Peran Akal dalam Memahami Ketuhanan Menurut Ibnu Rusyd
Akal dan wahyu tak bertentangan. Filsafat dan syariat bersatu membawa manusia memahami tauhid secara mendalam.
Kumpulan artikel kategori Ilmu Tauhid
Akal dan wahyu tak bertentangan. Filsafat dan syariat bersatu membawa manusia memahami tauhid secara mendalam.
Banyak ulama menegaskan bahwa tidak semua perkara baru dihukumi sebagai bid’ah yang sesat.
Pikiran yang terlintas secara spontan dalam benak seseorang tidak serta-merta memiliki konsekuensi hukum, baik dalam ranah dosa maupun pahala.
Banyak kisah-kisah luar biasa dan di luar nalar yang menyebar di tengah masyarakat. Apakah semuanya itu karamah?
Benarkah iblis lebih pintar dari manusia? Begini penjelasannya.
Ketika anak-anak mulai bertanya wujud Allah seperti apa? orang tua bisa memberikan jawaban sebagaimana ilustrasi dialog ini.
Mengapa Tuhan tidak perlu dibuktikan dengan data empiris? Begini penjelasannya.
Untuk mengenalkan dan menanamkan tauhid pada anak, Surat Al-Ikhlash bisa menjadi rujukan orang tua.
Ketika anak bertanya, "Ayah, Allah itu ada di mana? Kalau manusia punya rumah, Allah juga punya tempat tinggal, kan?" Bagaimana cara menjawabnya?
Tuhan dan sifat-sifat-Nya jelas berstatus qadim tanpa permulaan. Bagaimana dengan nama-Nya?
Dajjal kerap muncul sebagai salah satu sosok yang paling misterius terkait tanda besar kiamat. Apakah Dajjal merupakan sosok, atau simbol kejahatan?
Jika Allah benar-benar ada, mengapa Ia ciptakan pembunuh, koruptor, dan pemerkosa? Begini penjelasannya.