8 Etika Pasangan Suami-Istri dalam Bermedsos
Artikel ini menyuguhkan panduan bagi pasangan suami istri dalam bermedia sosial agar tidak terjadi hal-hal negatif yang menjadikan keretakan hubungan
Artikel dengan tag "Media Sosial"
Artikel ini menyuguhkan panduan bagi pasangan suami istri dalam bermedia sosial agar tidak terjadi hal-hal negatif yang menjadikan keretakan hubungan
Para influencer politik menggunakan platform media sosial untuk menyebarkan informasi, sekaligus membentuk opini publik tentang berbagai isu politik.
Tidak sedikit orang berlomba berburu pahala dengan ritual keagamaan sebanyak dan sebaik mungkin, tapi ia masih ‘buta’ secara sosial.
Khutbah Jumat kali ini mengajak jamaah untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial di bulan Ramadhan.
Rujukan agama banyak menyebar di internet. Kita perlu selektif dalam memilih rujukan agama di internet dan juga di media sosial.
Khutbah Jumat ini mengingatkan agar tidak ceroboh dan terburu-buru dalam menyimpulkan informasi sehingga lebih hati-hati.
Teks khutbah Jumat berikut ini berjudul "Khutbah Jumat: Puasa Komentar di Media Sosial". Untuk mencetak naskah khutbah Jumat ini, silakan klik ikon print berwarna merah di atas atau bawah artikel ini (pada tampilan desktop). Semoga bermanfaat! (Redaksi)
Di era digital, media sosial sudah menjadi bagian yang tidak dapat terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Beragam kemudahan yang tersedia di media sosial menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat untuk terus menggunakannya sebagai sarana komunikasi dan berbagi informasi. Namun, kebebasan dalam bermedia sosial terkadang tidak dibarengi dengan etika yang apik dalam penggunaannya, sehingga lebih banyak menimbulkan mudharat daripada manfaatnya. Untuk itu ada beberapa rambu yang harus dipahami yang mencirikan kita sebagai muslim yang berakhlak.
Di bulan Ramadhan, umat Islam melaksanakan kewajiban ibadah puasa satu bulan lamanya. Puasa sendiri hakikatnya adalah menahan diri. Tidak hanya menahan diri dari rasa lapar dan haus, tapi juga menahan diri dari segala hal yang tidak pantas untuk dikerjakan, salah satunya yaitu menahan diri dari hawa nafsu.
Dunia media sosial telah memberi kamudahan dalam mengakses informasi sebanyak mungkin. Hanya saja, informasi yang melimpah itu tidak seluruhnya baik untuk kita akses. Termasuk di antaranya adalah konten dakwah.