Syariah

Doa Orang Yang Mentraktir Takjil

NU Online  ยท  Senin, 6 Juli 2015 | 00:02 WIB

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallama mengajarkan doa berbuka puasa. Isinya penting untuk mengingatkan bahwa makanan dan minuman yang dikonsumsi untuk berbuka tidak lain rezeki pemberian-Nya jua. Selain itu, Rasulullah SAW juga mengajarkan doa yang perlu dibaca oleh mereka yang mengajak orang lain untuk berbuka puasa bersamanya.
<>
Syekh Said Muhammad Baโ€™asyin dalam Busyrol Karim menyebutkan doa sebagai berikut.

ูˆู†ุฏุจ ู„ู„ู…ูุทุฑ ุนู†ุฏ ุงู„ุบูŠุฑ ุฃู† ูŠู‚ูˆู„ "ุฃูƒู„ ุทุนุงู…ูƒู… ุงู„ุฃุจุฑุงุฑุŒ ูˆุตู„ุช ุนู„ูŠูƒู… ุงู„ู…ู„ุงุฆูƒุฉุŒ ุฃูุทุฑ ุนู†ุฏูƒู… ุงู„ุตุงุฆู…ูˆู†" ูƒู…ุง ุตุญ ุจู‡ ุงู„ุฎุจุฑ. ูˆุฃู† ูŠุฃูƒู„ ู…ุนู‡ู… ู„ุฃู†ู‡ ุฃู„ูŠู‚ ุจุงู„ุชูˆุงุถุนุŒ ูˆุฃุจู„ุบ ููŠ ุฌุจุฑ ู‚ู„ูˆุจู‡ู…

Orang yang mentraktir takjil dianjurkan membaca, โ€œAkala thaโ€™amakumul abrar, wa shallat โ€˜alaikumul malaโ€™ikah, afthara โ€˜indakumus shaโ€™imun, (orang-orang baik telah mengonsumsi makananmu, malaikat juga bershalawat untukmu, dan orang-orang berpuasa telah berbuka di dekatmu)โ€. Demikian sesuai hadits shahih.

Ia juga dianjurkan ikut makan takjil bersama mereka yang ditraktir. Karena kehadiran orang yang mentraktir di tengah-tengah mereka itu lebih dekat pada ketawadhuโ€™an dan lebih menjaga perasaan mereka.

Anjuran terakhir ini menunjukkan bahwa berbagi takjil bukan berhenti pada mengajak orang lain untuk membatalkan puasa secara formal syaraโ€™. Artinya bukan sekadar masalah materi.

Anjuran itu juga menjangkau aspek kejiwaan agar mereka yang sedang memiliki kelonggaran rezeki menunjukkan empati terhadap mereka yang nasibnya sedang anjlok dengan berbuka puasa bersama mereka. Saran berbuka puasa bersama dengan mereka yang bernasib malang itu mendidik ketawadhuโ€™an kalau bukan diniatkan riya. Wallahu Aโ€™lam. (Alhafiz K)