Bermakmum pada Imam yang Rusak Bacaannya
NU Online ยท Selasa, 1 April 2014 | 20:01 WIB
Bagaimana hukumnya bermakmum kepada imam yang rusak bacaannya? Apakah perlu mufaraqah? Lalu cara mufaroqoh dalam shalat bagaimana juga. trimakasih. Nasywa<>
Sdr.Nasywa yang kami hormati.
Shalat berjama'ah merupakan anjuran yang sangat ditekankan oleh Rasulullah. Dalam madzhab syafi'i dinyatakan sebagai sunnah muakkadah. Dalam sholat jama'ah meniscayakan adanya imam dan makmum serta ketentuan-ketentuan yang harus diperhatikan oleh imam dan makmum.
Diantara ketentuan tersebut adalah tidak sah shalatnya makmum yang baik bacaanย fatihahnya (qari') mengikuti (bermakmum) dengan orang yang bacaan fatihahnya cacat. Dengan demikian, ketika si makmum mengetahui bahwa bacaan fatihah imam cacat, maka ia harus mufaraqah (niat keluar dari jama'ah dan tidak mengikuti shalat imam lagi). Hal ini banyak dibicarakan dalam kitab-kitab fiqih madzhab Syafi'i seperti Fathul Qarib, Fathul Mu'in, Asnal Mathalib dan lain-lain. ย Dalam Asnal-Mathalib disebutkan:
ููููุง) ููุฏูููุฉู (ุจูู ููู ููุนูุฌูุฒู) ุจูููุณูุฑู ุงููุฌููู ู ุฃูููุตูุญู ู ููู ููุชูุญูููุง (ุนููู ุงููููุงุชูุญูุฉูุ ุฃููู ุนููู ุฅุฎูุฑูุงุฌู ุญูุฑููู) ู ูููููุง (ู ููู ู ูุฎูุฑูุฌูููุ ุฃููู ุนููู ุชูุดูุฏููุฏู) ู ูููููุง (ููุฑูุฎูุงููุฉู ููุณูุงูููู) ูููููู ููู ุงูุณููุฑูููููุฉูุ ููุฃูููู ุงููุฅูู ูุงู ู ุจูุตูุฏูุฏู ุชูุญูู ูููู ุงููููุฑูุงุกูุฉูุ ููููุฐูุง ููุง ููุตูููุญู ูููุชููุญูู ูููู
Artinya: Dan tidakย (sah) bermakmum dengan orang yang tidak dapat membaca surat Al-Fatihah sesuai dengan mahraj atau tasydidnya karena mengendornya lidahnya, meskipun dalam shalat yang imam tidak dianjurkan mengeraskan suara karena sesungguhnya imam menjadi penanggung jawab fatihah makmum, sementara orang ini (yang tidak mampu membaca fatihah dengan baik) tidak layak untuk itu.ย
Cara mufaraqah yang baik dan tidak membuat gejolak dalam shalat jama'ah menurut hemat kami adalah dengan tetapย menjaga dan mengatur ritme shalat seperti ritme imamnya, agar nantinya gerak gerik dan bacaanย tetap bersamaan dengan imam sampai selesai shalat, namun yang perlu diperhatikan disini adalah jangan sampai ada jeda waktu kosong makmum yang mufaraqah dari aktivitas-aktivitas yang ditentukan dalam shalat biar tidak ada kesan menunggu imam (intidhar).
Jawaban ini mudah-mudahan bermanfaat bagi kita, sehingga dapat melaksanakan shalat jama'ah sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan. Amin.ย
ย
Mahtuhan
Terpopuler
1
RAPBN 2027 untuk Program MBG Capai Rp240 Triliun, Setara 29 Persen dari Anggaran Pendidikan
2
Gus Ipul Targetkan DPT Muktamar Ke-35 NU Rampung 17 Agustus 2026, Sebut Progres SK 95 Persen
3
Kompensasi kepada Pemilih dengan Dalih Transportasi atau Ongkos Kerja untuk Memengaruhi Pilihan adalah Haram dan Suap
4
Jusuf Kalla Buka Suara soal Kerusuhan di Aceh: Konflik Internal, Bukan ke Pemerintah Pusat
5
Enam Ruko di Lokasi Pembukaan Muktamar Ke-35 NU Dibongkar, Pedagang Dapat Kompensasi
6
RAPBN 2027 Dana Pendidikan Rp240 Triliun untuk MBG, JPPI: Jangan Pelintir Putusan MK
Terkini
Lihat Semua