Apakah Boleh Mengumandangkan Adzan Shallu fi Rihalikum atau fi Buyutikum?
NU Online ยท Jumat, 27 Maret 2020 | 13:15 WIB
Jawaban
Umat Islam memutuskan untuk menghentikan sementara ibadah yang dilakukan secara bersama-sama seperti ibadah shalat Jumat, shalat berjamaah, dan peringatan keagamaan lain seperti haul, tabligh akbar, isra miโraj, dan lain sebagainya. Semua aktivitas ibadah terutama shalat Jumat ditunda untuk sementara waktu, terutama pada zona merah Covid-19, dan shalat berjamaah di masjid untuk dikerjakan di rumah.
Adapun soal penambahan atau perubahan lafal adzan, kita menemukan dalam hadits nabi pelbagai lafal serupa, yaitu shallu fi rihalikum, shallu fi buyutikum, atau shallu fir rihal. Lafal tambahan atau perubahan lafal ini dikumandangkan saat uzur hujan, angin kencang, atau uzur lainnya.
Sahabat Ibnu Abbas RA dan Ibnu Umar RA melafalkannya secara berbeda. Sahabat Ibnu Abbas menyisipkan lafal โshallลซ fir rihฤlโ atau โshallลซ fฤซ buyลซtikumโ sebagai pengganti seruan โhayya โalas shalฤh.โ Sedangkan sahabat Ibnu Umar melafalkan โshallลซ fir rihฤlโ setelah semua lafal adzan dikumandangkan.
Ketentuan penambahan menurut Ibnu Umar RA atau perubahan menurut Ibnu Abbas RA diangkat dalam fiqih mazhab Syafiโi antara lain. Imam An-Nawawi mengulasnya dengan penjelasan yang hampir sama pada dua kitab berbeda.
ูููู (ุงูุนุงุดุฑุฉ) ูุงู ุงูุดุงูุนู ุฑุญู ู ุงููู ุชุนุงูู ูู ุขุฎุฑ ุฃุจูุงุจ ุงูุงุฐุงู ุฅุฐุง ูุงูุช ูููุฉ ู ุทูุฑุฉ ุฃู ุฐุงุช ุฑูุญ ูุธูู ุฉ ูุณุชุญุจ ุงู ูููู ุงูู ุคุฐู ุฅุฐุง ูุฑุบ ู ู ุงุฐุงูู ุงูุง ุตููุง ูู ุฑุญุงููู ูุงู ูุงู ูุงูู ูู ุงุซูุงุก ุงูุงุฐุงู ุจุนุฏ ุงูุญูุนูุฉ ููุง ุจุฃุณ ูุฐุง ูุตู ูููุฐุง ูููู ุงูุจูุฏููุฌู ููุทุน ุจู ูููุฐุง ุตุฑุญ ุจู ุงูุตูุฏูุงูู ูุตุงุญุจ ุงูุนุฏุฉ ูุงูุดุงุดู ูุขุฎุฑูู ุฐูุฑูู ุจุญุฑููู ุงูุชู ูููุชูุง ูุงุญุชุฌูุง ูู ุจุงูุญุฏูุซ ุงูุฐู ุณุฃุฐูุฑู ุงู ุดุงุก ุงููู ุชุนุงูู ูุงุณุชุจุนุฏ ุงู ุงู ุงูุญุฑู ูู ูููู ูู ุงุซูุงุก ุงูุงุฐุงู ููุงู ุชุบููุฑ ุงูุงุฐุงู ู ู ุบูุฑ ุณุจุจ ู ุณุชุจุนุฏ ุฐูุฑู ูู ูุชุงุจ ุตูุงุฉ ุงูุฌู ุงุนุฉ ููุฐุง ุงูุฐู ุงุณุชุจุนุฏู ููุณ ุจุจุนูุฏ ุจู ูู ุงูุญู ูุงูุณูุฉ ููุฏ ุซุจุช ุฐูู ูู ุฃุญุงุฏูุซ ูุซูุฑุฉ ูู ุงูุตุญูุญูู ุจุนุฏ ุงูุงุฐุงู ููู ุงุซูุงุฆู
Artinya, โ(Kesepuluh) Imam As-Syafiโi RA mengatakan di akhir bab adzan, jika malam hujan atau berangin dan gelap, muazin dianjurkan menambahkan lafal โAlฤ shallu fi rihฤlikumโ setelah menyelesaikan lafal adzannya. Tetapi jika ia menyisipkannya setelah lafal hayโalah (hayya alas shalah dan hayya alal falah). Demikian nash As-Syafiโi. Nash ini dikutip dan diputuskan oleh Al-Bandaniji. Demikian juga As-Shaydalani, penulis Kitab Al-Uddah, As-Syasyi, dan ulama lain mengutipnya huruf per huruf persis seperti yang saya kutip. Mereka berhujah dengan hadits yang insya Allah akan saya sebutkan di depan. Imam Al-Haramain menganggap pendapat โdisisipkan di tengah adzanโ terlalu jauh. Menurutnya, perubahan atas lafal adzan tanpa sebab itu terlalu jauh sebagaimana disebutkannya pada bab shalat jamaah. Padahal pendapat tersebut tidak jauh, bahkan benar dan sunnah sebagaimana didasarkan atas banyak hadits pada riwayat Bukhari dan Muslim perihal penambahan lafal di tengah adzan berlangsung dan setelah adzan selesai,โ (Imam An-Nawawi, Al-Majmuโ, Syarhul Muhazzab, [Beirut, Al-Maktabah At-Taufiqiyyah: 2010 M], juz III, halaman 119).
Pada Kitab Raudhatut Thalibin, Imam An-Nawawi menjelaskan dengan uraian serupa. Di sini ia mengatakan bahwa penambahan atau perubahan lafal adzan tidak merusak adzan, tentu sejauh ada uzur atau hajat yang dibenarkan dalam syariat.
ูุงู ูู ุงูุชูุฐูุจ ูู ุฒุงุฏ ูู ุงูุฃุฐุงู ุฐูุฑุง ุฃู ุฒุงุฏ ูู ุนุฏุฏู ูู ููุณุฏ ุฃุฐุงููโฆ ูุงู ุตุงุญุจ ุงูุนุฏุฉ ูุฅุฐุง ูุงูุช ูููุฉ ู ุทูุฑุฉ ุฃู ุฐุงุช ุฑูุญ ูุธูู ุฉ ูุณุชุญุจ ุฃู ูููู ุฅุฐุง ูุฑุบ ู ู ุฃุฐุงูู ุฃูุง ุตููุง ูู ุฑุญุงููู ูุฅู ูุงูู ูู ุฃุซูุงุก ุงูุฃุฐุงู ุจุนุฏ ุงูุญูุนูุฉ ููุง ุจุฃุณ ููุฐุง ูุงูู ุงูุตูุฏูุงูู ูุงูุจูุฏููุฌู ูุงูุดุงุดู ูุบูุฑูู ูุงุณุชุจุนุฏ ุฅู ุงู ุงูุญุฑู ูู ูููู ูู ุฃุซูุงุก ุงูุฃุฐุงู ูููุณ ูู ุจุจุนูุฏ ุจู ูู ุงูุญู ูุงูุณูุฉ ููุฏ ูุต ุนููู ุงูุดุงูุนู ุฑุถู ุงููู ุนูู ูู ุขุฎุฑ ุฃุจูุงุจ ุงูุฃุฐุงู ูู ุงูุฃู ููุฏ ุซุจุช ูู ุงูุตุญูุญูู ุนู ุงุจู ุนุจุงุณ ุฑุถู ุงููู ุนููู ุง
Artinya, โDalam Kitab At-Tahdzib dikatakan, seandainya muazin menambahkan zikir pada lafal adzan atau menambah bilangan lafal adzan, maka tindakan itu tidak merusak adzanโฆPenulis Kitab Al-Uddah mengatakan, bila malam hujan, berangin kencang, atau gelap kelam, muazin dianjurkan menambahkan lafal โAlฤ shallu fi rihฤlikumโ setelah adzannya selesai. Tetapi jika ia menyisipkannya setelah lafal hayโalah (hayya alas shalah dan hayya alal falah), maka hal itu tidak masalah sebagaimana pendapat As-Shaydalani, Al-Bandaniji, As-Syasyi, dan ulama lain. Imam Al-Haramain menganggap pendapat terakhir terlalu jauh. Padahal pendapat tersebut tidak jauh, bahkan benar dan sunnah sebagaimana nash Imam Syafiโi di akhir bab adzan Kitab Al-Umm. Pendapat ini didasarkan pada hadits Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas RAโ (Imam An-Nawawi, Raudhatut Thalibin wa Umadatul Muftin,[Beirut, Darul Fikr: 2005 M/1425-1426 H], juz I, halaman 231-232).
Adapun berikut ini adalah hadits riwayat Imam Muslim yang mengisahkan perintah Ibnu Abbas RA untuk menyisipkan โshallลซ fฤซ buyลซtikumโ sebagai pengganti seruan โhayya โalas shalฤh.โ
ุนููู ุนูุจูุฏู ุงูููููู ุจููู ุนูุจููุงุณู ุฃูููููู ููุงูู ููู ูุคูุฐูููููู ููู ููููู ู ู ูุทููุฑู ุฅูุฐูุง ููููุชู ุฃูุดูููุฏู ุฃููู ููุง ุฅููููู ุฅููููุง ุงูููููู ุฃูุดูููุฏู ุฃูููู ู ูุญูู ููุฏูุง ุฑูุณูููู ุงูููููู ููููุง ุชููููู ุญูููู ุนูููู ุงูุตููููุงุฉู ูููู ุตูููููุง ููู ุจููููุชูููู ู ููุงูู ููููุฃูููู ุงููููุงุณู ุงุณูุชูููููุฑููุง ุฐูุงูู ููููุงูู ุฃูุชูุนูุฌูุจูููู ู ููู ุฐูุง ููุฏู ููุนููู ุฐูุง ู ููู ูููู ุฎูููุฑู ู ููููู ุฅูููู ุงููุฌูู ูุนูุฉู ุนูุฒูู ูุฉู ููุฅููููู ููุฑูููุชู ุฃููู ุฃูุญูุฑูุฌูููู ู ููุชูู ูุดููุง ููู ุงูุทููููู ููุงูุฏููุญูุถู
Artinya, โDari Ibnu Abbas RA, ia berkata kepada muazinnya pada hari hujan, โBila kau sudah membaca โAsyhadu an lฤ ilฤha illallฤhu, asyhadu anna muhammadan rasลซlullฤh,โ jangan kau teruskan dengan seruan โhayya โalas shalฤh,โ tetapi serulah โshallลซ fi buyลซtikum.โโ Orang-orang seolah mengingkari perintah Ibnu Abbas RA. Ia lalu mengatakan, โApakah kalian heran dengan masalah ini? Padahal ini telah dilakukan oleh orang yang lebih baik dariku. Sungguh Jumat itu wajib. tetapi aku tidak suka menyulitkanmu sehingga kamu berjalan di tanah dan licin.โโ (HR Muslim).
Adapun berikut ini adalah hadits riwayat Imam Muslim yang mengisahkan kumandang adzan Ibnu Umar RA untuk menyudahi seruan adzannya dengan โshallลซ fฤซ rihฤlikumโ karena pernah menyaksikan Rasulullah SAW dalam suatu ketika meminta muazinnya berbuat serupa.
ููุงููุนู ุนููู ุงุจููู ุนูู ูุฑู ุฃูููููู ููุงุฏูู ุจูุงูุตููููุงุฉู ููู ููููููุฉู ุฐูุงุชู ุจูุฑูุฏู ููุฑููุญู ููู ูุทูุฑู ููููุงูู ููู ุขุฎูุฑู ููุฏูุงุฆููู ุฃูููุง ุตูููููุง ููู ุฑูุญูุงููููู ู ุฃูููุง ุตูููููุง ููู ุงูุฑููุญูุงูู ุซูู ูู ููุงูู ุฅูููู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู ู ููุงูู ููุฃูู ูุฑู ุงููู ูุคูุฐูููู ุฅูุฐูุง ููุงููุชู ููููููุฉู ุจูุงุฑูุฏูุฉู ุฃููู ุฐูุงุชู ู ูุทูุฑู ููู ุงูุณููููุฑู ุฃููู ููููููู ุฃูููุง ุตูููููุง ููู ุฑูุญูุงููููู ู
Artinya, โDari Nafiโ, dari Ibnu Umar bahwa ia mengumandangkan adzan pada malam yang dingin, berangin, dan hujan. Di akhir adzan ia menyeru, โalฤ shallลซ fฤซ rihฤlikum. Alฤ shallลซ fir rihฤl.โ Lalu ia bercerita bahwa Rasulullah pernah memerintahkan seorang muazin ketika malam berlalu dengan dingin atau hujan dalam perjalanan untuk menyeru โalฤ shallลซ fฤซ rihฤlikum,โโ (HR Muslim).
Demikian keterangan yang kita dapatkan perihal penambahan atau perubahanย lafal adzan dalam situasi tertentu, termasuk darurat penyebaran wabah Covid-19 pada awal 2020 ini.
Demikian jawaban singkat kami. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka dalam menerima kritik dan saran dari para pembaca.
Wallahul muwaffiq ila aqwathih thariq,
(Alhafiz Kurniawan)
Terpopuler
1
Khutbah Idul Fitri 2026: Refleksi Makna Kembali ke Fitrah secara Utuh
2
Ketiduran dan Tidak Sempat Ikut Shalat Idul Fitri, Terus Bagaimana?
3
Basa-Basi Lebaran yang Menjengkelkan: Kapan Nikah? Kapan Punya Anak?
4
Momen Warga Aceh saat Hendak Tabarrukan Idul Fitri dengan Mustasyar PBNU Abu MUDI
5
Kerugian Terbesar Seorang Muslim: Punya Waktu Luang tapi Tak Mendekat kepada Allah
6
NU Care-LAZISNU Kembali Salurkan Bantuan untuk Penyintas Banjir Pidie Jaya Aceh
Terkini
Lihat Semua