Syariah

Mantra Berbahasa Lokal

NU Online  ยท  Rabu, 13 Agustus 2014 | 07:39 WIB

Tanpa banyak pertimbangan, masyarakat akan mendatangi orang yang โ€œmengertiโ€ bilamana di tengah mereka terdapat orang yang terjangkit penyakit medis, dihinggapi roh-roh tertentu, atau mengalami gangguan mental. Tentu ada juga upaya medis yang dilakukan warga. Tetapi berkaitan dengan gangguan ghaib di tempat atau waktu tertentu, tentu โ€œorang pintarโ€ yang dituju.
<>
Mereka yang dituju ini lazimnya akan memberikan sebuah syarat-syarat tertentu bagi kesembuhan pasiennya. Boleh jadi mereka meminumkan air putih atau membekali sesuatu kepada pasiennya untuk dibawa pulang. Di samping itu, mereka juga mendoakan pasiennya dalam bentuk mantra atau jampi.

Doa atau mantra menjadi penting untuk kesembuhan pasien dari segala keluhan baik bersifat medis maupun nonmedis. Pasalnya, kesembuhan sangat bergantung kepada Allah semata. Doa dan mantra merupakan permohonan secara pasrah agar Allah memenuhi hajat kesembuhan.

Hasyiyatus Syarqawi ala Tuhfatith Thullab karya Syekh Abdullah Hijazi Asy-Syarqawi mencatat demikian.

ูุงู„ุฃู„ูุงุธ ุงู„ุชู‰ ู„ุง ูŠุนุฑู ู…ุนู†ุงู‡ุง ูˆู‡ูŠ ุจุบูŠุฑ ุงู„ุนุฑุจูŠุฉ ุชู…ุชู†ุน ุงู„ุฑู‚ูŠุฉ ุจู‡ุง ุฅู„ุง ู†ู‚ู„ุช ุนู† ุงู„ุนุงุฑููŠู†ย 

Artinya, deretan kata-kata selain Bahasa Arab yang maknanya tidak terpahami, tidak boleh dijadikan jampi-jampi kecuali dinukil dari orang-orang baik. Wallahu Aโ€™lam (Alhafiz K)