Benarkah Menghidupkan Malam Nisfu Sya'ban Bid'ah?
Hukum menghidupkan malam Nisfu Sya'ban dengan berbagai amalan ibadah adalah sunah.
Artikel dengan tag "Nisfu Syaban"
Hukum menghidupkan malam Nisfu Sya'ban dengan berbagai amalan ibadah adalah sunah.
Khutbah Jumat ini mengajak jamaah untuk menjadikan momentum Nisfu Sya'ban sebagai titik tolak perbaikan diri
Perbedaan pendapat ulama tentang legalitas shalat nisfu sya'ban semestinya menjadi pelajaran untuk bersikap toleran terhadap amalan yang berbeda.
Siapapun yang membaca doa Nabi Yunus: “Lâ ilâha illâ anta subḫânaka innî kuntu minadh dhâlimîn di malam Nisfu Sya’ban, maka menfapat 2.375 pahalanya.
Rasulullah sangat memuliakan bulan Sya’ban. Sehingga kita mendapati riwayat-riwayat Nabi yang menjelaskan keutamaannya.
Malam nisfu Sya'ban baru saja berlalu. Kita dapat memetik pelajaran dari malam nisfu Sya'ban melalui khutbah Jumat kali ini.
Inilah Doa Nisfu Sya’ban Berjamaah Versi Kitab Perukunan Melayu
Naskah khutbah Jumat ini menganjurkan untuk memohon ampun dan istighfar kepada Allah dan mengajak untuk mempersiapkan diri di bulan Sya’ban
Peringatan malam Nisfu Sya'ban dasarnya adalah mengikuti perbuatan segolongan ulama Tabi'in negeri Syam atau kini dikenal dengan negara Suriah.
Doa nisfu Sya’ban biasa dibaca pada malam ke-15 bulan Sya’ban. Doa ini berisi permohonan keberuntungan, rezeki yang halal, dan takdir yang baik.
Doa Nisfu Sya’ban dan Surat Yasin dibaca 3 kali selepas Maghrib. Harapannya diberi umur panjang dalam ketaatan, murah rezeki halal, mati dalam iman.
Khutbah Jumat ini mengajak jamaah untuk melihat keistimewaan yang ada pada malam Nisfu Sya'ban