur’an bahwa semua manusia yang ada di dunia akan merasakan susah, gelisah, hingga kehidupan yang penuh ketidakpastian. Allah berfirman dalam Surat Al-Balad ayat 4:

لَقَدْ خَلَقْنَا الْأِنْسَانَ فِي كَبَدٍ

Artinya, “Sungguh, Kami benar-benar telah menciptakan manusia dalam keadaan susah payah.”

Maksud dari frasa “kabad” pada ayat tersebut adalah bahwa manusia diciptakan dalam keadaan penuh kepayahan, kesulitan, dan perjuangan hidup. Sejak pertama kali lahir, manusia sudah berhadapan dengan berbagai bentuk kesulitan, mulai dari rasa sakit, kebutuhan jasmani, ketergantungan, hingga perjalanan hidup yang panjang dengan segala dinamika dan ujiannya. Mereka tidak pernah benar-benar lepas dari usaha, tantangan, dan keadaan yang berubah-ubah.

Inilah hakikat hidup di dunia, tempat di mana setiap jiwa dari kita semua pasti akan melalui masa-masa berat dan juga masa-masa yang tidak pasti sebagaimana yang kita rasakan saat ini. Demikian penjelasan Syekh Dr. Wahbah bin Musthafa az-Zuhaili dalam kitab Tafsir al-Munir fil Aqidah was Syari’ah wal Manhaj, jilid XXX, halaman 245:

لَقَدْ خَلَقْنَا الْأِنْسَانَ فِي كَبَدٍ. أَيْ لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مَغْمُوْرًا بِالتَّعَبِ وَالنَّصَبِ، وَفِي مُكَابَدَةِ الْمَشَاقِّ وَالشَّدَائِدِ، فَهُوَ لاَ يَزَالُ فِي تِلْكَ الْمُكَابَدَةِ بَدْءًا مِنَ  الْوِلاَدَةِ، إِلىَ الْمَتَاعِبِ الْمَعِيْشِيَّةِ وَالْأَمْرَاضِ الطَّارِئَةِ

Artinya, “Sungguh, Kami benar-benar telah menciptakan manusia dalam keadaan susah payah. Maksudnya, Kami menciptakan manusia dalam keadaan diliputi keletihan dan kepayahan, serta berada dalam perjuangan menghadapi berbagai kesulitan dan penderitaan. Ia senantiasa berada dalam kondisi penuh jerih payah itu, mulai dari sejak kelahirannya hingga menghadapi kesulitan hidup dan berbagai penyakit yang datang.”

Jika kita melihat kehidupan sehari-hari di sekitar kita, mudah bagi kita untuk menemukan contoh nyata dari ayat ini, terutama tentang cuaca dan kehidupan yang tidak pasti. Ada petani yang datang ke sawah setiap pagi dengan harapan hasil panen yang baik, tetapi tiba-tiba hujan deras menghancurkan tanaman yang baru saja tumbuh.

Ada nelayan yang sudah mempersiapkan perahu, jaring, dan perbekalan sejak subuh, tetapi ombak tinggi dan angin kencang memaksanya kembali tanpa hasil. Dan ada juga pedagang kecil yang mengandalkan matahari cerah agar pembeli ramai, namun hujan turun sepanjang hari hingga dagangannya tak laku.

Demikianlah hidup di dunia, maka ayat di atas mengingatkan kita bahwa kesulitan adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Tidak ada seorang pun yang bisa menghindar dari kesulitan hidup yang serba tidak pasti. Semua ini merupakan ketetapan yang Allah berikan kepada manusia sejak pertama kali manusia diciptakan.

Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah

Apabila kesulitan hidup yang tidak pasti dan cuaca yang terus berubah-ubah adalah ketetapan Allah, maka tidak ada jalan lain bagi kita selain terus menguatkan iman. Sebab hanya dengan iman yang kokoh, hati kita tetap stabil ketika segala sesuatu di luar diri kita bergerak dan berganti. Dunia boleh berubah, cuaca boleh tidak menentu, dan rezeki kadang lapang kadang sempit, tetapi hati seorang mukmin akan tetap teguh karena ia bersandar kepada Dzat yang tidak pernah berubah.

Lantas bagaimana cara kita memperkuat iman dalam kondisi seperti ini? Maka caranya tidak lain selain berusaha menata hati agar selalu menerima setiap keadaan dengan sikap yang benar. Ketika kita mendapatkan kebahagiaan maka bersyukur, dan ketika tertimpa kesulitan maka bersabar, dan jika kita bisa melakukan kedua-duanya, maka hal itu akan tercatat sebagai kebaikan bagi kita. Demikian sebagaimana yang diajarkan Rasulullah dalam salah satu haditsnya, yaitu:

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

Artinya, “Sungguh menakjubkan urusan orang yang beriman. Semua urusannya adalah kebaikan. Hal seperti ini tidak terjadi pada siapa pun kecuali hanya pada seorang mukmin. Jika mendapat kesenangan, ia bersyukur dan itu menjadi kebaikan baginya. Jika ditimpa kesusahan, ia bersabar dan itu pun menjadi kebaikan baginya.” (HR. Muslim).

Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah

Namun kita juga perlu menyadari bahwa kondisi kehidupan perekonomian dan pekerjaan yang sulit ini seringkali tidak hanya disebabkan oleh faktor individu semata, melainkan juga merupakan masalah struktural yang membutuhkan solusi yang lebih komprehensif. Oleh karena itu, peran pemerintah juga sangatlah penting dalam menciptakan ruang kerja yang layak, menyediakan lapangan kerja yang memadai, serta merumuskan kebijakan ekonomi yang berpihak pada kepentingan rakyat.

Demikianlah khutbah Jumat yang dapat kami sampaikan tentang pentingnya menguatkan iman di tengah cuaca dan kehidupan yang serba tidak pasti ini. Semoga khutbah ini menjadikan hati kita lebih tenang, langkah kita lebih terarah, dan hidup kita selalu berada dalam lindungan serta bimbingan Allah swt. Semoga Allah meneguhkan iman kita, melapangkan setiap urusan kita, dan menjadikan kesulitan yang kita hadapi sebagai jalan menuju kebaikan. Amin ya rabbal alamin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ، وَنَفَعَنِيْ وَاِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ جَمِيْعَ أَعْمَالِنَا إِنَّهُ هُوَ الْحَكِيْمُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِلْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ حَمْدًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، اِلَهٌ لَمْ يَزَلْ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ وَكِيْلًا. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَحَبِيْبُهُ وَخَلِيْلُهُ، أَكْرَمُ الْأَوَّلِيْنَ وَالْأَخِرِيْنَ، اَلْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ كَانَ لَهُمْ مِنَ التَّابِعِيْنَ، صَلَاةً دَائِمَةً بِدَوَامِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِيْنَ

أَمَّا بَعْدُ: فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اِتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَذَرُوْا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ. وَحَافِظُوْا عَلَى الطَّاعَةِ وَحُضُوْرِ الْجُمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ وَالصَّوْمِ وَجَمِيْعِ الْمَأْمُوْرَاتِ وَالْوَاجِبَاتِ. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ بِنَفْسِهِ. وَثَنَّى بِمَلَائِكَةِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ. إِنَّ اللهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَةً، اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

عِبَادَ اللهِ، اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِيْ الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرُكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Ustadz Sunnatullah, Pengajar di Pondok Pesantren Al-Hikmah Darussalam Durjan Kokop, Bangkalan, Jawa Timur.

Artikel Terkait

Khutbah Jumat: Menguatkan Iman di Tengah Cuaca dan Kehidupan yang Tidak Pasti | NU Online