Kisah Sahabat Rasul yang Selalu Membuat Anaknya Gembira
NU Online · Selasa, 30 Juni 2020 | 07:45 WIB
Alhafiz Kurniawan
Penulis
Sayyidina Ali bin Abu Thalib RA menceritakan bahwa suatu hari seorang laki-laki mendatangi Nabi Muhammad SAW. Ia duduk bersimpuh di hadapan Rasulullah SAW yang sedang duduk bersama sahabat lainnya. Ia datang dengan maksud mengadukan persoalannya.
“Ya Rasulullah. Aku telah berdosa. Aku mohon kautebus dosaku,” kata laki-laki tersebut memohon dengan kerendahan hati.
“Memang apa dosamu?” tanya Rasulullah SAW.
“Aku malu mengatakannya.”
“Apakah kau malu mengatakannya kepadaku. Tetapi mengapa kau tidak malu kepada Allah. Padahal Dia melihatmu. Bangun! Pergilah agar api (azab) tidak menimpa kami,” kata Rasulullah meninggi.
Laki-laki itu kemudian bangkit dan meninggalkan Rasulullah SAW bersama para sahabatnya. Air matanya jatuh menetes. Ia pergi dengan perasaan sia-sia dan putus asa, lalu hilang dari pandangan para sahabat.
Jibril AS lalu mendatangi Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya. Ia menegur sikap Rasulullah SAW terhadap mereka yang datang menyerahkan diri untuk penebusan dosa.
“Wahai Muhammad Rasulullah, mengapa kau membuat laki-laki yang berdosa tadi putus asa? Padahal ia memiliki tebusan (kafarah) meski dosanya begitu banyak,” kata Jibril AS.
“Apa kafarah yang ia miliki?” tanya Rasulullah SAW.
“Laki-laki itu mempunyai anak kecil di rumah. Kalau ia pulang, anak kecil itu selalu menyambut ayahnya dengan gembira. Laki-laki itu memberikan makanan atau mainan yang membuatnya gembira. Jika anaknya gembira, maka itulah kafarah baginya,” kata Jibril AS.
*
Kisah ini diangkat oleh Syekh M Nawawi Al-Bantani dalam Kitab Qami‘ut Thughyan ala Manzhumah Syu’abil Iman (Indonesia, Daru Ihyail Kutubil Arabiyyah: tanpa tahun), halaman 26. Wallahu a‘lam.
Alhafiz Kurniawan, Redaktur Keislaman NU Online
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Menjaga Hati dari Iri kepada Nikmat Orang Lain
2
Rabu-Kamis Matahari di Atas Ka'bah Tepat, Saatnya Pastikan Arah Kiblat secara Akurat
3
Khutbah Jumat: Safar Bukan Bulan Sial
4
Khutbah Jumat: Di Era Viral, Jangan Kehilangan Rasa Malu kepada Allah
5
Khutbah Jumat: Belajar dari Kisah Nabi Ya’qub dalam Menjauhi Sifat Putus Asa
6
Khutbah Jumat: Tetap Mencari Rezeki Halal di Tengah Tantangan Ekonomi
Terkini
Lihat Semua