Berdoa atau Berharap agar Mimpi Basah? Begini Etikanya
Tidak perlu berharap agar mimpi basah, berdasarkan penelitian orang tanpa aktivitas seksual selama 1 atau 2 minggu, akan mimpi basah.
Artikel dengan tag "Akhlak Rasulullah"
Tidak perlu berharap agar mimpi basah, berdasarkan penelitian orang tanpa aktivitas seksual selama 1 atau 2 minggu, akan mimpi basah.
Syekh Hafidz Hasan Mas’udi dalam kitab akhlaknya menambah 8 hak tetangga yang harus dipenuhi, yaitu; (1) memberi salam terlebih dahulu kepadanya; dst.
Ada dua akhlak fundamental dalam bertetangga menurut Islam. (1) berbagi tidak perlu menunggu banyak; dan (2) tidak mengganggu kenyamanan tetangga.
Nabi Muhammad saw merupakan teladan bagi seluruh umat manusia. Salah satu teladan dari beliau adalah akhlak atau budi pekerti kepada tetangga.
Seberapakah batas kebolehan mengganggu tetangga dengan kebisingan? Batas kebisingan yang dibolehkan.
9 Hadits Nabi tentang Tetangga
Menjadi rasul, pemimpin umat, dan terlahir dari nasab Quraisy mulia, tidak menghalangi Nabi saw untuk mencari penghidupan secara mandiri. Etos kerja.
Ojo dibandingke tau jangan membanding-bandingkan? Membanding-bandingkan itu ada yang tidak boleh, ada yang boleh, dan ada yang dianjurkan.
Rasulullah saw terkenal sebagai hamba Allah yang menerima rezeki yang ada. Banyak riwayat menyebutkan jenis pakaian dan makanan Rasulullah saw yang menunjukkan sikap qanaah Rasulullah saw.
Imam Al-Ghazali kemudian membawa riwayat Muttafaq Alaihi dari sahabat Anas ra yang mengisahkan perlakuan kasar seorang Badui terhadap Rasulullah saw.
Hadits ini diriwayatkan oleh Muttafaq Alaih dari sahabat Anas bin Malik ra. Hadits ini dikutip oleh Imam Al-Ghazali dalam rangka menjelaskan kesabaran atas perilaku yang tidak menyenangkan sebagai ujian terbesar husnul khuluq atau akhlak terpuji.
Anas bin Malik: “Aku melayani Rasulullah sselama sepuluh tahun. Tidak semua pekerjaanku sesuai dengan perintah beliau, (tapi) beliau tidak pernah berkata kepadaku (karena ketidak-becusanku) “ah/dasar”, dan tidak pernah (juga) berkata padaku, “kenapa kau lakukan ini?” dan “kenapa tidak kau lakukan (seperti) ini?”