Kerinduan Sang Diary
Aku adalah “Sang Dairy” yang rindu kepada waktu yang tak mungkin dapat kembali lagi. Saat di mana kudengar celoteh riang anak-anak berbaju koko dan bersarung kotak-kotak. Pun dengan “nyanyian” dan “tarian” mereka yang selalu kunikmati setiap saat. Suaranya merdu. Syair-syair yang disenandungkan amat dalam maknanya.