Teman Terbaik saat Duduk
Sejumlah peradaban di dunia membuktikan bahwa kebangkitannya dimulai dari buku. Islam abad pertengahan memperoleh kejayaan yang gemilang karena ditopang oleh kegandrungan para ulamanya terhadap buku.
Kumpulan artikel kategori Quote Islami
Sejumlah peradaban di dunia membuktikan bahwa kebangkitannya dimulai dari buku. Islam abad pertengahan memperoleh kejayaan yang gemilang karena ditopang oleh kegandrungan para ulamanya terhadap buku.
"Allah sengaja menjadikan dunia ini sebagai tempat perubahan dan sumber kekeruhan agar kau tidak terpaut dengannya." [Syekh Ibnu Athai’illah as-Sakandari, dalam al-Hikam]
Betapa banyak peperangan, kesewenang-wenangan kekuasaan, kerusakan alam, atau sejenisnya muncul jusru karena ditopang kemajuan ilmu pengetahuan dan kecanggihan teknologi zaman sekarang.
Saat seseorang berada pada kondisi taat (tidak bermaksiat), bukan berarti ia berada pada level aman. Sebab, ketaatan membawa konsekuensi tanggung jawab yang lebih berat, yakni terjaganya batin dari kotoran ujub dan keangkuhan.
“Sungguh yang paling aku khawatirkan atas kalian semua sepeninggalku adalah orang munafiq yang pintar berbicara.” [HR At-Tabrani]
Keberlanjutan sebuah amal kebaikan penting karena itu menunjukkan konsistensi dari niat dan keteguhan dalam berbuat. Di sini kaulitas sebuah perbuatan tidak dinilai dari jenis kebaikannya tapi kesinambungannya. Amal baik akan melahirkan amal baik berikutnya.
Ini adalah peringatan bagi siapa saja untuk memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Waktu terus mengalir, umur terus berkurang. Melewatinya secara sia-sia tak akan dapat terlunasi selamanya. Hari Senin barangkali akan datang lagi pada minggu-minggu berikutnya, namun Senin hari ini dan yang sudah lewat tak akan pernah terulang kembali.
Kita layak prihatin manakala orang-orang yang tak memiliki kualifikasi keilmuan agama yang pantas tapi berani memutuskan perkara, memberi fatwa, atau memvonis ini-itu dengan dasar agama. Kualifikasi di sini tentu saja bukan sebatas pengetahuan teknis agama, tapi juga kemampuan memegang tanggung jawab moral atas pengetahuan yang ia miliki itu.
Kalimat ini dikutip Imam al-Ghazali dalam Ihyâ’ ‘Ulûmiddîn, juga kitab karyanya yang lain, Mîzânul 'Amal, ketika membahas tentang etika pencari ilmu dan guru. Imam al-Ghazali di kedua kitab tersebut menjelaskan tentang pentingnya mengetahui sesuatu secara objektif, apa adanya.
Marah umumnya lahir saat nalar dalam keadaan dikuasai emosi. Dalam kondisi ini, kegiatan untuk memikirkan segala persoalan secara jernih diliputi kabut nafsu. Itulah mengapa kemarahan biasanya memunculkan hal-hal berbau nekad, semberono, dan di luar akal sehat.
Kualitas seseorang bukan ditentukan oleh berapa lama ia hidup di dunia, melainkan kebaikan atau nilai manfaat apa yang ia tebar selama hidup tersebut. Betapa banyak manusia yang mengejar kehidupan yang sebaik-baiknya di dunia namun di saat bersamaan lalai memperbaiki mutu isi dari kehidupan itu sendiri.
Manusia memiliki potensi kebuasan yang sama dengan—atau bahkan lebih dari—binatang. Manusia tak hanya punya kemampuan merusak benda-benda, binatang, alam, atau sesama manusia, tapi juga bisa merusak hal yang paling diluhurkan: agama.