NU Online
Keislaman
Advertisement Banner
600×80
Khutbah

Khutbah Jumat: Meneladan Semangat Rasulullah di Bulan Sya’ban

NU Online·
Khutbah Jumat: Meneladan Semangat Rasulullah di Bulan Sya’ban
khutbah Jumat (Freepik)
Bagikan:

Rasulullah Saw adalah manusia yang paling pantas dijadikan idola dan teladan bagi kita semua. Salah satu sifat mulia beliau yang bisa kita tiru adalah semangatnya di bulan Sya’ban.

Dalam khutbah Jumat kali ini, dengan judul “Bersemangat di Bulan Sya’ban ala Rasulullah”, kita diajak untuk meneladani semangat Nabi dalam beribadah dan memperbanyak amalan di bulan yang istimewa ini. 

Untuk mencetak naskah khutbah ini, silakan klik ikon print berwarna merah di atas atau di bawah artikel. Semoga khutbah ini bermanfaat dan menjadi inspirasi bagi kita semua.

Khutbah I

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي جَعَلَ الْأَزْمِنَةَ مَوَاسِمَ لِلطَّاعَاتِ، وَخَصَّ بَعْضَهَا بِمَزِيَّةِ الْقُرْبَاتِ، وَفَتَحَ فِيهَا أَبْوَابَ الرَّحْمَاتِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، شَهَادَةً تُزَكِّي الْأَعْمَالَ وَتَرْفَعُ الدَّرَجَاتِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، شَهَادَةً تُوجِبُ مَحَبَّتَهُ، وَتُدْفِعُ السَّيِّئَاتِ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ، أَمَّا بَعْدُ. فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ تَعَالَى، وَ قَدْ قَالَ: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

Jamaah kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah,

Segala puji bagi Allah Swt. Atas kasih sayang-Nya yang tiada terhingga, Dia senantiasa menyertai perjalanan hidup kita. Dengan pertolongan-Nya, berbagai urusan dimudahkan, rizki tercukupi, dan hati dikuatkan dalam menghadapi berbagai keadaan. Oleh karena itu, pada hari Jumat yang penuh keberkahan ini, kita kembali dipertemukan dalam majelis ibadah untuk menata hati menuju kebaikan.

Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad Saw., suri teladan terbaik bagi seluruh umat manusia. Melalui ajaran dan keteladanan beliau, kita diajak menjalani hidup dengan sungguh-sungguh, menjaga akhlak dalam pergaulan, dan menempatkan ibadah sebagai penopang utama kehidupan. Semoga rahmat yang sama juga tercurah kepada keluarga beliau, para sahabat, pengikut setia, serta setiap orang yang berusaha menapaki jalan yang beliau wariskan.

Selanjutnya, marilah kita memperkuat ketakwaan kepada Allah Swt. dengan kesadaran yang lahir dari hati. Takwa merupakan bekal terbaik untuk kehidupan akhirat. Karena itu, hendaklah kita senantiasa menjaga diri agar mati dalam keadaan bertakwa dan tetap berpegang pada agama Islam.

Sebagaiman firman Allah Swt dalam Al-Qur’an surat Ali ‘Imran ayat 102:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.”

Jamaah kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah,

Salah satu sifat mulia Rasulullah Saw yang patut kita teladani adalah semangat Nabi dalam menjalani bulan Sya‘ban. Padahal, jika direnungkan, Sya‘ban bisa terasa berat dan melelahkan, karena di bulan inilah berbagai persiapan untuk menyambut Ramadhan mulai dilakukan, terutama persiapan ekonomi untuk kebutuhan selama sebulan penuh.

Selain itu, Sya‘ban berada di antara dua bulan istimewa, sehingga menimbulkan dilema tersendiri. Di satu sisi, ia hadir setelah Rajab, yang sering diperlakukan sebagai bulan penuh keberkahan. Di sisi lain, ia datang tepat sebelum Ramadhan, bulan yang selalu dinanti dengan gegap gempita pahala dan ibadah.

Namun, Rasulullah Saw tidak pernah bersikap pesimis atau kehilangan semangat, kapan pun waktunya. Saat sebagian dari kita mungkin mulai lalai atau bersantai-santai di bulan Sya‘ban, Nabi Muhammad justru meningkatkan ibadahnya, terutama dengan memperbanyak puasa, sebagai bentuk kesiapan spiritual menyambut Ramadhan.

Sebagaimana hal ini dijelaskan dalam hadits Nabi Muhammad Saw, diriwayatkan oleh Imam Nasa’i bersumber dari Usamah bin Zaid, Nabi bersabda:

حَدَّثَنِي أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ قَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللّٰهِ، ‌لَمْ ‌أَرَكَ ‌تَصُومُ شَهْرًا مِنَ الشُّهُورِ مَا تَصُومُ مِنْ شَعْبَانَ قَالَ: ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ، وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ. 

Artinya: “Usamah bin Zaid bercerita: Aku berkata kepada Rasulullah Saw, ‘Wahai Rasulullah, aku tidak pernah melihat engkau berpuasa dalam bulan-bulan lain, sebanyak engaku berpuasa di bulan Sya’ban.’ Rasulullah Saw menjawab, ‘(Pada bulan Sya’ban) banyak orang yang lalai. Sebab bulan tersebut berada di antara bulan Rajab dan Sya’ban. Padahal, bulan Sya’ban itu adalah waktu pengangkatan amal ibadah ke hadapan Tuhan. Maka aku senang, ketika amalku terangkat, sedangkan aku berpuasa.” (HR. An-Nasa’i)

Jamaah kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah,

Dalam hadits ini, Rasulullah Saw menjelaskan bahwa tak sedikit kaum Muslimin yang lalai di bulan Sya’ban. Hal ini terjadi karena Sya’ban terletak di antara dua bulan istimewa, yaitu Rajab dan Ramadhan.

Pada bulan Rajab, banyak kaum Muslimin menganggap puasa memiliki keistimewaan tersendiri, karena Rajab termasuk bulan Haram yang dihormati. Selain itu, pada bulan ini juga terdapat peringatan peristiwa Isra’ dan Mi’raj, yang menambah keistimewaannya.

Sementara itu, di bulan Ramadhan, kaum Muslimin memperoleh banyak keutamaan dan ganjaran pahala ibadah yang berlipat. Posisi Sya’ban di antara kedua bulan istimewa inilah yang kadang membuat sebagian orang lalai, sehingga tidak memanfaatkan sepenuhnya kesempatan ibadah di bulan Sya’ban.

Al-Qasthalani dalam kitab  Al-Mawahib al-Ladunniyyah, jilid III, halaman 438, menjelaskan bahwa Rasulullah Saw memberikan alasan mengapa beliau sering berpuasa sunnah di bulan Sya‘ban, bukan di bulan-bulan lainnya. Nabi bersabda:

“Sesungguhnya Sya‘ban adalah bulan yang sering dilalaikan manusia, berada di antara Rajab dan Ramadhan.”

Simak penjelasan lengkapnya; 

فَبَيَّنَ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَجْهَ صِيَامِهِ لِشَعْبَانَ دُونَ غَيْرِهِ مِنَ الشُّهُورِ بِقَوْلِهِ: (إِنَّهُ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبَ وَرَمَضَانَ) يُشِيرُ إِلَى أَنَّهُ لَمَّا اكْتَنَفَهُ شَهْرَانِ عَظِيمَانِ: الشَّهْرُ الْحَرَامُ وَشَهْرُ الصِّيَامِ، اِشْتَغَلَ النَّاسُ بِهِمَا، فَصَارَ مَغْفُولًا عَنْهُ، وَكَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ يَظُنُّ أَنَّ صِيَامَ رَجَبٍ أَفْضَلُ مِنْ صِيَامِهِ لِأَنَّهُ شَهْرٌ حَرَامٌ، وَلَيْسَ كَذَلِكَ. وَفِي إِحْيَاءِ الْوَقْتِ الْمَغْفُولِ عَنْهُ بِالطَّاعَةِ فَوَائِدُ، مِنْهَا أَنْ يَكُونَ أَخْفَى، وَإِخْفَاءُ النَّوَافِلِ وَإِسْرَارُهَا أَفْضَلُ، وَلَا سِيَّمَا الصِّيَامَ فَإِنَّهُ سِرٌّ بَيْنَ الْعَبْدِ وَرَبِّهِ، وَمِنْهَا: أَنَّهُ أَشَقُّ عَلَى النُّفُوسِ.

Artinya: “Rasulullah Saw menjelaskan alasan beliau sering berpuasa (sunnah) di bulan Sya‘ban, bukan di bulan-bulan lainnya, dengan sabdanya: ‘Sesungguhnya Sya‘ban adalah bulan yang sering dilalaikan manusia, berada di antara Rajab dan Ramadhan.’ Hal ini menunjukkan bahwa karena Sya‘ban diapit oleh dua bulan yang agung, bulan haram (Rajab) dan bulan puasa (Ramadhan), manusia sibuk dengan keduanya, sehingga Sya‘ban pun menjadi terabaikan. Bahkan, banyak orang menyangka bahwa puasa di bulan Rajab lebih utama daripada puasa di bulan Sya‘ban karena Rajab adalah bulan haram, padahal anggapan itu tidaklah benar. 

Menghidupkan waktu yang sering dilalaikan dengan ketaatan memiliki banyak keutamaan. Di antaranya, amal tersebut lebih tersembunyi, dan menyembunyikan amalan-amalan sunnah serta melakukannya secara diam-diam lebih utama, terlebih lagi puasa, karena ia merupakan ibadah yang menjadi rahasia antara seorang hamba dengan Tuhannya. Kemudian, beribadah di waktu yang dilalaikan juga lebih berat bagi jiwa.”

Jamaah kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah,

Selain untuk memberikan motivasi kepada kaum Muslimin agar tetap semangat dalam beribadah di bulan Sya’ban yang diapit oleh dua bulan istimewa, Rasulullah Saw juga bersemangat karena di bulan Sya’ban seluruh amal ibadah umat manusia selama setahun dilaporkan ke hadapan Allah Swt.

Oleh karena itu, mari di bulan Sya’ban ini kita tidak lalai. Sebagaimana yang disebutkan oleh Rasulullah Saw, perbanyaklah puasa dan lakukan setiap ibadah dengan penuh semangat. Sebab di bulan Sya’ban ini, amal kita selama setahun akan dicatat dan dilaporkan langsung ke hadapan Allah Swt., sehingga menjadi kesempatan besar untuk memperbanyak kebaikan dan menyiapkan diri menyambut Ramadhan.

بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِلْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah II

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ عَلَى إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا اِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إِلَى رِضْوَانِهِ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا المُسْلِمُوْنَ اِتَّقُوْا اللّٰهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا
نَهَى

وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللّٰهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَّى بِمَلَآئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعَالَى إِنَّ اللّٰهَ وَمَلَآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيَآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلَآئِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّٰهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيِّ وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِيْ التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الأَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَالْاَمْوَاتِ اَللّٰهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ الْمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الْمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَأَعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَالْمِحَنَ وَسُوْءَ الْفِتَنِ وَالْمِحَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خَآصَّةً وَسَائِرِ الْبُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَآمَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَ اِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ. رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللّٰهِ ! إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِيْ الْقُرْبٰى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوْا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ
 يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ وَ اللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ

------------
Muhaimin Yasin, Alumnus Pondok Pesantren Ishlahul Muslimin Lombok Barat dan Pegiat Kajian Keislaman

Artikel Terkait