Khutbah Jumat: Rezeki Sudah Ditakar, Tak Akan Tertukar
NU Online · Rabu, 8 Juli 2026 | 18:30 WIB
Muhammad Faizin
Penulis
Rezeki setiap manusia telah ditetapkan oleh Allah SWT dan tidak akan tertukar dengan milik orang lain. Keyakinan ini menjadi bekal bagi seorang mukmin untuk tetap berikhtiar, menjauhi rasa iri, serta bertawakal kepada Allah dengan hati yang tenang.
Naskah khutbah Jumat ini berjudul: “Khutbah Jumat: Rezeki Sudah Ditakar, Tak Akan Tertukar”. Untuk mencetak naskah khutbah Jumat ini, silakan klik ikon print berwarna merah di atas atau di bawah artikel ini (pada tampilan desktop). Semoga bermanfaat!
Khutbah I
الْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ جَعَلَ الزَّمَانَ مِيْدَانًا لِلطَّاعَةِ، وَفَضَّلَ بَعْضَ الشُّهُوْرِعَلَى بَعْضٍ بِحِكْمَةٍ بَالِغَةٍ، فَجَعَلَ مِنْهَا شَهْرَ َذِيْ الْحِجَّةِ شَهْرًا حَرَامًا، وَمُوْسِمًا لِزِيَادَةِ التَّقْوَى. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، شَهَادَةً تُنْقِذُنَا مِنْ عَذَابِهِ وَتُبَلِّغُنَا رِضْوَانَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ يَحُثُّ أُمَّتَهُ عَلَى الطَّاعَاتِ وَالْقُرُبَاتِ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً وَسَلَامًا مُتَلَازِمَيْنِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَاأَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ: أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ: وَمَا مِنْ دَاۤبَّةٍ فِى الْاَرْضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَاۗ كُلٌّ فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ
Ma’asyiral Muslimin, Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah,
Pada kesempatan kali ini mari kita perkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah swt. Hal ini sangat penting karena dalam menghadapi perubahan zaman yang semakin materialistis saat ini, takwa akan senantiasa menyadarkan kita bahwa Allah lah yang telah mendesain rezeki dari setiap makhluknya.
Dengan takwa, Allah telah berjanji akan memberikan jalan keluar di setiap masalah yang kita hadapi dan akan memberi rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka. Allah juga menegaskan bahwa siapa yang yakin dan bertawakkal kepadaNya maka kebutuhan hidupnya akan dipenuhi Allah.
Hal ini ditegaskan oleh Allah dalam Al-Qur’an surat At-Thalaq ayat 2-3:
وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًاۙ ٢ وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗۗ اِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا ٣
Artinya: “Siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya. dan menganugerahkan kepadanya rezeki dari arah yang tidak dia duga. Siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya. Sesungguhnya Allahlah yang menuntaskan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah membuat ketentuan bagi setiap sesuatu.”
Ma’asyiral Muslimin, Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah,
Memang, di antara perkara yang paling sering membuat kita gelisah dalam menjalani kehidupan ini adalah adalah persoalan rezeki. Banyak dari kita, pergi pagi pulang malam untuk bekerja namun terus dibayangi kecemasan tentang rezeki yang akan kita dapatkan.
Ada yang takut usahanya kalah bersaing dan gagal, ada yang khawatir kehilangan pekerjaan, ada yang iri melihat tetangganya lebih sukses, bahkan ada yang rela menempuh jalan yang tidak halal demi mendapatkan penghasilan.
Padahal, sebagai orang yang beriman, kita memiliki pegangan yang sangat kuat dan meyakini bahwa rezeki setiap manusia telah ditentukan oleh Allah Swt. Jatah rezeki kita tidak akan berpindah kepada orang lain, sebagaimana jatah rezeki orang lain tidak akan pernah menjadi milik kita.
Allah swt berfirman dalam Surah Az-Zukhruf ayat 32:
اَهُمْ يَقْسِمُوْنَ رَحْمَتَ رَبِّكَۗ نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُمْ مَّعِيْشَتَهُمْ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَاۙ وَرَفَعْنَا بَعْضَهُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجٰتٍ لِّيَتَّخِذَ بَعْضُهُمْ بَعْضًا سُخْرِيًّاۗ وَرَحْمَتُ رَبِّكَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُوْنَ ٣٢
Artinya: “Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kamilah yang menentukan penghidupan mereka dalam kehidupan dunia dan Kami telah meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat memanfaatkan sebagian yang lain. Rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.”
Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa Allah-lah yang membagi rezeki setiap hamba-Nya. Bukan manusia, bukan perusahaan, bukan atasan, bahkan bukan pemerintah. Semua hanyalah perantara. Hakikat pemberi rezeki hanyalah Allah swt.
Karena itu, ketika kita melihat ada orang yang hartanya lebih banyak, ilmunya lebih tinggi, usahanya lebih maju, atau jabatannya lebih tinggi, kita tidak boleh iri. Sebab Allah telah membagikan setiap nikmat sesuai dengan hikmah-Nya masing-masing.
Mungkin orang lain diberi kelebihan harta, tetapi kita diberi kesehatan. Ada yang diberi jabatan, tetapi kita diberi keluarga yang harmonis. Ada yang diberi popularitas, tetapi kita diberi ketenangan hati. Semua adalah rezeki, hanya bentuknya yang berbeda-beda.
Ma’asyiral Muslimin, Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah,
Selain itu, Allah juga mengingatkan dalam Surah Hud ayat 6:
وَمَا مِنْ دَاۤبَّةٍ فِى الْاَرْضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَاۗ كُلٌّ فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ ٦
Artinya: “Tidak satu pun hewan yang bergerak di atas bumi melainkan dijamin rezekinya oleh Allah. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuz).”
Perlu kita pahami bahwa ayat ini tidak mengajarkan kita untuk bermalas-malasan. Bukan berarti kita cukup duduk di rumah sambil menunggu rezeki datang. Islam justru memerintahkan kita bekerja keras, berikhtiar dengan sungguh-sungguh, mencari nafkah yang halal, meningkatkan ilmu dan keterampilan sebagai modal perjuangan mencari bagian kita di dunia.
Akan tetapi, setelah semua ikhtiar dilakukan, hati kita harus tetap bersandar kepada Allah. Kita tidak boleh menggantungkan hidup kepada manusia, tetapi menyerahkan sepenuhnya kepada Dzat yang menguasai langit dan bumi.
Keyakinan bahwa rezeki sudah ditakar dan tidak akan tertukar akan melahirkan sikap dan akhlak yang baik. Kita tidak mudah iri kepada keberhasilan orang lain. Kita tidak tega mengambil hak orang lain. Kita tidak tergoda korupsi, mencuri, menipu, ataupun menerima suap. Sebab kita yakin, semua cara yang haram tidak akan menambah jatah rezeki yang telah Allah tetapkan. Yang bertambah hanyalah dosa dan hilangnya keberkahan.
Sebaliknya, orang yang yakin kepada ketentuan Allah, akan bekerja dengan jujur, berdagang dengan amanah, melayani dengan ikhlas, dan menerima hasil usahanya dengan penuh syukur.
Rasulullah bersabda:
لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ ، وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ
Artinya: "Kekayaan bukanlah tentang banyaknya harta. Namun kekayaan sesungguhnya adalah kekayaan jiwa (hati yang merasa cukup)." (HR Bukhari dan Muslim)
Ma’asyiral Muslimin, Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah,
Oleh karena itu, marilah kita memperkuat keyakinan bahwa Allah adalah Ar-Razzaq, Maha Pemberi Rezeki. Tugas kita adalah memperbaiki ikhtiar, memperbanyak doa dan tawakkal, menjaga kehalalan penghasilan, dan senantiasa bersyukur atas nikmat yang telah Allah berikan.
Jangan habiskan hidup dengan membandingkan rezeki kita dengan rezeki orang lain. Sebab setiap orang memiliki jalan hidup, ujian, dan ketetapan yang berbeda-beda. Apa yang Allah tetapkan untuk kita pasti akan sampai kepada kita dan merupakan yang terbaik bagi kita. Sebaliknya, apa yang bukan menjadi bagian kita tidak akan pernah menjadi milik kita, walaupun kita mengejarnya sekuat tenaga.
Semoga Allah swt menganugerahkan kepada kita rezeki yang halal, luas, berkah, menenangkan hati, serta menjadikan kita hamba-hamba yang pandai bersyukur atas setiap nikmat yang telah Dia karuniakan. Amin.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَيَا فَوْزَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَيَا نَجَاةَ التَّائِبِيْنَ
Khutbah II
الْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ عَظَّمَ شَهْرَ ذِيْ الْحِجَّةِ وَجَعَلَهُ مِنَ الْأَشْهُرِ الْحُرُمِ، وَدَعَانَا فِيْهِ إِلَى تَرْكِ الْمَعَاصِيْ وَالْإِكْثَارِ مِنَ الطَّاعَاتِ، لِنَزْدَادَ تَقْوًى وَقُرْبًا إِلَيْهِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ. وَعَلٰى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ. أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا
وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الشَّرَفِ وَالْإِحْتِرَامِ
أَمَّا بَعْدُ، فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى اِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ. وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَتَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللهِ، اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ
---------
H Muhammad Faizin, Ketua PCNU Pringsewu, Lampung
Terpopuler
1
PBNU Putuskan Muktamar Ke-35 NU Digelar di Pesantren Tambakberas Jombang, 27-31 Agustus 2026
2
PBNU Putuskan Lokasi Muktamar Ke-35 NU Esok
3
PBNU Rampungkan Survei Lokasi Muktamar Ke-35 NU, Lirboyo dan Jakarta Jadi Opsi Terkuat
4
Penentuan Lokasi Muktamar Ke-35 NU Ditunda, Paling Lambat Besok Pagi
5
PBNU Sebut Pengalaman Tambakberas Jombang Jadi Modal Utama Selenggarakan Muktamar Ke-35 NU
6
Pesan Rais Aam PBNU kepada Pengurus 25 Hari Jelang Muktamar Ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua