Hukum Hubungan Badan Suami dan Istri di Hadapan Orang Lain
NU Online ยท Senin, 17 Februari 2020 | 19:15 WIB
Imam Al-Ghazali dalam karyanya Al-Adab fid Din menyebut sejumlah adab yang perlu diperhatikan pasangan suami dan istri terkait hubungan seksual.
ุขุฏุงุจ ุงูุฌู ุงุน- ุทูุจ ุงูุฑุงุฆุญุฉ ููุทุงูุฉ ุงูููู ุฉ ูุฅุธูุงุฑ ุงูู ูุฏุฉ ูุชูุจูู ุงูุดููุฉ ูุงูุชุฒุงู ุงูู ุญุจุฉ ุซู ุงูุชุณู ูุฉ ูุชุฑู ุงููุธุฑ ุฅูู ุงููุฑุฌ ูุฅูู ููุฑุซ ุงูุนู ู ูุงูุณุชุฑ ุชุญุช ุงูุฅุฒุงุฑ ูุชุฑู ุงุณุชูุจุงู ุงููุจูุฉ
Artinya, โEtika berhubungan badan dengan istri antara lain mengenakan wangi-wangian, menggunakan kata-kata yang lembut, mengekspresikan kasih-mesra, memberikan kecupan menggelora, menunjukkan sayang senantiasa, baca bismillah, tidak melihat kemaluan istri karena konon menurunkan daya penglihatan, mengenakan selimut atau kain (saat bercinta), dan tidak menghadap kiblat,โ (Lihat Imam Al-Ghazali,ย Al-Adab fid Din, [Beirut, Al-Maktabah As-Syaโbiyyah], halaman 175).
Pada Kitab Ihya Ulumiddin, Imam Al-Ghazali menyebutkan bahwa di antara adab Islam dalam hubungan seksual adalah merendahkan suara, serta mengadakan cumbu rayu sebelumnya. Selain itu, kedua pasangan dianjurkan untuk bertutup dengan kain, tidak terbuka begitu saja.
Adab dalam hubungan seksual suami dan istri juga mengharuskan keduanya untuk melakukan praktik tersebut dalam ruangan tertutup, dalam arti tidak dihadiri oleh orang lain dalam ruangan tersebut selain keduanya.
Islam melarang praktik seksual suami dan istri dalam ruangan yang dihadiri oleh orang lain baik laki-laki maupun perempuan. Islam melarang hubungan seksual terbuka dalam arti dilihat oleh orang lain karena sangat tidak baik dipandang dari pelbagai segi.
ููุญุฑู ูุทุก ุฒูุฌุชู ุจุญุถุฑุฉ ุฃุฌูุจู ุฃู ุฃุฌูุจูุฉ
Artinya, โHubungan badan suami dan istri haram dilakukan di hadapan orang lain baik laki-laki maupun perempuan,โ (Syekh M Nawawi Banten, Uqudul Lujain fi Bayani Huquqiz Zaujain, [Semarang, Thaha Putra: tanpa catatan tahun], halaman 9).
Keharaman dalam praktik seperti ini di mana orang lain hadir di hadapan suami dan istri dapat dimaklumi. Bahkan, hubungan seksual suami dan istri kalau bisa dilakukan tanpa kehadiran siapa pun termasuk anak atau keponakan sendiri meskipun mereka belum baligh. Wallahu aโlam. (Alhafiz Kurniawan)
Terpopuler
1
Kesaksian Ketua PCNU Jombang tentang Sosok Gus Kikin, Harap Rangkul Berbagai Kalangan di PBNU
2
Lima Gunung Api Berstatus Siaga, Aktivitas Anak Krakatau hingga Semeru Masih Terpantau
3
Khutbah Jumat: Jangan Sampai Jabatan dan Harta Melalaikan Kita, Belajar dari Surah At-Takatsur
4
Jadi Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Komitmen Tak Lupakan PWNU Jatim
5
4 Gunung Berapi Indonesia Meletus Dini Hari hingga Pagi Ini
6
Rais Aam PBNU dari Masa ke Masa, dari 1926 sampai 2026
Terkini
Lihat Semua