Khutbah Jumat: Jari Jemari dan Penguatan Dakwah Digital
Khutbah Jumat ini mengajak jamaah untuk mengoptimalkan jari jemari sebagai sarana memperkuat dakwah di era digital.
Temukan semua artikel keislaman terbaru
Khutbah Jumat ini mengajak jamaah untuk mengoptimalkan jari jemari sebagai sarana memperkuat dakwah di era digital.
Ajak diri untuk istiqamah membaca Al-Qur’an, memahami maknanya, dan menjadikannya petunjuk hidup menuju ridha Allah.
Zuhud bukan menjauhi dunia, tapi membebaskan hati dari jeratnya.
Tasawuf dan fiqih bukan dikotomi, tapi sinergi menuju kesempurnaan zahir dan batin dalam diri seorang muslim.
Menanamkan sikap tawadhu di tengah kehidupan masyarakat urban menjadi penting demi terjaganya keseimbangan duniawi dan ukhrawi.
Raja adalah harapan aktif dan optimisme yang mendorong kerja nyata, bukan angan pasif yang melemahkan semangat.
Dzikir bukan hanya ritual formal yang terpisah dari kehidupan sehari-hari, justru ia adalah nafas yang selalu hadir, menyatu dengan kehidupan manusia.
Santri tak hanya diajar membaca kitab, tapi juga membaca hati. Menimba ilmu dengan menundukkan ego, menghormati guru, menjaga lisan, & menata niat.
Ikhlas adalah seni memurnikan niat dan menata hati agar tetap tenang, fokus, dan tulus di tengah hiruk pikuk dunia modern.
Tulisan ini menjelaskan makna hakiki istiqamah menurut para ulama klasik dan aplikasinya dalam kehidupan modern yang penuh distraksi dan tantangan.
Tulisan ini membahas konsep takhalli sebagai tahap awal pembersihan hati dari sifat tercela menuju pembentukan karakter dan spiritualitas Islami.
Ragu sudah baca Al-Fatihah atau belum saat shalat, apakah harus diulang? Inilah jawabanyya.