Syariah

Dampak Negatif Maksiat dan Tips Menghindarinya

NU Online  ยท  Sabtu, 6 April 2019 | 02:00 WIB

Dampak Negatif Maksiat dan Tips Menghindarinya

Ilustrasi (Reuters)

Allah menciptakan segala sesuatu berpasangan. Kebaikan dan keburukan, kuat dan lemah, menang dan kalah, panjang dan pendek, ketaatan dan kemaksiatan, dan seterusnya. Manusia tidak ada yang dapat melepaskan diri dari kemaksiatan.

Perilaku maksiat tidak selalu diidentikkan dengan tindakan yang melanggar asusila. Maksiat sendiri berasal dari bahasa Arab, ู…ุนุตูŠุฉ asal katanya ุนุตู‰ ูŠุนุตูŠ yang maknanya menentang, mendurhakai, melanggar, dan membangkang. Artinya jika kita durhaka kepada Allah dengan melanggar larangan-larangan yang telah ditetapkan-Nya maka otomatis kita telah bermaksiat kepada Allah subhanahu wataโ€™ala.

Allah berfirman dalam Surat an-Nisa ayat 14:

ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุนู’ุตู ุงู„ู„ู‡ูŽ ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูŽู‡ู ูˆูŽูŠูŽุชูŽุนูŽุฏู‘ูŽ ุญูุฏููˆุฏูŽู‡ู ูŠูุฏู’ุฎูู„ู’ู‡ู ู†ูŽุงุฑู‹ุง ุฎูŽุงู„ูุฏู‹ุง ูููŠู‡ูŽุง ูˆูŽู„ูŽู‡ู ุนูŽุฐูŽุงุจูŒ ู…ูู‡ููŠู†ูŒ

โ€œDan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan.โ€ (QS an-Nisa:14)

Ayat di atas mencantumkan redaksi efek dari perbuatan durhaka atau maksiat kepada Allah yang berupa kekekalan di dalam neraka. Bentuk hukuman yang berat menunjukan suatu larangan yang wajib dihindari.

Suatu hari seorang sahabat yang bernama Wabishah mendatangi Rasulullah untuk bertanya apa yang dimaksud kebaikan dan apa yang dimaksud dengan keburukan. Rasulullah mengatakan kepada Wabishah:

ูŠูŽุง ูˆูŽุงุจูุตูŽุฉู ุงุณู’ุชูŽูู’ุชู ู†ูŽูู’ุณูŽูƒูŽุŒ ุงู„ู’ุจูุฑู‘ู ู…ูŽุง ุงุทู’ู…ูŽุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ุงู„ู’ู‚ูŽู„ู’ุจูุŒ ูˆูŽุงุทู’ู…ูŽุฃูŽู†ู‘ูŽุชู’ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ุงู„ู†ู‘ูŽูู’ุณูุŒ ูˆูŽุงู„ู’ุฅูุซู’ู…ู ู…ูŽุง ุญูŽุงูƒูŽ ูููŠ ุงู„ู’ู‚ูŽู„ู’ุจูุŒ ูˆูŽุชูŽุฑูŽุฏู‘ูŽุฏูŽ ูููŠ ุงู„ุตู‘ูŽุฏู’ุฑูุŒ ูˆูŽุฅูู†ู’ ุฃูŽูู’ุชูŽุงูƒูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ูˆูŽุฃูŽูู’ุชูŽูˆู’ูƒูŽ

โ€œWahai Wabishah, mintalah petunjuk dari jiwamu. Kebaikan itu adalah sesuatu yang dapat menenangkan dan menenteramkan hati dan jiwa. Sedangkan keburukan itu adalah sesuatu yang meresahkan hati dan menyesakkan dada, meskipun manusia membenarkanmu dan manusia memberimu fatwa (membenarkan).โ€ (Musnad Ahmad)

Setiap larangan memiliki konsekuensi atau akibat yang akan ditanggung oleh pelakunya, begitu pun kemaksiatan. Imam al-Hรขrits al-Muhรขsibi memperingati kita dalam kitabnya, Risalah al-Mustarsyidรฎn:

ูˆูŽุงุนู’ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุง ุฃูŽุฎููŠ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ุฐู‘ูู†ููˆู’ุจูŽ ุชููˆู’ุฑูุซู ุงู„ู’ุบูŽูู’ู„ูŽุฉูŽ ูˆูŽุงู„ู’ุบูŽูู’ู„ูŽุฉู ุชููˆู’ุฑูุซู ุงู„ู’ู‚ูŽุณู’ูˆูŽุฉูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู‚ูŽุณู’ูˆูŽุฉู ุชููˆู’ุฑูุซู ุงู„ู’ุจูุนู’ุฏูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุงู„ู’ุจูุนู’ุฏู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ูŠููˆู’ุฑูุซู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑูŽ ูˆูŽุฅูู†ูŽู…ูŽุง ูŠูŽุชูŽููŽูƒู‘ูŽุฑู ูููŠ ู‡ูŽุฐูู‡ู ุงู„ุฃูŽุญู’ูŠูŽุงุกู ูˆูŽุฃูŽู…ู‘ูŽุง ุงู„ุฃูŽู…ู’ูˆูŽุงุชู ููŽู‚ูŽุฏ ุฃู…ูŽุงุชูŽูˆู’ุง ุฃูŽู†ู’ููุณูŽู‡ูู…ู’ ุจูุญูุจู‘ู ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง

โ€œKetauhiilah wahai saudaraku, bahwa dosa-dosa mengakibatkan kelalaian, dan kelalaian mengakibatkan keras (hati), dan keras hati mengakibatkan jauhnya (diri) dari Allah, dan jauh dari Allah mengakibatkan siksaan di neraka. Hanya saja yang memikirkan ini adalah orang-orang yang hidup, adapun orang-orang yang telah mati, sungguh mereka telah mematikan diri mereka dengan mencintai dunia.โ€ (Imam al-Hรขrits al-Muhรขsibi, Risรขlah al-Mustarsyidรฎn, Dar el-Salรขm, hal. 154-155)

Syekh Abdul Fattah Abu Guddah meringkas akibat-akibat dari maksiat dan dosa dari kitab al-Jawรขb al-Kรขfi liman Sa`ala โ€˜an ad-Dawรข asy-Syรขfi:

Di antara akibat melakukan kemaksiatan adalah terhalangnya ia dari ilmu dan rezeki; timbul perilaku menyimpang antara dirinya dengan Allah, dan dirinya dengan orang lain; mempersulit urusan-urusannya; gelapnya hati, wajah, dan kuburan; lalainya hati dan badan, terhalangnya dari ketaatan, sia-sianya umur, menumbuhkan kemaksiatan sejenisnya, melemahkan keinginannya untuk taat pada Allah subhanahu wataโ€™ala.

Kemaksiatan menjadi sebab hinanya ia di sisi Allah, merugikan orang-orang sekitarnya dan juga hewan-hewan, mewariskan kehinaan, merusak hati, mengunci mati hati pelakunya, memasukkan pelakunya kepada golongan yang akan dilaknat Rasulullah, dikeluarkannya ia dari golongan yang mendapat doa dari Rasul dan malaikat bagi orang yang bertakwa (Imam al-Hรขrits al-Muhรขsibi, Risรขlah al-Mustarsyidรฎn, Dar el-Salรขm, hal. 158)

Di atas adalah beberapa akibat dari perilaku maksiat. Selain itu masih banyak akibat-akibat yang tidak disebutkan di sini. Cukuplah akibat-akibat di atas menjadi pengingat bagi kita agar kita lebih berhati-hati.ย 

Imam Ibnu Qayyim al-Jauzi berkata dalam kitabnya Shayd al-Khรขthir, โ€œTidaklah merasakan kenikmatan maksiat melainkan orang yang selalu lalai, adapun orang mukmin yang sadar, maka sesungguhnya ia tidak merasakan kenikmatan dari maksiat, karena ilmunya akan menghentikan perbuatan tersebut bahwa perilaku maksiat adalah haram. (Imam al-Hรขrits al-Muhรขsibi, Risรขlah al-Mustarsyidรฎn, Dar el-Salรขm, hal. 158)

Syekh Mushtofa as-Sibรขโ€™i memberikan tips untuk menghindar dari maksiat dalam kitabnya Hรขkadzรข โ€˜Allamtanรฎ al-Hayรขt:

ุฅุฐุง ู‡ู…ู‘ุช ู†ูุณูƒ ุจุงู„ู…ุนุตูŠุฉ ูุฐูƒุฑู‡ุง ุจุงู„ู„ู‡ุŒ ูุฅุฐุง ู„ู… ุชุฑุฌุน ูุฐูƒุฑู‡ุง ุจุฃุฎู„ุงู‚ ุงู„ุฑุฌุงู„ุŒ ูุฅุฐุง ู„ู… ุชุฑุฌุน ูุฐูƒุฑู‡ุง ุจุงู„ูุถูŠุญุฉ ุฅุฐุง ุนู„ู… ุจู‡ุง ุงู„ู†ุงุณุŒ ูุฅุฐุง ู„ู… ุชุฑุฌุน ูุงุนู„ู… ุฃู†ูƒ ุชู„ูƒ ุงู„ุณุงุนุฉ ู‚ุฏ ุงู†ู‚ู„ุจุช ุฅู„ู‰ ุญูŠูˆุงู†.

โ€œApabila dirimu tergerak melakukan maksiat maka ingatlah Allah. Apabila rasa itu belum hilang juga maka ingatlah akhlak seseorang (yang mulia). Apabila belum hilang juga maka ingatlah dengan terungkapnya maksiat tersebut apabila orang-orang mengetahuinya, apabila belum hilang juga maka ketahuilah saat itu juga engkau telah berubah menjadi binatang!โ€ (Syekh Mushtafa as-Sibรขโ€™i,ย Hรขkadzรข โ€˜Allamtanรฎ al-Hayรขt, hal. 13).

Semoga dengan pemaparan di atas, kita menjadi hamba Allah yang lebih berhati-hati dari perilaku kemaksiatan.ย ร‚mรฎn..

(Amien Nurhakim)