Keharaman Stigma dan Diskriminasi terhadap Penyandang Disabilitas
NU Online ยท Sabtu, 7 Desember 2019 | 13:30 WIB
Dalam perspektif Islam, penyandang disabilitas identik dengan istilah dzawil รขhรขt, dzawil ihtiyaj al-khasแนฃah atau dzawil aโzรขr: orang-orang yang mempunyai keterbatasan, berkebutuhan khusus, atau mempunyai uzur. Hal ini memunculkan pertanyaan apakah dengan demikian penyandang disabilitas harus didiskriminasi atau dikucilkan?
Tentu tidak, karena penyandang disabilitas juga manusia yang mempunyai hak yang sama untuk bermasyarakat dan bergaul dengan semua orang. Apalagi bila dilihat dari sudut pandang Islam, manusia yang paling mulia di hadapan Allah adalah yang paling bertakwa, seperti ditegaskan dalam firman-Nya berikut:
ููุขุฃููููููุง ุงููููุงุณู ุฅููููุง ุฎูููููููุงููู ู ููู ุฐูููุฑู ูุฃููุซูู ููุฌูุนูููููุงููู ู ุดูุนููุจูุง ููููุจูุขุฆููู ุฅูููู ุฃูููุฑูู ูููู ู ุนููุฏู ุงูููู ุฃูุชูููุงููู ู ุฅูููู ุงูููู ุนููููู ู ุฎูุจููุฑู.
โSesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenalโย (QS. Al-แธคujurรขt/49: 13)
Dalam haditst Nabi Muhammad SAW juga ditegaskan:
ุฅูููู ุงููู ูุง ููููุธูุฑู ุฅููู ุฃูุฌูุณุงู ูููู ุ ูููุง ุฅููู ุตูููุฑูููู ูุ ูููููููู ููููุธูุฑู ุฅูููู ูููููุจูููู ู ููุฃูุดูุงุฑู ุจูุฃูุตูุงุจูุนููู ุฅูููู ุตูุฏูุฑููู (ุฑูุงู ู ุณูู )
โSesungguhnya Allah tidak melihat kepada tubuh dan rupa kamu sekalian, tetapi Allah melihat kepada hati kamu sekalianย Rasulullah menujuk ke dadanyaโย (HR. Muslim)
Oleh sebab itu, stigma terhadap penyandang disabilitas sebagai kutukan dan penderitanya adalah orang-orang yang terkutuk harus segera dihentikan. Sebaliknya kita perlu menyebarkan pandangan yang positif, yang membuka wawasan masyarakat agar mau menumbuhkan penghormatan dan empati terhadap penyandang disabilitas. Dalam hal ini, kita harus menghindari prasangka buruk (suโudh dhann) kepada penyandang disabilitas. Allah swt berfirman:
ููุง ุฃููููููุง ุงูููุฐูููู ุขูู ููููุง ุงุฌูุชูููุจููุง ููุซููุฑูุง ู ููู ุงูุธููููู ุฅูููู ุจูุนูุถู ุงูุธููููู ุฅูุซูู ู.
โWahai orang-orang yang beriman, hindarilah banyak prasangka, karena sesungguhnya sebagian dari prasangka itu dosa."ย (QS. Al-แธคujurรขt/49: 12)
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah, Nabi Muhammadย saw. bersabda:
ุฅููููุงููู ู ููุงูุธููููู ููุฅูููู ุงูุธููููู ุฃูููุฐูุจู ุงููุญูุฏููุซู (ู ุชูู ุนููู)
โJauhkan dirimu dari prasangka, karena prasangka adalah perkataan yang paling bohongโ (HR.Bukhari Muslim)
Bahkan, terhadap orang yang jelas menyimpang, caci maki tidak boleh dilakukan. Dalam menafsirkan firman Allah SWT., โlรข yaskhar qawmun min qawminโ, Syaikh Ibn Zaid berkata:
ูุงู ููุณูุฎูุฑู ู ููู ุณูุชูุฑู ุงูููู ุนููููููู ุฐูููููุจููู ู ูู ููู ููุดููููู ุงููููุ ููููุนูููู ุฅูุธูููุงุฑู ุฐูููููุจููู ููู ุงูุฏููููููุง ุฎูููุฑู ูููู ููู ุงููุขุฎูุฑูุฉู.
โJanganlah orang yang telah ditutupi dosanya oleh Allah SWT.. Mengolok-olok orang yang telah dibuka dosanya oleh Allah SWT boleh jadi terbukanya dosanya di dunia lebih baik baginya daripada terbuka dosanya di akhiratโ (Al-Qurthubi, Al-Jami` li Ahkami Al-Quran, Tahqiq Hisyam Samir Al-Bukhori, [Rayadh: Dar `Alami Al-Kutub, 1423 H/ 2003 M], vol. XVI, hal. 325).
Nabi Muhammad SAW juga menegaskan:
ู ููู ุนููููุฑู ุฃูุฎูุงูู ุจูุฐูููุจู ููู ู ููู ูุชู ุญูุชููู ููุนูู ููููู (ุฃุฎุฑุฌู ุงูุชุฑู ุฐู)
โBarang siapa yang mencerca saudaranya sebab suatu dosa, maka dia tidak akan mati sehingga dia melakukan dosa tersebut (HR. Tirmidzi).
Bila kepada yang berdosa saja kita dilarang merendahkan, apalagi kepada orang-orang yang sekadar berbeda kemampuan secara fisik. Hal ini menunjukkan penghormatan Islam yang tinggi terhadap manusia tanpa memandang dari segi keanekaragaman kemampuan atau keterbatasan fisik. Setiap manusia pada dasarnya setara, dan memiliki hak-hak yang setara. Standar kemuliaan dalam Islam adalah ketakwaan, bukan kemampuan fisik atau mental.
===
Artikel ini dinukil dari buku "Fiqih Penguatan Penyandang Disabilitas" yang disusun dan diterbitkan oleh tim Lembaga Bahtsul Masail PBNU, Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M), serta Pusat Studi dan Layanan Disabilitas (PSLD) Unibraw. Unduh buku (PDF) ini di kanal Download NU Online.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Kemarau Panjang, Saatnya Muhasabah dan Ikhtiar
2
Khutbah Jumat: Sibuk Bekerja, Jangan Sampai Kehilangan Waktu dengan Keluarga
3
Khutbah Jumat: Hidup Serba Cepat, Ibadah Jangan Ikut Tergesa-gesa
4
Kemenag Buka Program Persiapan Studi ke Luar Negeri, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
5
Prabowo Bicara soal Reshuffle Kabinet, Sebut Evaluasi Dilakukan Terus-Menerus
6
Khutbah Jumat: Jangan Biarkan Rakyat Berjuang Sendiri Saat Bencana
Terkini
Lihat Semua