Muhamad Hanif Rahman
Kolumnis
Di antara puasa yang disunnahkanย bagi umat Islam adalah puasa Asyura. Dalam shahih Muslim disebutkan sebuah hadits yang menunjukkan kesunnahan puasa Asyura. Hadits yang dimaksud diriwayatkan dari sahabat Ibnu Abbas ra, ia berkata:
ููุฏูู
ู ุฑูุณูููู ุงูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ุงููู
ูุฏููููุฉูุ ููููุฌูุฏู ุงูููููููุฏู ููุตููู
ูููู ููููู
ู ุนูุงุดููุฑูุงุกู ููุณูุฆููููุง ุนููู ุฐูููููุ ููููุงูููุง: ููุฐูุง ุงููููููู
ู ุงูููุฐูู ุฃูุธูููุฑู ุงูููู ููููู ู
ููุณููุ ููุจูููู ุฅูุณูุฑูุงุฆูููู ุนูููู ููุฑูุนูููููุ ููููุญููู ููุตููู
ููู ุชูุนูุธููู
ูุง ููููุ ููููุงูู ุงููููุจูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู
ู: ยซููุญููู ุฃูููููู ุจูู
ููุณูู ู
ูููููู
ู ููุฃูู
ูุฑู ุจูุตูููู
ููู
Artinya: "Rasulullah saw hadir di kota Madinah, kemudian beliau menjumpai orang Yahudi berpuasa di bulan โAsyura, kemudian mereka ditanya tentang puasanya tersebut, mereka menjawab: "Hari ini adalah hari di mana Allah memberikan kemenangan kepada Nabi Musa as dan Bani Israil atas Firโaun, maka kami berpuasa untuk menghormati Nabi Musa." Kemudian Nabi bersabda: "Kami lebih utama dengan Nabi Musa dibanding dengan kalian." Lalu Nabi Muhammad memerintahkan untuk berpuasa di hari Asyura." (HR. Muslim no. 1130).
Sekilas hadits di atas dipahami perintah Nabi untuk menjalankan puasa Asyura berdasarkan kabar dari orang-orang Yahudi, benarkan demikian? Berikut ulasannya.
Berkaitan dengan permasalahan tersebut, seorang ulama berkebangsaan Somalia Muhammad Bara' Ali menulis sebuah risalah kecil yang ia beri judul "Ahkamu Asyura Ala Madzhabil Imam as-Syafi'i". Pada halaman 8-9 beliau membuat judul "Tanbihat fi Tasyri'i Asyura" peringatan-peringatan disyari'atkannya puasa Asyura. Dalam pembahasannya beliau menyebutkan 3 poin penjelasan bahwa puasa Asyura bukan bersumber dari pertanyaan Nabi kepada orang-orang Yahudi Madinah. Dalam fotenote kitab tersebut, beliau mencantumkan sumber rujukannya yaitu, Zadul Ma'ad karya Ibnu Qoyyim, Fathul Bari karya Ibnu Hajar al-Asqalani dan al-Mufhim karya Al-Qurthubi. Berikut selengkapnya.
ุงูุฃูู: ูู
ููู ุตูู
ุงููุจู ๏ทบ ุนุงุดูุฑุงุก ุจุนุฏ ูุฏูู
ู ุงูู
ุฏููุฉ ู
ุจุงุดุฑุฉ ูุฃูู ูุฏู
ุงูู
ุฏููุฉ ูู ุดูุฑ ุฑุจูุน ุงูุฃููุ ุจู ุฃูุงู
ุฅูู ุนุงุดูุฑุงุก ูุญุตู ู
ูู ุงูุณุคุงู ูููููุฏุ ุซู
ุตุงู
ูุฃู
ุฑ ุจุตูุงู
ูุ ูุจูุฐุง ูุฑุชูุน ุงูุชููู
ุจุชุนุงุฑุถ ุงูุชูุงุฑูุฎ ูู ุงูู
ุณุฃูุฉุ ูุจู ุนูู ุฐูู ุงุจู ุงูููู
ูุงุจู ุญุฌุฑ
Artinya: "Pertama, Nabi tidak melaksanakan puasa Asyura sesaat baru sampai di Madinah. Karena Nabi tiba di Madinah pada bulan Rabiul Awal, bahkan Nabi menetap di Madinah sampai Asyura barulah terjadi pertanyaan Nabi kepada orang Yahudi, lalu Nabi puasa, dan memerintahkan puasa di hari Asyura. Penjelasan ini menghilangkan dugaan adanya perbedaan waktu atau tarikh dalam permasalahan ini. Ibnu Qayyim dan Ibnu Hajar telah menginformasikan yang demikian itu."
ุงูุซุงูู: ุณุคุงู ุงููุจู ๏ทบ ูููููุฏ ูุง ูุฏู ุนูู ุฃูู ูู
ููู ุนูู ุนูู
ุจุนุงุดูุฑุงุก ุณุงุจูุงูุ ูุฅู ูุฑูุดุงู ูุงูุช ุชุตูู
ู ูู ุงูุฌุงูููุฉ ููุงู ูุตูู
ู ูุจู ูุฏูู
ู ุงูู
ุฏููุฉุ ู(ุฅูู
ุง ูุงู ููุณุชูุดู ุงูุณุจุจ ุงูุญุงู
ู ููู
ุนูู ุงูุตูู
ุ ููู
ุง ุนูู
ุฐููุ ูุงู ููู
ููู
ุฉ ุญู ุชูุชุถู ุชุฃููุณูู
ูุงุณุชุฌูุงุจูู
ููู: ูุญู ุฃุญู ูุฃููู ุจู
ูุณู ู
ููู
)
Artinya: "Kedua, pertanyaan Nabi kepada Yahudi tidak menunjukkan bahwa Nabi sebelumnya tidak mengetahui tentang puasa Asyura. Karena sesungguhnya orang-orang Quraiys juga puasa Asyura pada masa Jahiliyah. Dengan demikian, sebenarnya Nabi telah melakukan puasa Asyura sebelum beliau datang ke Madinah. Pertanyaan Nabi kepada Yahudi tidak lain hanya untuk menyelidiki apa sebab mereka puasa di hari Asyura. Ketika Nabi telah mengetahui sebabnya, kemudian Nabi berkata kepada mereka, dengan kalimat hak yang menunjukkan keramahan Nabi kepada mereka dan meminta informasi kepada mereka. Kalimat tersebut adalah: "Kami lebih berhak dan lebih pantas untuk memuliakan Musa daripada kalian.โ ย (al-Hadits)
ุงูุซุงูุซ: ุณุคุงูู ูููููุฏ ูุฃู
ุฑู ุจุงูุตูู
ุจุนุฏู ููุณ ููู ู
ุชุงุจุนุฉ ูุงูุชุฏุงุก ุจูู
ุ ุจู ูู ู
ุฒูุฏ ุชุนุธูู
ูุชุฃููุฏ ูุตูู
ู ุจุนุฏ ุนูู
ู ุจุฃู ู
ูุณู ุตุงู
ู ุดูุฑุงู ุงููู. ูุงู ุงููุงุถู ุนูุงุถ: (ููู
ูุญุฏุซ ูู ุญุฏูุซ ุงููููุฏ ุญูู
ุงู ูุญุชุงุฌ ุฅูู ุงูุชูููู
ุนูููุ ูุฅูู
ุง ูู ุตูุฉ ุญุงู ูุฌูุงุจ ุณุคุงู)
Artinya: "Ketiga, pertanyaan Nabi kepada Yahudi, lalu setelahnya beliau memerintahkan puasa di hari Asyura, bukan berarti Nabi mengikuti atau meniru amaliah Yahudi. Melainkan untuk lebih mengagungkan dan menegaskan untuk puasa di hari Asyura setelah beliau mengetahui bahwa Nabi Musa as puasa Asyuraย sebagai wujud syukur kepada Allah. Qodhi Iyad berkata: "Cerita atau informasi dari Yahudi atas puasa Asyura tidak dapat menjadi hukum yang perlu dibicarakan atau dikomentari, hal tersebut tidak lain hanya merupakan keadaan mereka dan respon atas pertanyaan Nabi."
Imam Nawawi (wafat 676 H) dalam Syarhu An-Nawawi Ala Muslim yang merupakan Syarah atas kitab Shahih Muslim, menjelaskan terkait hadits di atas dengan menukil pendapat Imam al-Maziri, dia berkata: "Kabar dari orang Yahudi tidak dapat diterima, maka dimungkinkan Nabi saw diberi wahyu untuk membenarkan apa yang mereka, orang Yahudi katakan, atau bagi Nabi, kabar tersebut telah menjadi kabar yang mutawatir sehingga sebenarnya Nabi telah mengetahuinya."
Setelah beliau jelaskan panjang lebar berkaitan dengan hadits di atas, terakhir beliau meringkas penjelasannya sendiri,
ููู
ูุฎูุชูุตูุฑู ุฐููููู ุฃูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ููุงูู ููุตููู
ููู ููู
ูุง ุชูุตููู
ููู ููุฑูููุดู ููู ู
ููููุฉู ุซูู
ูู ููุฏูู
ู ุงููู
ูุฏููููุฉู ููููุฌูุฏู ุงูููููููุฏู ููุตููู
ูููููู ููุตูุงู
ููู ุฃูููุถูุง ุจูููุญููู ุฃููู ุชูููุงุชูุฑู ุฃููู ุงุฌูุชูููุงุฏู ููุง ุจูู
ูุฌูุฑููุฏู ุฃูุฎูุจูุงุฑู ุขุญูุงุฏูููู
ู ููุงูููููู ุฃูุนูููู
ู
Artinya, "Dan ringkasan dari semuanya ialah bahwasanya Nabi telah melakukan puasa Asyura seperti orang-orang Quraiys di Makkah yang telah menjalankan puasa Asyura. Kemudian Nabi datang ke Madinah menemukan orang Yahudi juga puasa Asyura, lalu Nabi pun ikut puasa Asyura dengan adanya wahyu, kabar mutawatir atau ijtihad, intinya bukan sebab kabar dari personal orang-orang Yahudi belaka." Wallahu a'lam. (Abu Zakariya Muhyiddin bin Syaraf An-Nawawi, Syarah Nawawi ala Muslim, [Bairut: Darul Ihya' at-Turots], Juz VIII, halaman 11).
Dari penjelasan ini menjadi jelas bahwa puasa di hari Asyura bukan ibadah yang dasarnya adalah mengikuti amaliah Yahudi. Wallahu a'lam bisshawab.
Ustadz Muhamad Hanif Rahman, khadim Ma'had Aly Al-Iman Bulus dan Pengurus LBM NU Purworejo
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Kemarau Panjang, Saatnya Muhasabah dan Ikhtiar
2
Khutbah Jumat: Sibuk Bekerja, Jangan Sampai Kehilangan Waktu dengan Keluarga
3
Khutbah Jumat: Hidup Serba Cepat, Ibadah Jangan Ikut Tergesa-gesa
4
Kemenag Buka Program Persiapan Studi ke Luar Negeri, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
5
Prabowo Bicara soal Reshuffle Kabinet, Sebut Evaluasi Dilakukan Terus-Menerus
6
Khutbah Jumat: Jangan Biarkan Rakyat Berjuang Sendiri Saat Bencana
Terkini
Lihat Semua