Ini Tiga Derajat Sabar dalam Kajian Tasawuf
NU Online · Jumat, 8 April 2022 | 05:30 WIB
Allah menjanjikan orang yang bersabar dengan ganjaran yang tidak terhitung atau tidak terkira terkait apa dan berapanya.
Alhafiz Kurniawan
Penulis
Sabar secara umum diartikan menahan diri. Sabar mengandung keutamaan dalam agama Islam. Sabar atas maksiat mencegah orang dari perbuatan keji. Sabar dalam taat menguatkan orang dalam menjalankan perintah agama. Sabar atas musibah dan malapetaka meneguhkan hati seseorang dalam mengalami kepahitan hidup.
Para wali membagi jenis sabar pada tiga tingkatan. Mereka merinci sabar ke dalam tiga maqam berdasarkan tingkat beban dan sikap orangnya yang berbeda. Pandangan para wali ini dikutip oleh Imam Al-Ghazali dalam Kitab Ihya Ulumiddin sebagai berikut:
وقال بعض العارفين اهل الصبر على ثلاثة مقامات أولها ترك الشهوة وهذه درجة التائبين وثانيها الرضا بالمقدور وهذه درجة الزاهدين وثالثها المحبة لما يصنع به مولاه وهذه درجة الصديقين
Artinya, “Sebagian ulama makrifat mengatakan, ‘Orang sabar terdiri atas tiga tingkatan. Pertama, orang yang sabar meninggalkan syahwat. Ini derajat orang yang bertobat. Kedua, ridha (menerima) atas takdir. Ini derajat orang yang zuhud. Ketiga, mencintai apa yang dilakukan Allah terhadapnya. Ini derajat orang yang as-shiddiq,’” (Imam Al-Ghazali, Ihya Ulumiddin, [Beirut, Darul Fikr: 2018 M/1439-1440 H], juz IV, halaman 72).
Imam Al-Ghazali menjelaskan secara rinci pada Bab Mahabbah Kitab Ihya Ulumiddin, kenapa mahabbah lebih tinggi kedudukannya daripada sekadar ridha; sebagaimana maqam ridha memiliki kedudukan lebih tinggi daripada maqam sabar. (Imam Al-Ghazali, 2018 M/1439-1440 H: IV/72).
Surat Al-Baqarah ayat 153 menunjukkan betapa bahagianya orang-orang yang bersabar karena mereka mendapat pertolongan, bimbingan, dan pendampingan Allah. Surat Al-Baqarah ayat 153 menjelaskan kebersamaan Allah dan orang yang bersabar:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱسْتَعِينُوا۟ بِٱلصَّبْرِ وَٱلصَّلَوٰةِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّٰبِرِينَ
Baca Juga
Bersabar dan Memberi Maaf
Artinya, “Wahai orang-orang yang beriman, jadikan sabar dan shalat sebagai penolongmu. Sungguh Allah bersama orang-orang yang sabar.” (Surat Al-Baqarah ayat 153).
Allah menjanjikan orang yang bersabar dengan ganjaran yang tidak terhitung atau tidak terkira terkait apa dan berapanya.
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ
Artinya, “Orang-orang yang sabar akan digenapi ganjarannya dengan tak terhitung,” (Surat Az-Zumar ayat 10).
Orang yang bersabar juga akan diberikan ganjarann oleh Allah dengan ganjaran yang tak terhingga dan tak terduga baik secara kualitas maupun kuantitas. Wallahu a’lam. (Alhafiz Kurniawan)
Terpopuler
1
Rais 'Aam PBNU KH Miftachul Akhyar Kunjungi Tambakberas, Cek Persiapan Muktamar Ke-35 NU
2
Hukum Memotret Diam-diam Tanpa Izin dan Menyebarluaskannya di Media Sosial
3
Besok Sunnah Puasa Ayyamul Bidh Safar 1448 H, Pahalanya Setara Puasa Setahun
4
PBNU Siapkan Peluncuran Sa'adatuna, Ekosistem Digital Penghubung Warga NU hingga Akar Rumput
5
Meski Diancam AS, Anwar Ibrahim Tetap Larang Warga Israel Masuk Malaysia
6
Hery Haryanto Azumi Siap Maju Calon Ketua Umum PBNU, Tawarkan Transformasi NU
Terkini
Lihat Semua