Nikah/Keluarga

Tips Parenting: Ajarkan Anak Bersyukur Lewat Kata ‘Terima Kasih’

Ahad, 18 Januari 2026 | 05:00 WIB

Tips Parenting: Ajarkan Anak Bersyukur Lewat Kata ‘Terima Kasih’

Tips Parenting (freepik)

Terkadang, kata “terima kasih” terdengar sederhana, bahkan sepele. Namun, di balik kata itu tersimpan makna yang sangat dalam. Dengan mengucapkan “terima kasih”, seorang anak belajar menghargai setiap kebaikan yang ia terima, termasuk kasih sayang, perhatian, dan pengorbanan yang diberikan oleh orang tuanya.

 

Dalam kehidupan anak, orang tua menempati posisi yang sangat mulia. Sejak lahir, anak telah menerima kasih sayang yang tak terhingga, pengorbanan, serta perhatian tanpa batas dari kedua orang tuanya. Tidak heran jika Islam menekankan bahwa berbakti dan bersyukur kepada orang tua bukan sekadar anjuran, tetapi kewajiban yang seharusnya dijalankan seorang anak.

 

Lebih jauh, dalam Islam, syukur dan bakti kepada orang tua bukan sekadar anjuran; ini adalah tuntunan yang harus dijalankan oleh setiap anak. Bahkan kedudukannya sangat tinggi, hanya berada di bawah bakti dan syukur kepada Allah SWT.

 

Hal ini ditegaskan Allah dalam surat Luqman [31]: 14, Allah berfiman:

 

وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِۚ حَمَلَتْهُ اُمُّهٗ وَهْنًا عَلٰى وَهْنٍ وَّفِصَالُهٗ فِيْ عَامَيْنِ اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِوَالِدَيْكَۗ اِلَيَّ الْمَصِيْرُ

 

Artinya; “Kami mewasiatkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. (Wasiat Kami,) “Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu.” Hanya kepada-Ku (kamu) kembali.”

 

Imam At-Thabari menjelaskan bahwa ayat ini menjelaskan pentingnya berbakti kepada orang tua, terutama kepada seorang ibu yang telah mengandung, melahirkan, menyusui, dan menyapih anak selama dua tahun. Ayat ini juga menekankan:

 


اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِوَالِدَيْكَۗ 

 

Artinya, anak diperintahkan bersyukur kepada Allah atas segala nikmat-Nya, sekaligus bersyukur kepada orang tua atas pendidikan, perhatian, dan pengorbanan mereka. Semua usaha orang tua dalam merawat dan mendidik anak hingga mampu mandiri adalah sesuatu yang pantas disyukuri. (Abu Ja’far At-Thabari, Jāmi’ul Bayān ‘an Ta’wīl āyil Qurān, Mekkah: Darut Tarbiyyah wat Turats, 2010, Jilid 20, hal. 136–138).

 

Dengan demikian, mengucapkan terima kasih kepada orang tua adalah bagian dari birrul walidain, perbuatan baik kepada orang tua, yang menjadi wujud bakti seorang anak. Ucapan sederhana ini adalah bentuk penghargaan atas kasih sayang, perhatian, dan pengorbanan yang tidak bisa dibayar dengan apapun.

 

Terima Kasih Sebagai Sarana Pendidikan Karakter

 

Selain sebagai wujud bakti, ucapan terima kasih juga sarat makna sebagai media pendidikan karakter. Ketika anak terbiasa mengucapkan terima kasih, mereka belajar untuk bersyukur, rendah hati, menghormati orang lain, dan berperilaku santun dalam interaksi sosial.

 

Ucapan terima kasih bukan hanya soal kata-kata manis saat menerima sesuatu. Ia adalah fondasi pembentukan akhlak mulia sejak dini. Rasulullah SAW bersabda:

 

 

مَنْ لَمْ ‌يَشْكُرِ ‌النَّاسَ، لَمْ ‌يَشْكُرِ ‌اللهَ عَزَّ وَجَلَّ

 

 

Artinya; “Barang siapa yang tidak bersyukur kepada manusia, ia tidak bersyukur kepada Allah ‘Azza Wajalla” (HR. Ahmad)

 

Hadits ini menunjukkan bahwa bersyukur kepada orang lain adalah bukti syukur kepada Allah. Setiap kebaikan yang diterima anak dari orang lain, termasuk dari orang tua, sebenarnya adalah nikmat Allah yang disalurkan melalui sesama manusia.

 

Membiasakan anak mengucapkan terima kasih juga menanamkan karakter positif yang akan membantunya membangun hubungan baik dengan Allah dan sesama manusia. Dalam Islam, hubungan dengan Allah dan manusia saling berkaitan erat. Maka, pendidikan karakter melalui ucapan terima kasih bukan sekadar sopan santun, tetapi juga menumbuhkan kesadaran spiritual untuk selalu bersyukur.

 

Orang tua yang konsisten mengajarkan anak untuk mengucapkan terima kasih sebenarnya sedang menanamkan benih karakter positif. Anak akan belajar menghargai kebaikan orang lain, memiliki empati, dan menumbuhkan rasa syukur yang tulus. Seiring waktu, sifat ini akan menjadi bagian dari kepribadiannya.

 

Menjadi Anak yang Tahu Berterima Kasih

 

Kata “terima kasih” memang sederhana, tetapi kekuatannya luar biasa. Dengan mengucapkannya, anak menunjukkan bakti kepada orang tua sekaligus menumbuhkan karakter mulia dalam dirinya. Mereka belajar menghargai pengorbanan, mencintai kebaikan, dan menjalin hubungan baik dengan sesama serta Allah SWT.

 

Untuk orang tua, momen ini adalah kesempatan emas untuk menanamkan nilai-nilai hidup yang abadi. Dengan kesabaran, kasih sayang, dan keteladanan, ucapan terima kasih akan menjadi jembatan bagi anak untuk tumbuh menjadi pribadi yang bersyukur, santun, dan peduli, karakter yang tidak hanya bermanfaat bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi lingkungan dan masyarakat.

 

Dengan begitu, ucapan terima kasih tidak lagi sekadar kata, tapi sebuah gerbang menuju hati yang hangat, rasa syukur yang tulus, dan kehidupan yang penuh kasih.

 

-----------

Ustadzah Siti Amiratul Adibah, Mahasiswa Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang, Alumnus Pondok Pesantren As'ad Jambi dan Ma'had Aly Situbondo.