Belajar Dakwah Tanpa Menyakiti Hati dari Sayyidina Hasan dan Husain
Belajar berdakwah lembut ala Hasan & Husain, memberi nasihat bijak tanpa menyakiti hati, agar pesan tersampaikan dengan efektif
Artikel dengan tag "Dakwah"
Belajar berdakwah lembut ala Hasan & Husain, memberi nasihat bijak tanpa menyakiti hati, agar pesan tersampaikan dengan efektif
Al-Baqarah ayat 137 memerintahkan Nabi Muhammad SAW menyampaikan wahyu tanpa menghiraukan tantangan besar yang akan dihadapi dari berbagai pihak.
Sebagai Rasul sekaligus pemimpin negara, Nabi Muhammad saw memiliki taktik geopolitik yang baik. Berikut paparan relasi Nabi dengan para raja.
Khutbah Jumat ini mengingatkan jamaah akan anjuran untuk saling mengingatkan hal kebaikan dalam dakwah.
Rasulullah saw pernah ditolak dan disakiti saat mengajak penduduk Thaif untuk memeluk agama Islam.
Nabi Muhammad saw tidak hanya membawa akhlak mulia, kepemimpinan yang kuat, dan pribadi yang halus, tetapi beliau juga memiliki keterampilan dalam menyusun kata yang ringkas dan jelas sehingga dakwah Nabi Muhammad dapat diterima oleh umat. Tamsil-tamsil atau perumpamaan-perumpamaan yang beliau sampaikan juga turut memberikan perhatian menarik sehingga mudah diterima.
Kelemahlembutan adalah sifat yang ditanamkan Tuhan kedalam jiwanya terkait dengan fungsinya sebagai dai. Sifat ini hendaknya mewarnai kehidupan para dai sebagai pelanjut risalah dakwah.
Nabi Nuh terhitung sebagai rasul pertama yang diutus ke bumi setelah Nabi Adam as. Ia diutus untuk mengajak kaumnya menyembah Allah swt, meninggalkan berhala-berhala yang selama ini mereka sembah, menakut-nakuti mereka dengan ancaman siksa Allah.
Pada dasarnya amar ma’ruf nahi munkar merupakan upaya untuk menciptakan ketertiban umum dengan cara menegakkan kebajikan dan mencegah kemungkaran. Hanya saja, berbicara amar ma’ruf tidak cukup “memerintah dan mencegah” saja, akan tetapi bagaimana upaya yang ditempuh agar tepat sehingga hasil juga sesuai harapan dan tidak melenceng dari norma-norma agama yang semestinya.
Fenomena perkembangan teknologi modern ini sesungguhnya sama sekali tidak mengganggu ajaran Islam. Karena faktanya, ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW adalah ajaran-ajaran yang bersifat universal. Nilai-nilai dakwah yang disampaikan oleh Nabi tak terbatas oleh ruang dan waktu.
Sikap lemah lembut (layn dan rifq), tidak keras dan kasar, berjiwa pemaaf, dan mengajak diskusi/berdialog dalam urusan tertentu, adalah sari pati etika dai yang dikontekstualkan kembali oleh Kiai Bisri Musthofa melalui karyanya, Zâduz Zua‘amâ wa Dakhiratul Khuthabâ’.
Selain tentunya Rasululllah sendiri yang mengalami penindasan, banyak pula sahabat yang demi mempertahankan keimanannya, harus menerima siksaan bahkan pembunuhan.