Karena bernilai ibadah istimewa, terkait hewan yang dipakai Qurban seperti unta, sapi, kerbau, kambing baik jantan maupun betina, tidak boleh main-main. Kalau perlu mereka harus mulus dan gemuk. Makan dan perawatannya mesti terjaga agar sehat wal afiyat. Ini dilakukan demi mewujudkan hewan persembahan kepada Allah sebaik mungkin.
<>
Pada prinsipnya agama tidak menuntut macam-macam terkait hewan qurban. Pokoknya, asal hewan itu sehat, tidak cacat, dan tidak kurus sehingga lebih banyak daging yang bisa dibagikan ke banyak orang sekaligus sempurna di sisi Allah.
Sayyid Bakri bin Sayyid M Syatha Dimyathi dalam I’anathut Thalibin menerangkan sebagai berikut ini
والمعتمد عدم إجزاء التضحية بالحامل أي لأن الحمل ينقص لحمها. وضابط العيب هو ما نقص لحما. والمعتمد أيضا عدم إجزاء الجرباء لأن الجرب يفسد الحم والورك. قال في التحفة، وألحق به البثور والقروح
Pendapat yang mu’tamad mengatakan, tidak memadai berqurban dengan hewan yang sedang mengandung. Karena daging hewan yang sedang mengandung menjadi berkurang. Sementara kriteria cacatnya hewan qurban itu hewan yang dagingnya berkurang dari porsi tubuhnya. Pendapat mu’tamad juga menyebutkan, tidak memadainya berqurban dengan hewan yang mengidap kudis. Karena, penyakit kudis merusak daging dan pangkal paha. Ibnu Hajar dalam Tuhfah mengatakan, bisul dan cacar diilhaqkan (disetarakan) dengan kudis.
Keterangan demikian setidaknya cukup menjadi patokan di dalam memilih hewan qurban yang layak demi kesempurnaan ibadah qurban itu sendiri. Wallahu a’lam. (Alhafiz K)
Terpopuler
1
Susunan Lengkap Kepengurusan PBNU Masa Khidmah 2026-2031
2
PBNU Umumkan Susunan Kepengurusan 2026–2031 Hari Ini
3
Suyudi Ario Seto Segera Dilantik Presiden Prabowo sebagai Kapolri Hari Ini
4
Khutbah Jumat: Pentingnya Ikhlas dan Meluruskan Niat dalam Beramal
5
Wajah Baru Kepengurusan PBNU 2026-2031: Masuk Dua Tokoh Disabilitas di Kepengurusan
6
Susunan Pengurus 2026-2031 Terbentuk, Ketua Umum PBNU: Mulai Besok Kita Berkhidmah
Terkini
Lihat Semua