Syariah

Mengangkat Jari Telunjuk Tanpa Digerak-gerakkan

NU Online  ยท  Selasa, 13 Oktober 2009 | 04:27 WIB

Dalam Shalat, ketika kita duduk tasyahud, tepatnya ketika kita membaca โ€œillallahโ€ atau selain Allah, dalam rangkaian bacaan โ€œAsyhadu an la ilaha illallahโ€ atau saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, kita selalu mengangkat jari telunjuk. Adakah dasar hukumnya? Hikmah apa yang dikandung?

Ulama Syafiโ€™iyyah mengajarkan untuk meletakkan kedua tangan di atas paha ketika sedang duduk tasyahud. Sementara jari-jari tangan kanan digenggam, kecuali jari telunjuk. Nah ketika membaca โ€œillallahโ€ jari telunjuk tersebut sunnah diangkat, tanpa digerak-gerakkan.<>

Dalam sebuah hadits Muslim dari Ali bin Abdirrahman al-Muawi dikisahkan bahwa pada suatu saat Ibnu Umar melihat Ali bin Abdirrahman sedang mempermainkan krikil ketika shalat. Setelah selesai shalat Ibnu Umar menegur Ali lalu berkata, โ€œApabila kamu shalat maka kerjakan sebagaimana yang dilakukan Rasulullah SAW."

Ibnu Umar lalu berkata:

ูƒุงู† ุฅุฐุง ุฌู„ุณ ููŠ ุงู„ุตู„ุงุฉ ูˆุถุน ูƒูู‡ ุงู„ูŠู…ู†ู‰ ุนู„ู‰ ูุฎุฐู‡ ุงู„ูŠู…ู†ู‰ ูˆู‚ุจุถ ุฃุตุงุจุนู‡ ูƒู„ู‡ุง ูˆุฃุดุงุฑ ุจุฃุตุจุนู‡ ุงู„ุชูŠ ุชู„ู‰ ุงู„ุฅุจู‡ุงู… ูˆูˆุถุน ูƒูู‡ ุงู„ูŠุณุฑู‰ ุนู„ู‰ ูุฎุฐู‡ ุงู„ูŠุณุฑู‰

โ€œApabila Nabi SAW duduk ketika melaksanakan shalat, beliau meletakkan telapak tangan kanannya di atas paha kanannya dan menggenggam semua jemarinya. Kemudian berisyarah dengan (mengangkat) jari telunjuknya (ketika mengucapkan illallah) dan meletakkan tangan kirinya di atas paha kirinya." (HR Muslim)

Hadits ini yang dijadikan dasar para ulama tentang kesunnahan mengangkat jari telunjuk ketika tasyahud atau tahiyat.

Sedangkan hikmah dari anjuran tersebut adalah supaya kita mengesakan Allah SWT. Seluruh anggota tubuh kita mentauhidkan-Nya dengan dipandu jari telunjuk itu.

Syekh Ibnu Rulan dalam kitab Zubad-nya mendendangkan syair: "Ketika mengucapkan illallahu, maka angkatlah jari telunjukmu untuk mengesakan Dzat yang engkau sembah." (Matn Zubad, 24).

Jadi mengangkat jari telunjuk ketika tasyahud (tanpa digerak-gerakkan) itu disunnahkan karena merupakan teladan dari nabi SAW. Perbuatan itu dimaksudkan sebagai simbol serta sarana untuk mentauhidkan Allah SWT.


KH Muhyiddin Abdusshomad
Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Islam, Rais Syuriyah PCNU Jember