Khutbah

Khutbah Jumat: Membangun Keluarga Ideal dan Harmonis 

Kam, 16 Mei 2024 | 15:00 WIB

Khutbah Jumat: Membangun Keluarga Ideal dan Harmonis 

Ilustrasi keluarga. (Foto: NU Online/Freepik)

Keluarga ideal dan harmonis merupakan impian dan harapan setiap orang. Dengan menjalin hubungan kekeluargaan yang baik, maka semua yang berkaitan dengan kekeluargaan akan berjalan dengan baik pula, sehingga pokok utama dari pernikahan akan diraih, yaitu sakinah mawaddah wa rahmah. Semua itu bisa didapatkan dengan cara saling mendukung dan peduli antara yang satu dengan yang lainnya, saling memahami dan menyayangi.

 

Naskah khutbah Jumat berikut ini dengan judul, “Khutbah Jumat: Membangun Keluarga Ideal dan Harmonis”. Untuk mencetak naskah khutbah Jumat ini, silakan klik ikon print berwarna merah di atas atau bawah artikel ini (pada tampilan desktop). Semoga bermanfaat!

 

Khutbah I

 

الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي تَفَرَّدَ فِي أَزَلِيَّتِهِ بِعِزِّ كِبْرِيَائِهِ، وَتَوَحَّدَ فِي صَمَدِيَّتِهِ بِدَوَامِ بَقَائِهِ، وَنَوَّرَ بِمَعْرِفَتِهِ قُلُوْبَ أَوْلِيَائِهِ، اَلدَّاعِي اِلَى بَابِهِ وَالْهَادِي لِأَحْبَابِهِ وَالْمُتَفَضِّلِ بِإِنْزَالِ كِتَابِهِ، تَبْصِرَةً وَذِكْرَى لِلْإِسْتِعْدَادِ لِيَوْمِ لِقَائِهِ. فَسُبْحَانَ مَنْ تَقَرَّبَ بِرَأْفَتِهِ وَرَحْمَتِهِ، وَتَعَرَّفَ اِلىَ عِبَادِهِ بِمَحَاسِنِ صِفَاتِهِ، فَانْبَسَطُوْا لِذِكْرِهِ وَدُعَائِهِ. آحْمَدُهُ حَمْدَ مُعْتَرِفٍ بِالْعَجْزِ عَنْ آلاَئِهِ، مُنْتَظِرٍ زَوَائِدَ بِرِّهِ وَوَلاَئِهِ

 

أَشْهَدُ أَنْ لَااِلهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، شَهَادَةً ضَمِنَ الْحُسْنَى لِقَائِلِهَا يَوْمَ لِقَائِهِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ خَاتَمُ أَنْبِيَائِهِ وَسَيِّدِ أَصْفِيَائِهِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ، وَمَنِ اقْتَفَى أثَرَهُمْ اِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ فَفَازَ بِاقْتِفَائِهِ. أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَاِيَّايَ أَوَّلاً بِتَقْوَى اللهِ تَعَالىَ وَطَاعَتِهِ، بِامْتِثَالِ أَوَامِرِهِ وَاجْتِنَابِ نَوَاهِيْهِ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئاً وَيَجْعَلَ اللّٰهُ فِيهِ خَيْراً كَثِيراً

 

Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati oleh Allah

Mari kita awali khutbah Jumat ini dengan ungkapan syukur dan terimakasih kepada Allah swt, yaitu dengan senantiasa melafalkan kalimat al-hamdulillahi rabbil âlamin, atas segala nikmat dan taufik yang telah diberikan kepada kita semua, terkhusus nikmat Islam dan sehat, sehingga kita bisa senantiasa istiqamah menjalankan ibadah wajib ini. Mudah-mudahan ibadah yang kita lakukan ini diterima oleh Allah swt, dan mendapatkan balasan yang sebaik-baiknya.

 

Shalawat dan salam mari kita haturkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad saw, allahumma shalli ‘alâ Muhammad wa ‘alâ alih wa sahbih, yang telah berhasil menjadi teladan bagi kita semua dalam menjalankan ibadah dan kehidupan di dunia ini, terkhusus teladan dalam membangun rumah tangga yang baik dan harmonis, sehingga terciptalah keluarga yang bahagia dan rukun. Semoga kita semua yang hadir pada siang hari ini diakui sebagai umatnya dan bisa mendapatkan syafaatnya kelak di hari kiamat. Amin ya rabbal âlamin.

 

Selanjutnya, sudah menjadi kewajiban bagi kami selaku khatib untuk senantiasa mengajak kepada diri kami pribadi, keluarga dan semua jamaah yang hadir pada pelaksanaan shalat Jumat ini, untuk terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah swt, yaitu dengan cara mengerjakan semua kewajiban dan meninggalkan larangan-Nya. Pentingnya takwa ini sebagaimana difirmankan dalam Al-Qur’an, bahwa ia menjadi satu-satunya bekal yang akan kita bawa menuju akhirat. Allah swt berfirman:

 

وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الأَلْبَابِ

 

Artinya, “Bawalah bekal, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat.” (QS Al-Baqarah [2]: 197).

 

Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati oleh Allah

Salah satu cara yang untuk meningkatkan ketakwaan dan keimanan kepada Allah swt yang harus kita lakukan adalah dengan cara membangun keluarga yang baik, ideal, dan harmonis. Keluarga yang ideal dan harmonis akan saling mendukung, saling menghormati dan saling peduli satu sama yang lain. Mereka akan memiliki hubungan yang kuat dan saling memahami. Berkaitan dengan hal ini, Allah swt berfirman dalam Al-Qur’an:

 

وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئاً وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْراً كَثِيراً

 

Artinya, “Dan bergaullah dengan mereka menurut cara yang patut. Jika kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan kebaikan yang banyak padanya.” (QS An-Nisa’ [4]: 19).

 

Merujuk penjelasan Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur’anil Azhim, ayat di atas menjadi spirit bagi kita semua untuk berusaha membangun keluarga yang baik dan harmonis. Caranya adalah dengan memperbaiki kata-kata, tidak mengeluarkan kata-kata yang buruk, memperindah perilaku dan tingkah laku sehari-hari, serta suami memenuhi semua hak-hak istri yang telah diwajibkan kepadanya, dan istri memberikan semua hak-hak suami.

 

Membangun keluarga ideal dan harmonis tidak hanya menjadi tanggung jawab seorang suami saja, namun juga menjadi kewajiban seorang istri. Dengan kata lain, suami dan istri harus bekerja sama dalam hal membangun rumah tangga yang baik. Kewajiban suami kepada istrinya harus dipenuhi, begitu juga kewajiban seorang istri kepada suaminya. Karena itu, dalam Al-Qur’an Allah swt menyebutkan bahwa wanita juga memiliki hak dan tanggung jawab kepada suaminya, sesuai dengan kelayakan masing-masing. Allah swt berfirman:

 

وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ وَلِلرِّجَالِ عَلَيْهِنَّ دَرَجَةٌ

Artinya, “Dan mereka (para perempuan) mempunyai hak seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang patut. Tetapi para suami mempunyai kelebihan di atas mereka.” (QS Al-Baqarah, [2]: 228).

 

Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati oleh Allah

Sebagai umat Nabi Muhammad saw, sudah sepatutnya kita semua mencontoh dan meneladaninya dalam membangun rumah tangga yang baik dan harmonis. Rasulullah merupakan potret seorang pemimpin rumah tangga yang telah berhasil menciptakan keluarga yang sangat baik. Karena itu, ia berpesan kepada kita semua bahwa laki-laki yang baik adalah mereka yang berhasil membangun keluarga yang baik. Pesan ini sebagaimana disebutkan dalam riwayat at-Tirmidzi, yaitu: 

 

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لأهْلِهِ، وَأَنَا خَيْرُكُمِ لِأَهْلِي

 

Artinya, “Sebaik-baik kalian adalah (suami) yang paling baik terhadap keluarganya, dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku.” (HR At-Tirmidzi, dengan status hadits sahih dalam at-Taisir Jami’is Shagir).

 

Dalam riwayat lain juga disebutkan, Rasulullah saw bersabda:

 

أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا، وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ

 

Artinya, “Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah mereka yang paling baik akhlaknya. Dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada istrinya.” (HR at-Tirmidzi dalam Jam’ul Jawami’, dan dinilai hadits hasan).

 

Ada banyak hal yang patut untuk dicontoh bagi kita semua dalam membangun keluarga yang baik dan harmonis, salah satunya adalah sebagaimana disebutkan oleh Syekh Muhammad at-Thanthawi dalam Tafsir Al-Wasith, bahwa Rasulullah selalu memperlakukan istrinya dengan baik, murah senyum kepada keluarganya, memanja istrinya, memberikan nafkah yang lebih dari kebutuhannya, serta mengajak keluarganya untuk bermain bersama dengannya. 

 

Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah

Demikian adanya khutbah Jumat perihal membangun keluarga yang baik dan harmonis. Semoga kita semua yang hadir pada pelaksanaan shalat Jumat ini bisa meneladani semua yang dicontohkan oleh Rasulullah saw dalam membangun keluarga yang baik dan harmonis, dan kita semua digolongkan dalam hadits-hadits di atas, yaitu laki-laki terbaik yang bisa menciptakan kebaikan untuk keluarganya. Amin ya rabbal alamin.

 

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ. بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ: وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجاً لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآياتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ هَذَا الْيَوْمِ الْكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَاِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الصَّلَاةِ وَالصَّدَقَةِ وَتِلَاوَةِ الْقُرْاَنِ وَجَمِيْعِ الطَّاعَاتِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ جَمِيْعَ أَعْمَالِنَا إِنَّهُ هُوَ الْحَكِيْمُ الْعَلِيْمُ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

 

Khutbah II

 

اَلْحَمْدُ للهِ حَمْدًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَااِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، اِلَهٌ لَمْ يَزَلْ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ وَكِيْلًا. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَحَبِيْبُهُ وَخَلِيْلُهُ، أَكْرَمُ الْأَوَّلِيْنَ وَالْأَخِرِيْنَ، اَلْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ كَانَ لَهُمْ مِنَ التَّابِعِيْنَ، صَلَاةً دَائِمَةً بِدَوَامِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِيْنَ

 

أَمَّا بَعْدُ: فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اِتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَذَرُوْا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ. وَحَافِظُوْا عَلَى الطَّاعَةِ وَحُضُوْرِ الْجُمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ وَالصَّوْمِ وَجَمِيْعِ الْمَأْمُوْرَاتِ وَالْوَاجِبَاتِ. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ بِنَفْسِهِ. وَثَنَى بِمَلَائِكَةِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ. إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً

 

اللهم صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِيْ العَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اللهم اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وِالْأَمْوَاتِ. اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَةً، اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

 

عِبَادَ اللهِ، اِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِيْ الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرُكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

 

Ustadz Sunnatullah, Pengajar di Pondok Pesantren Al-Hikmah Darussalam Durjan Kokop Bangkalan Jawa Timur.