Ini Cara Syar'i Hidupkan Malam Idul Fitri
NU Online ยท Jumat, 23 Juni 2017 | 14:01 WIB
Redaksi Bahtsul Masail NU Online yang saya hormati, sudah lazim pada malam takbiran orang-orang merayakannya dengan keluar rumah untuk takbiran keliling. Sementara bagaimana dengan mereka yang tetap berdiam di dalam kampung. Apakah mereka terhitung sudah mengerjakan sunah menghidupkan malam Id? Mohon penjelasannya. Terima kasih. Wassalamu โalaikum wr. wb. (Yani/Pidie)
Jawaban
Assalamu โalaikum wr. wb.
Penanya yang budiman, semoga Allah SWT menurunkan rahmat-Nya untuk kita semua. Kita dianjurkan oleh agama untuk menghidupkan dengan gembira malam hari raya Idul Fitri atau sering dikenal dengan malam takbiran. Pasalnya, malam Id merupakan salah satu malam mulia yang seyogianya tidak dilewatkan oleh hamba Allah.
Kita dianjurkan untuk mengisi malam Id dengan beribadah kepada Allah SWT. Hanya saja tidak ada ketentuan perihal ibadah apa yang seharusnya dilakukan di malam Id. Artinya, seseorang yang mengambil ibadah apapun bentuknya, maka sesungguhnya ia telah menghidupkan malam Id sebagaimana anjuran kuat agama Islam.
Dari sini kita dapat mengambil simpulan bahwa masalahnya tidak terletak di dalam atau di luar kampung. Masalahnya adalah apakah yang bersangkutan itu beribadah atau tidak; di dalam maupun di luar kampung.
Artinya, โ(Kita) dianjurkan untuk menghidupkan dua malam Id sekalipun jatuh pada hari Jumat dengan pelbagai jenis ibadah seperti sembahyang, tadarus, atau zikir berdasarkan hadits, โSiapa yang menghidupkan dua malam Id, maka Allah akan menghidupkan hatinya pada hari di mana hati manusia mati.โ Kesunahan itu dianggap memadai dengan menghidupkan hampir semalam suntuk ibadah, dengan sembahyang Isya dan Subuh berjamaah, atau bahkan sekadar sembahyang Subuh berjamaah,โ (Lihat Syekh Saโid bin Muhammad Baโasyin, Busyral Karim, Beirut, Darul Fikr, 1433-1434 H/2012 M, juz II, halaman 353).
Dari penjelasan di atas kita dapat menarik simpulan bahwa tradisi takbiran keliling masyarakat juga termasuk bagian dari menghidupkan malam Id. Atau bahkan mereka yang terbaring di rumah sakit juga terbilang telah menghidupkan malam Id hanya dengan zikir, tadarus Al-Quran, sedekah, atau ibadah ringan lainnya.
Hanya saja masyarakat yang ingin melakukan takbir keliling perlu menjaga ketertiban berlalu lintas, menjaga adab di jalanan, dan menghindarkan diri dari penggunaan petasan yang dilarang aparat keamanan.
Demikian jawaban singkat kami. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka dalam menerima kritik dan saran dari para pembaca.
Wallahul muwaffiq ila aqwathih thariq,
Wassalamu โalaikum wr. wb.
(Alhafiz Kurniawan)
Terpopuler
1
Jalur Banda Aceh-Medan Macet Panjang, Ansor Imbau Pemudik Utamakan Keselamatan
2
Prabowo Klaim Pemulihan Aceh Hampir 100 Persen, NU Aceh Tamiang: 70 Persen Warga Masih Mengungsi
3
DPR Ingatkan Mutu Pendidikan di Tengah Wacana PJJ untuk Efisiensi Energi
4
Raih Lima Keutamaan Ini dengan Laksanakan Puasa Syawal
5
Merawat Sanad Keilmuan melalui Silaturahmi Guru di Hari Raya
6
Laksanakan Puasa Qadha Ramadhan dan Syawal Sekaligus
Terkini
Lihat Semua