Menjinakkan nafsu tentu bukan pekerjaan ringan. Ia lebih sulit dibandingkan mengendalikan kuda liar. Bahkan menaklukan musuh di medan perang jauh lebih ringan ketimbang menaklukan nafsu yang ada di dalam diri kita sendiri. Saking sulitnya mengendalikannya, seorang penyair menendangkan:
ููู ุฅุญุชุฑุงุณู ู ู ุนุฏูู ุฅุฐุง.....ูุงู ุนุฏูู ุจูู ุฃุถูุงุนู"
โHatiku selalu mendorongku terhadap sesuatu yang merusakku
Bahkan ia sering kali membuatku sakit
Bagaimana aku bisa membentengi diriku dari musuhku
Sementara musuhku bersembunyi di balik tulang rusukkuโ
Untuk menuju proses keseimbangan tersebut, perlu dilakukan penilaian, evaluasi, dan koreksi atas diri sendiri. Dalam perjalanan kehidupan ini, kira-kira apakah kita pernah salah melangkah, berbuat salah, sudah baikkah tingkah laku kita kepada orang lain? Pertanyaan kritis seperti ini perlu ditujukan sesekali untuk diri guna menimbulkan perbuatan positif pada tahap berikutnya.
Dalam proses introspeksi diri, seseorang juga mesti adil terhadap dirinya. Hal ini sama ketika mengintrospeksi dan mengadili orang lain. Mesti adil dan tidak boleh berat sebelah.
Seseorang insan juga tidak boleh berlebih-lebihan dalam memuja kebaikan yang pernah dilakukannya dan dia juga tidak boleh menganggap dirinya makhluk paling hina, buruk, dan jelek karena pernah melakukan kesalahan. Seberat apapun kesalahan yang dilakukan, arif lah ketika menilai. Sebagaimana yang dijelaskan al-Mawardi dalam Adabud Dunia wad Din:
ููู ุง ูุงู ุญุณู ุงูุธู ุจูุง ูุนู ู ุนู ู ุณุงูุฆูุงุ ูุงู ุณูุก ุงูุธู ุจูุง ูุนู ู ุนู ู ุญุงุณููุง. ูู ู ุนู ู ุนู ู ุญุงุณู ููุณู ูุงู ูู ู ุนู ู ุนู ู ุณุงูุฆูุงุ ููู ููู ุนููุง ูุจูุญุง ููู ููุฏ ุฅูููุง ุญุณูุง.ย ููุฏ ูุงู ุงูุฌุงุญุธ ูู ูุชุงุจ ุงูุจูุงู: ูุฌุจ ุฃู ูููู ูู ุงูุชูู ุฉ ูููุณู ู ุนุชุฏูุงุ ููู ุญุณู ุงูุธู ุจูุง ู ูุชุตุฏุง.
โPrasangka baik terhadap diri sendiri secara berlebihan akan membuat keburukan โdi pelupuk mata tidak terlihatโ, sedangkan terlalu berlebihan berprasangka buruk akan membuat kebaikan diri sendiri โdi pelupuk mata tidak terlihatโ. Cara seperti ini tidak akan menghilangkan keburukan dan tidak mengarahkan kita pada kebaikan. Al-Jahizh mengatakan di dalam al-Bayan, โKita perlu adil dan bijak dalam menilai diri.โโ
Setiap manusia tentu tidak ada yang sempurna dan tidak ada pula manusia yang sepanjang detik, menit, dan hari mengerjakan maksiat terus-menerus. Sudah dimaklumi bahwa perjalanan kehidupan manusia selalu diwarnai dengan sifat baik dan buruk. Sebab itu, jangan berlebihan menilai diri. Apapun hasil evaluasi tersebut, harus diterima dengan lapang dada supaya menimbulkan perubahan yang positif. Wallahu aโlam. (Hengki Ferdiansyah)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: 3 Jenis Ucapan yang disukai Allah
2
Khutbah Jumat: 8 Hal yang Dijauhi Rasulullah Mulai dari Kecemasan hingga Dililit Utang
3
Khutbah Jumat: Evaluasi Keuangan Setelah Hari Raya
4
Pendaftaran Beasiswa BIB Mulai DIbuka, Ini Jadwal Lengkapnya
5
Khutbah Jumat: Kenaikan BBM dan Panic Buying dalam Pandangan Islam
6
Khutbah Bahasa Jawa: Nalika Kahanan Rekasa, Tansah Cekelen Sabar lan Takwa
Terkini
Lihat Semua