Khutbah

Khutbah Jumat: Menghapus Sekat Sektarian di Tengah Umat

NU Online  ·  Jumat, 6 Maret 2026 | 05:30 WIB

Khutbah Jumat:  Menghapus Sekat Sektarian di Tengah Umat

Khutbah Jumat tentang menghapus sekat sektarian di tengah umat (NUO)

Isu Sunni-Syiah mencuat seiring terjadinya serangan masif yang terjadi pada negara Iran. Banyak dari kalangan umat Islam Indonesia yang justru tidak bersimpati dengan saudaranya sesama Muslim di Iran dikarenakan mereka golongan Syiah. Bahkan beberapa ada yang bersuka cita karena menganggap Syiah bukan bagian dari Islam hanya dikarenakan berbeda pandangan dalam mazhab.
 

Teks khutbah Jumat berikut berjudul: "Khutbah Jumat: Menghapus Sekat Sektarian di Tengah Umat." Untuk mencetak naskah khutbah Jumat ini, silakan klik ikon print berwarna merah di atas atau bawah artikel ini (pada tampilan dekstop). Semoga bermanfaat.
 


Khutbah I
 

الْحَمْدُ لِلهِ الوَاحِدِ الْأَحَدِ، الْفَرْدِ الصَّمَدِ، الَّذِيْ أَمَرَ بِالْوَحْدَةِ وَالْاِعْتِصَامِ، وَنَهَى عَنِ الْفُرْقَةِ وَالْاِخْتِصَامِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، الَّذِيْ جَعَلَ الْأُخُوَّةَ الْإِيْمَانِيَّةَ رِبَاطًا مَتِيْنًا بَيْنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللهِ وَرَسُوْلُهُ، الدَّاعِي إِلَى وَحْدَةِ الصَّفِّ وَجَمْعِ الْكَلِمَةِ
 

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً وَسَلَامًا مُتَلَازِمَيْنِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ أَمَّا بَعْدُ, فَيَاأَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
 

قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ: وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْاۖ وَاذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ كُنْتُمْ اَعْدَاۤءً فَاَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَاَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهٖٓ اِخْوَانًاۚ وَكُنْتُمْ عَلٰى شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَاَنْقَذَكُمْ مِّنْهَاۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اٰيٰتِهٖ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ
 

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah
Dalam momen khutbah Jumat bulan Ramadhan ini, marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada Allah swt yang telah memberikan kita berbagai macam kenikmatan terutama nikmat iman dan Islam yang merupakan nikmat terbesar yang kita miliki.
 

Tak lupa pula shalawat beserta salam, mari kita haturkan bersama kepada Nabi Muhammad saw, juga kepada para keluarganya, sahabatnya, dan semoga melimpah kepada kita semua selaku umatnya. Amin ya Rabbal ‘alamin.
 

Khatib juga mengajak pada jamaah sekalian sekaligus diri pribadi agar selalu meningkatkan takwa kepada Allah Swt dengan cara menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
 

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah
Isu Sunni-Syiah mencuat seiring terjadinya serangan masif yang terjadi pada negara Iran. Dari peristiwa tersebut, banyak dari kalangan umat Islam Indonesia justru tidak bersimpati dengan saudaranya sesama Muslim di Iran dikarenakan mereka golongan Syiah.
 

Bahkan beberapa orang ada yang bersuka cita atas serangan tersebut karena menganggap Syiah bukan bagian dari Islam hanya karena berbeda pandangan dalam mazhab. Sekat sektarianisme tersebut menjadi penghalang terbesar bagi umat Islam untuk bersatu dan saling peduli satu sama lain serta tolong menolong dalam kebaikan meski masih sesama saudara seagama.
 

Lewat Al-Qur’an, Allah swt mengingatkan kepada umat Islam untuk berpegang teguh pada agama Allah dan tidak bercerai berai sesama saudara seiman. Sehingga menjadi umat yang kuat dalam tali persaudaraan.
 

Allah Ta’ala berfirman:
 

وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْاۖ وَاذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ كُنْتُمْ اَعْدَاۤءً فَاَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَاَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهٖٓ اِخْوَانًاۚ وَكُنْتُمْ عَلٰى شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَاَنْقَذَكُمْ مِّنْهَاۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اٰيٰتِهٖ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ
 

Artinya: “Berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, janganlah bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara. (Ingatlah pula ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk." (QS Ali-Imran: 103).
 

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah 
Dalam ayat, Allah memerintahkan kepada umat Islam untuk berpegang teguh dalam agama Allah dan bersatu dalam persaudaraan sesama umat Islam. Allah swt juga memerintahkan kepada umat Islam untuk selalu mengingat nikmat-nikmat yang diberikan oleh-Nya sehingga umat Islam menjadi saudara satu sama lain.

Imam Ibnu Katsir dalam Tafsirul Qur’anil Azhim, juz II halaman 77, menjelaskan, maksud dari perintah untuk tidak bercerai berai sesama umat Islam merupakan salah satu perintah yang memiliki banyak argumentasi dalam Islam. Allah swt memerintahkan kepada umat Islam untuk bersatu dalam persaudaraan sesama umat Islam dan tidak bercerai berai.
 

Ibnu Katsir berkata:
 

وَقَوْلُهُ: وَلا تَفَرَّقُوا أَمَرَهُمْ بِالْجَمَاعَةِ وَنَهَاهُمْ عَنِ التَّفْرِقَةِ، وَقَدْ وَرَدَتِ الْأَحَادِيثُ الْمُتَعَدِّدَةُ بِالنَّهْيِ عَنِ التَّفَرُّقِ، وَالْأَمْرِ بِالِاجْتِمَاعِ وَالِائْتِلَافِ
 

Artinya: “Firman Allah swt (janganlah kalian bercerai berai), Allah swt memerintahkan kepada umat Islam untuk bersatu dan melarang untuk bercerai berai. Dalam hal ini, terdapat banyak hadits yang melarang umat Islam untuk bercerai berai dan perintah untuk bersatu”.
 

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah
Salah satu hadits yang memerintahkan umat Islam untuk bersatu dalam persaudaraan ialah hadits riwayat Imam Muslim berikut:
 

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ‌إِنَّ ‌اللهَ ‌يَرْضَى ‌لَكُمْ ‌ثَلَاثًا، وَيَكْرَهُ لَكُمْ ثَلَاثًا، فَيَرْضَى لَكُمْ: أَنْ تَعْبُدُوهُ، وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا، وَأَنْ تَعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا، وَيَكْرَهُ لَكُمْ: قِيلَ وَقَالَ، وَكَثْرَةَ السُّؤَالِ، وَإِضَاعَةِ الْمَالِ
 

Artinya: “Dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah saw bersabda: 'Sesungguhnya Allah Swt ridha dari kalian 3 hal dan tidak menyukai dari kalian 3 hal. Allah ridha dari kalian untuk menyembah-Nya dan tidak menyekutukan-Nya juga hendaknya kalian berpegang teguh dengan agama Allah dan tidak bercerai berai. Dan Allah tidak menyukai dari kalian mengatakan sesuatu yang tidak jelas sumbernya, banyak bertanya dan menyia-nyiakan harta'." (HR Muslim)
 

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah
Meski Sunni dan Syiah memiliki perbedaan dalam mazhab, perbedaan dalam segala ruang lingkup kehidupan manusia merupakan keniscayaan yang telah ditetapkan oleh Allah swt. Terlebih masih saudara sesama umat Islam yang menyembah Tuhan yang sama.
 

Dalam hal ini, marilah kita hapuskan sekat tersebut dan menjadikan perbedaan yang ada sebagai keragaman yang telah niscayak menjadi sunnatullah agar bisa saling mengenal satu sama lain.
 

Allah Ta’ala berfirman dalam surat Al-Hujurat: Ayat 13:
 

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْاۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ
 

Artinya: “Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahateliti”. (QS Al-Hujurat:13).
 

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah
Pada ayat di atas, Allah menegaskan keragaman merupakan keniscayaan yang telah ditetapkan oleh-Nya. Penciptaan keragaman tersebut bertujuan agar umat manusia saling mengenal satu sama lain tanpa membeda-bedakan golongan.
 

Marilah kita menghapuskan sekat sektarianisme dalam tubuh umat Islam dan tidak menjadikannya penghalang dalam persatuan. Mari kita juga mendoakan agar umat Islam yang sedang dalam musibah agar diberikan jalan keluar terbaik dari Allah swt.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَيَا فَوْزَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَيَا نَجَاةَ التَّائِبِيْنَ
 

Khutbah II
 

الْحَمْدُ لِلهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ

فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى اِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ. وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَتَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ. 
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
 

عِبَادَ اللهِ، اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَر.ِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ
 

 

Ustadz Alwi Jamalulel Ubab, Penulis Tinggal di Indramayu