Redaksi Bahtsul Masa'il NU Online yang saya cintai. Saya sayang dengan hewan terkhusus kucing dan tidak tega bila ada hewan yang teraniaya bahkan sampai mati. Bolehkah saya berdoa untuk mereka? Mohon penjelasannya, terima kasih. Wassalamu 'alaikum wr. wb. (Aditya PM/Kroyakan, Pekalongan)
Jawaban
Assalamu ’alaikum wr. wb.
Penanya yang budiman, semoga Allah selalu menurunkan rahmat-Nya kepada kita semua. Sebagai Muslim, kita diperintahkan untuk menebarkan kasih sayang kepada semua makhluk yang ada di muka bumi. Sebuah hadits mengatakan sebagai berikut:
Artinya, “Sayangilah penduduk bumi, niscaya penduduk langit akan menyayangimu,” (HR Bukhari).
Menurut Ibnu Baththal, hadits tersebut sangat menekankan untuk menyayangi manusia, tanpa peduli apapun agamanya. Bahkan termasuk di dalamnya adalah menyayangi binatang baik piaraan maupun binatang liar. Demikian sebagaimana dikemukakan Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitab Fathul Bari bi Syarhi Shahihil Bukhari.
Artinya, “Ibnu Baththal berkata, bahwa dalam hadits tersebut menekankan untuk menyayangi semua makhluk, baik mukmim, kafir, binatang peliharaan maupun liar” (Lihat, Ibnu Hajar al-Asqalani, Fathul Bari bi Syarhi Shahihil Bukhari, Beirut, Darul Ma’rifah, 1379 H, juz X, halaman 440).
Jika penjelasan singkat ini ditarik dalam konteks pertanyaan di atas, maka dalam pandangan kami hukum mendo’akan hewan kucing adalah diperbolehkan apalagi jika kucing tersebut dalam kondisi sakit. Karena do’a itu merupakan salah satu wujud dari kasih sayang.
Namun persoalannya tidak sampai di sini, bagaimana jika kucing tersebut mati, apakah kita boleh mendo’akannya?
Dalam konteks ini karena keterbatasan pengetahuan, kami belum menemukan penjelasan yang memadai. Insya Allah kami akan mencoba menanyakan hal ini kepada para kiai dan masyaikh yang tentu lebih luas pengetahuannya.
Saran kami, tebarkan kasih sayang kepada semua makhluk bumi sehingga makhluk langit akan menyayangi kita.
Demikian jawaban singkat yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari pembaca.
Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,
Wassalamu’alaikum wr. wb.
(Mahbub Ma’afi Ramdlan)
Terpopuler
1
Para Kiai Sepuh ‘Turun Gunung’ Jelang Muktamar 1984
2
BEM PTNU Se-Nusantara Desak DPR RI Evaluasi Menyeluruh Tata Kelola Kejaksaan demi Perkuat Kepercayaan Publik
3
LF PBNU Sebut Suara Dentuman Semalam Berasal dari Meteor Jatuh
4
Ketum PBNU Sebut Tambakberas Jalan Tengah Terbaik untuk Muktamar Ke-35 NU
5
Hukum Memberi Amplop Setelah Shalat Jenazah
6
Kajian Hadits: Bolehkah Orang Fasik Melakukan Amar Makruf–Nahi Mungkar?
Terkini
Lihat Semua