Muhamad Hanif Rahman
Kolumnis
Dalam Al-Qur'an Allah banyak bersumpah dengan mahluk. Semisal dalam surat As-Syams ayat 1 Allah bersumpah dengan matahari dan cahayanya di pagi hari.
ููุงูุดููู
ูุณู ููุถูุญูุงููุง
Artinya: "Demi matahari dan cahayanya di pagi hari."
ย
Dalam surat Al-Lail ayat 1 Allah bersumpah dengan waktu malam.
ููุงูููููููู ุฅูุฐูุง ููุบูุดูู
Artinya: "Demi malam apabila menutupi (cahaya siang)."
Dalam surat At-Tin ayat 1 Allah bersumpah dengan buah tin dan buah zaitun:
ููุงูุชููููู ููุงูุฒููููุชูููู
Artinya: "Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun."
Masih banyak lagi mahluk yang dijadikan sumpah dalam Al-Qur'an. Kebanyakan di dalam Al-Qur'an, Allah bersumpah dengan makhluk. Padahal, bagi manusia dilarang bersumpah dengannya. Lantas, mengapa Allah bersumpah dengan mahluk?ย
Imam Az-Zarkazy (wafat 794 H) dalam kitabnya Al-Burhan menjelaskan tiga jawaban:
- 1ada pembuangan mudhaf atau kata majemuk yakni kata rabb. Semisal ููุงูุดููู ูุณู dimana lafal sebenarnya adalah ููุฑูุจูู ุงูุดููู ูุณู, yang maknanya: "demi Tuhannya matahari".
- orang Arab mengagungkan makluk-makhluk tersebut dan mereka bersumpah dengannya, kemudian Al-Qur'an diturunkan atas apa yang telah mereka kenal.
- bersumpah itu mengharuskan pelaku menjadikan apa yang ia agungkan dan muliakan sebagai sumpah, yang tentu melebihi dirinya; Allah swt adalah Dzat Yang Maha Agung dan maha dari segala-galanya; tidak ada sesuatu pun yang melebihi-Nya; terkadang Allah bersumpah dengan Dzat-Nya; terkadang juga dengan sesuatu yang diciptakan-Nya untuk menunjukan bahwa Dialah yang menciptakannya. Pendapat inilah yang dianggap bagus oleh Ibnu Khalawaih.
Adapun Allah bersumpah dengan Nabi saw dalam surat Al-Hirj ayat 72:
ููุนูู
ูุฑููู ุฅููููููู
ู ููููู ุณูููุฑูุชูููู
ู ููุนูู
ูููููู
Artinya: "Demi umurmu (Muhammad), sesungguhnya mereka terombang-ambing di dalam kemabukan (kesesatan)".ย
Hal itu supaya manusia mengetahui keagungan dan derajat Nabi Muhammad saw di sisi Allah Swt.
Imam Az-Zarkasy mengutip perkataan Abul Qasim Al-Qusyairi:
ูุงููุณู
ุจุงูุดูุก ูุงูุฎุฑุฌ ุนู ูุฌููู: ุฅู
ุง ููุถููุฉ ุฃู ูู
ูุนูุฉุ ููุงููููุถููููุฉู ูููููููููู ุชูุนูุงููู: ููุทููุฑู ุณููููููู. ููููุฐูุง ุงููุจูููุฏู ุงูุฃู
ูู (ุงูุชูู: 2-3) ย ูุงูู
ููุนุฉ ูุญู: ูุงูุชูู ูุงูุฒูุชูู ููุงูุชููููู ููุงูุฒููููุชูููู (ุงูุชูู: 1)
Artinya, "Bersumpah dengan sesuatu tidak akan keluar dari dua aspek, yakni adakalanya karena keutamaannya atau kemanfaatanya. Contoh dari aspek keutamaan ditunjukkan dalam firmanNya: "Dan demi bukit Sinai, dan demi kota (Makah) ini yang aman". Dan aspek manfaat semisal firman Allah: "Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun". (Badruddin Az-Zarkasi, Al-Burhan fi 'Ulumil Qur'an, [Beirut: Dar Ihya: 1957], juz III, halaman 41-42).
ย
Imam As-Suyuti (wafat 911 H) ย dalam kitab Al-Itqan menerangkan hal yang senada dengan penjelasan Imam Az-Zarkasy. Hanya saja dalam beliau menambahkan argumentasi dengan mengutip pendapat Ibnu Abi Al-Isba' dalam kitab Asrarul Mafatih sebagaimana berikut:
ุงููููุณูู
ู ุจูุงููู
ูุตููููุนูุงุชู ููุณูุชูููุฒูู
ู ุงููููุณูู
ู ุจูุงูุตููุงููุนู ููุฃูููู ุฐูููุฑู ุงููู
ูููุนูููู ููุณูุชูููุฒูู
ู ุฐูููุฑู ุงููููุงุนููู ุฅูุฐู ููุณูุชูุญูููู ููุฌููุฏู ู
ูููุนูููู ุจูุบูููุฑู ููุงุนููู
Artinya: "Bersumpah dengan mahluk mengharuskan juga bersumpah dengan pencipta-Nya, karena menyebutkan maf'ul atau obyek mengharuskan menyebutkan fa'il-nya atau pelakunya. Sebab mustahil adanya maf'ul tanpa adanya fa'il". (As-Suyuti, Al-Itqan fi 'Ulumil Qur'an, [Mesir, Haiah Al-Misriyah, 1974 M], juz IV, halaman 54).
Syekh Manna' Al-Qatthan (wafat 1420 H) dalam kitab Mabahits fi 'Ulumil Qur'an menjelaskan alasan kenapa Allah bersumpah dengan mahluk-mahluk-Nya.
ูุฅูู
ุง ุฃูุณู
ุงููู ุจู
ุฎูููุงุชูุ ูุฃููุง ุชุฏู ุนูู ุจุงุฑุฆูุงุ ููู ุงููู ุชุนุงููุ ูููุฅุดุงุฑุฉ ุฅูู ูุถููุชูุง ูู
ููุนุชูุง ููุนุชุจุฑ ุงููุงุณ ุจูุง
Artinya, "Sesungguhnya Allah bersumpah dengan mahluk-mahluk-Nya karena makhluk tersebut menunjukan pada Dzat yang menciptakannya, yakni Allah Ta'ala; dan juga sebagai isyarat atas keutamaan dan kemanfaatan mahluk tersebut supaya manusia dapat mengambil pelajaran atau teladan darinya". (Manna Al-Qathan, Mabahits fi 'Ulumil Qur'an, [Saudi Arabi, Maktabah Ma'arif: 2000 M], halaman 303).
Walhasil, Allah bebas bersumpah dengan apapun yang Dia kehendaki. Karena semuanya tanpa terkecuali adalah mahluk ciptaan-Nya. Namun, untuk hambaNya dilarang untuk bersumpah dengan selain Allah, ย dan hal itu termasuk perbuatan syirik, sebagaimana diriwayatkan oleh Amirul Mukminin Umar bin Khatthab dari Rasulullah saw:
ู
ู ุญูู ุจุบูุฑ ุงููู ููุฏ ููุฑ ุฃู ุฃุดุฑู
Artinya, "Barangsiapa bersumpah dengan selain Allah, maka sungguh ia telah kufur atau musyrik." (HR At-Tirmidzi, hadits hasan).
Adapun Allah bersumpah dengan makhluk menunjukan bahwa Allah adalah penciptanya, karena adanya mahkluk pasti adanya Khaliq atau penciptanya. Wallahu a'lam.
Ustadz Muhammad Hanif Rahman, Dosen Ma'had Aly Al-Iman Bulus dan Pengurus LBM NU Purworejo.
Terpopuler
1
LF PBNU Umumkan 1 Muharram 1448 H Jatuh pada Rabu, 17 Juni 2026
2
Ini Lafal Doa Akhir dan Awal Tahun Hijriah
3
LF PBNU Instruksikan Rukyatul Hilal Awal Muharram 1448 H Sore Ini
4
Lafal Niat Puasa Muharram, Tasua, dan Asyura
5
Data Hilal Rukyatul Hilal Awal Muharram 1448 H
6
Refleksi Tahun Baru Hijriah, Saatnya Menagih Tanggung Jawab Pemerintah
Terkini
Lihat Semua