Home Bahtsul Masail Shalawat/Wirid Ramadhan Jenazah Ubudiyah Ilmu Hadits Tasawuf/Akhlak Khutbah Sirah Nabawiyah Doa Tafsir Haji, Umrah & Qurban Hikmah Tafsir Mimpi Zakat Nikah/Keluarga Ilmu Tauhid Ekonomi Syariah Doa Lainnya

Ini Tiga Derajat Sabar dalam Kajian Tasawuf

Ini Tiga Derajat Sabar dalam Kajian Tasawuf
Allah menjanjikan orang yang bersabar dengan ganjaran yang tidak terhitung atau tidak terkira terkait apa dan berapanya.
Allah menjanjikan orang yang bersabar dengan ganjaran yang tidak terhitung atau tidak terkira terkait apa dan berapanya.

Sabar secara umum diartikan menahan diri. Sabar mengandung keutamaan dalam agama Islam. Sabar atas maksiat mencegah orang dari perbuatan keji. Sabar dalam taat menguatkan orang dalam menjalankan perintah agama. Sabar atas musibah dan malapetaka meneguhkan hati seseorang dalam mengalami kepahitan hidup.


Para wali membagi jenis sabar pada tiga tingkatan. Mereka merinci sabar ke dalam tiga maqam berdasarkan tingkat beban dan sikap orangnya yang berbeda. Pandangan para wali ini dikutip oleh Imam Al-Ghazali dalam Kitab Ihya Ulumiddin sebagai berikut:


وقال بعض العارفين اهل الصبر على ثلاثة مقامات أولها ترك الشهوة وهذه درجة التائبين وثانيها الرضا بالمقدور وهذه درجة الزاهدين وثالثها المحبة لما يصنع به مولاه وهذه درجة الصديقين 


Artinya, “Sebagian ulama makrifat mengatakan, ‘Orang sabar terdiri atas tiga tingkatan. Pertama, orang yang sabar meninggalkan syahwat. Ini derajat orang yang bertobat. Kedua, ridha (menerima) atas takdir. Ini derajat orang yang zuhud. Ketiga, mencintai apa yang dilakukan Allah terhadapnya. Ini derajat orang yang as-shiddiq,’” (Imam Al-Ghazali, Ihya Ulumiddin, [Beirut, Darul Fikr: 2018 M/1439-1440 H], juz IV, halaman 72).


Imam Al-Ghazali menjelaskan secara rinci pada Bab Mahabbah Kitab Ihya Ulumiddin, kenapa mahabbah lebih tinggi kedudukannya daripada sekadar ridha; sebagaimana maqam ridha memiliki kedudukan lebih tinggi daripada maqam sabar. (Imam Al-Ghazali, 2018 M/1439-1440 H: IV/72).


Surat Al-Baqarah ayat 153 menunjukkan betapa bahagianya orang-orang yang bersabar karena mereka mendapat pertolongan, bimbingan, dan pendampingan Allah. Surat Al-Baqarah ayat 153 menjelaskan kebersamaan Allah dan orang yang bersabar:


يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱسْتَعِينُوا۟ بِٱلصَّبْرِ وَٱلصَّلَوٰةِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّٰبِرِينَ  


Artinya, “Wahai orang-orang yang beriman, jadikan sabar dan shalat sebagai penolongmu. Sungguh Allah bersama orang-orang yang sabar.” (Surat Al-Baqarah ayat 153).


Allah menjanjikan orang yang bersabar dengan ganjaran yang tidak terhitung atau tidak terkira terkait apa dan berapanya.


إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ


Artinya, “Orang-orang yang sabar akan digenapi ganjarannya dengan tak terhitung,” (Surat Az-Zumar ayat 10).


Orang yang bersabar juga akan diberikan ganjarann oleh Allah dengan ganjaran yang tak terhingga dan tak terduga baik secara kualitas maupun kuantitas. Wallahu a’lam. (Alhafiz Kurniawan)



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Tasawuf/Akhlak Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×