Apa yang Dilakukan Rasulullah dan Sahabat saat Wabah?
NU Online ยท Ahad, 18 April 2021 | 22:15 WIB
Alhafiz Kurniawan
Penulis
Assalamu 'alaikum wr. wb.
Redaksi NU Online, apakah ada keterangan perihal sikap dan tindakan yang diambil Rasulullah dan juga sahabatnya ketika wabah menyerang? Mohon keterangannya. Terima kasih. Wassalamu โalaikum wr. wb (hamba Allah/Tangerang)
Jawaban
Wassalamu โalaikum wr. wb.
Penanya dan pembaca yang budiman. Semoga Allah memberikan rahmat-Nya kepada kita semua. Kami tidak mengetahui secara persis apakah wabah terjadi di zaman Rasulullah baik dalam skala besar maupun skala kecil. Dengan demikian kami tidak mengetahui persis sikap Rasulullah SAW seperti apa.
Meski begitu, kami akan mengutip beberapa riwayat yang menyebut apa harus dilakukan ketika satu wabah menyerang. Berikut ini merupakan hadits riwayat Imam Bukhari di mana Rasulullah SAW menyebut wabah sebagai jenis azab bagi umat terdahulu dan kini menjadi rahmat bagi orang beriman karena kesabaran dan pengertian atas ketentuan Allah.
ุนู ุนุงุฆุดุฉ ุฒูุฌ ุงููุจู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
ุฃููุง ุฃุฎุจุฑุชูุง ุฃููุง ุณุฃูุช ุฑุณูู ุงููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
ุนู ุงูุทุงุนูู ูุฃุฎุจุฑูุง ูุจู ุงููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
ุฃูู ูุงู ุนุฐุงุจุง ูุจุนุซู ุงููู ุนูู ู
ู ูุดุงุก ูุฌุนูู ุงููู ุฑุญู
ุฉ ููู
ุคู
ููู ูููุณ ู
ู ุนุจุฏ ููุน ุงูุทุงุนูู ููู
ูุซ ูู ุจูุฏู ุตุงุจุฑุง ูุนูู
ุฃูู ูู ูุตูุจู ุฅูุง ู
ุง ูุชุจ ุงููู ูู ุฅูุง ูุงู ูู ู
ุซู ุฃุฌุฑ ุงูุดููุฏ
Artinya, โDari Siti Aisyah RA, ia mengabarkan kepada kami bahwa ia bertanya kepada Rasulullah SAW perihal thaโun, lalu Rasulullah SAW memberitahukannya, โZaman dulu thaโun adalah siksa yang dikirimkan Allah kepada siapa saja yang dikehendaki oleh-Nya, tetapi Allah menjadikannya sebagai rahmat bagi orang beriman. Tiada seorang hamba yang sedang tertimpa thaโun, kemudian menahan diri di negerinya dengan bersabar seraya menyadari bahwa thaโun tidak akan mengenainya selain karena telah menjadi ketentuan Allah untuknya, niscaya ia akan memperoleh ganjaran seperti pahala orang yang mati syahid,โโ (HR Bukhari).
Sebenarnya sikap Rasulullah dapat diketahui ketika ditanya sahabat perihal wabah. Rasulullah SAW sebagaimana pada riwayat Bukhari sebelumnya memerintahkan masyarakat untuk menahan diri rumah masing-masing di tengah penyebaran wabah pada berikut ini:
ุนููู ุนูุงุฆูุดูุฉูุ ุฃููููููุง ููุงููุชู: ุณูุฃูููุชู ุฑูุณูููู ุงูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ุนููู ุงูุทููุงุนูููู ุ ููุฃูุฎูุจูุฑูููู ุฑูุณูููู ุงูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู
ู: " ุฃูููููู ููุงูู ุนูุฐูุงุจูุง ููุจูุนูุซููู ุงูููู ุนูููู ู
ููู ููุดูุงุกูุ ููุฌูุนููููู ุฑูุญูู
ูุฉู ููููู
ูุคูู
ููููููุ ููููููุณู ู
ููู ุฑูุฌููู ููููุนู ุงูุทููุงุนููููุ ููููู
ูููุซู ููู ุจูููุชููู ุตูุงุจูุฑูุง ู
ูุญูุชูุณูุจูุง ููุนูููู
ู ุฃูููููู ููุง ููุตููุจููู ุฅููููุง ู
ูุง ููุชูุจู ุงูููู ูููู ุฅููููุง ููุงูู ูููู ู
ูุซููู ุฃูุฌูุฑู ุงูุดูููููุฏู
Artinya, โDari Siti Aisyah RA, ia berkata, โIa bertanya kepada Rasulullah SAW perihal thaโun, lalu Rasulullah SAW memberitahukanku, โZaman dulu thaโun adalah azab yang dikirimkan Allah kepada siapa saja yang dikehendaki oleh-Nya, tetapi Allah menjadikannya sebagai rahmat bagi orang beriman. Tiada seseorang yang sedang tertimpa thaโun, kemudian menahan diri di rumahnya dengan bersabar serta mengharapkan ridha ilahi seraya menyadari bahwa thaโun tidak akan mengenainya selain karena telah menjadi ketentuan Allah untuknya, niscaya ia akan memperoleh ganjaran seperti pahala orang yang mati syahid,โโโ (HR Ahmad).
Adapun sikap sahabat dalam menghadapi wabah tentu mengikuti petunjuk Rasulullah SAW yang mengingatkan umatnya agar tidak memasuki daerah yang sedang terjangkit penyakit dan tidak keluar dari daerah yang sedang tertimpa wabah.
ุนููู ุนูุจูุฏู ุงูููููู ุจููู ุนูุงู
ูุฑู ุจููู ุฑูุจููุนูุฉู ุฃูููู ุนูู
ูุฑู ุฎูุฑูุฌู ุฅูููู ุงูุดููุงู
ู ููููู
ููุง ุฌูุงุกู ุณูุฑูุบู ุจูููุบููู ุฃูููู ุงููููุจูุงุกู ููุฏู ููููุนู ุจูุงูุดููุงู
ู ููุฃูุฎูุจูุฑููู ุนูุจูุฏู ุงูุฑููุญูู
ููู ุจููู ุนููููู ุฃูููู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ููุงูู ุฅูุฐูุง ุณูู
ูุนูุชูู
ู ุจููู ุจูุฃูุฑูุถู ููููุง ุชูููุฏูู
ููุง ุนููููููู ููุฅูุฐูุง ููููุนู ุจูุฃูุฑูุถู ููุฃูููุชูู
ู ุจูููุง ููููุง ุชูุฎูุฑูุฌููุง ููุฑูุงุฑูุง ู
ููููู ููุฑูุฌูุนู ุนูู
ูุฑู ุจููู ุงููุฎูุทููุงุจู ู
ููู ุณูุฑูุบู
Artinya, โDari Abdullah bin Amir bin Rabiโah, Umar bin Khattab RA menempuh perjalanan menuju Syam. Ketika sampai di Sargh, Umar mendapat kabar bahwa wabah sedang menimpa wilayah Syam. Abdurrahman bin Auf mengatakan kepada Umar bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, โBila kamu mendengar wabah di suatu daerah, maka kalian jangan memasukinya. Tetapi jika wabah terjadi wabah di daerah kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu.โ Lalu Umar bin Khattab berbalik arah meninggalkan Sargh,โ (HR Bukhari dan Muslim).
Demikian jawaban singkat kami, semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.
Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,
Wassalamu โalaikum wr. wb.
(Alhafiz Kurniawan)
Terpopuler
1
Bolehkah Suami Menggunakan Tabungan Istri untuk Membayar Utang?
2
Habib Umar bin Hafidz Kunjungi PBNU, Ada Tiga Agenda di Dalamnya
3
Kemenhaj Imbau Jamaah Umrah Indonesia Waspada, Pastikan Kesiapan Perjalanan
4
Tahlil Hari Ketujuh Nyai Machfudhoh Aly Ubaid di Jakarta, Kiai Said Aqil Kenang Perjuangannya untuk NU
5
Hukum Pembersihan Sampah setelah Acara Keagamaan dan Kegiatan Umum Lainnya
6
Ijtihad Politik Abu Lueng Ie, Ikhtiar Menjaga Ulama dan Tarekat di Tengah Gejolak Zaman
Terkini
Lihat Semua