Logika Pelarangan Bakar Sampah di Kuburan
NU Online ยท Rabu, 11 Juli 2018 | 23:00 WIB
Redaksi NU Online yang saya hormati, sedikit cerita waktu saya ke makam keluarga, saya membersihkan makam kemudian sampahnya saya bakar. Lalu ada seseorang peziarah yang menengur saya agar tidak membakar sampai di sekitar makam, dengan alasan bisa membuat panas orang yang sudah di kubur. Yang ingin saya tanyakan bagaimana logika larangan membakar sampah di kuburan? Demikian pertanyaan saya. Terima kasih. Wassalamu โalaikum wr. wb. (Efendi Y)
Jawaban
Assalamu โalaikum wr. wb.
Penanya yang budiman, semoga selalu diberkati Allah SWT. Pertama-tama yang harus dipahami adalah mengenai apakah orang yang sudah meninggal dunia itu dapat merasakan kesakitan sebagaimana yang dialami orang masih hidup? Pertanyaan ini menjadi sangat penting untuk diajukan di sini. Karena hemat kami, jawaban atas pertanyaan penanya berkait kelindan dengan hal tersebut.
Dalam Kitab Mirโatul Mafatih yang ditulis oleh Al-Mubarakfuri, terdapat riwayat dari Ibnu Masud yang menyatakan bahwa menyakiti jenazah orang Mukmin itu sebagaimana menyakitinya ketika masih hidup. Riwayat tersebut kemudian dikomentari oleh Ibnu Abdil Barr, salah ulama kenamaan dari kalangan Madzhab Maliki.
Menurut Ibnu Abdil Barr, dari riwayat Ibnu Masud tersebut dapat dipahami bahwaย orang yang sudah meninggal dunia itu bisa merasakanย semua bentuk kesakitan yang dapat dirasakan oleh orang yang masih hidup. Demikian sebagaimana yang kami pahami dari keterangan yang dikemukakan Al-Mubarakfuri berikut ini:
Artinya, โDari Ibnu Masโud RA, ia berkata, โMenyakiti jenazah orang Mukmin itu sebagaimana menyakitinya ketika ia masih hidup,โ (HR Ibnu Syaibah). Menurut Ibnu Abdil Barr, dapat dipahami dari hadits ini bahwa orang yang meninggal dunia itu dapat merasakan semua bentuk kesakitan yang dapat dirasakan oleh orang yang hidup,โ (Lihat Al-Mubarakfuri, Mirโatul Mafatih, [Benares-Hindia, Al-Jamiโatus Salafiyyah: tanpa keterangan tahun], juz V, halaman 449).
Berangkat dari penjelasan singkat ini maka dapat dipahami bahwa pembakaran sampah di area makam memilik efek bagi orang yang ada dalam kuburan. Sebab, orang yang meninggal dunia ternyata dapat merasakan pelbagai jenis kesakitan yang dialami orang yang hidup.
Logikanya sederhananya, jika kita di dekat api merasa kepanasan, maka orang yang meninggal dunia juga akan merasakan kepanasan juga ketika di dekat api. Dari sini kemudian bisa dimengerti kenapa ada orang yang kemudian melarang kita untuk membakar sampai di area pekuburan atau makam.
Demikian jawaban singkat yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.
Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,
Wassalamu โalaikum wr. wb.
(Mahbub Maafi Ramdlan)
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-DIY Tolak Politik Uang dalam Proses Muktamar NU
2
Kompensasi kepada Pemilih dengan Dalih Transportasi atau Ongkos Kerja untuk Memengaruhi Pilihan adalah Haram dan Suap
3
RAPBN 2027 Dana Pendidikan Rp240 Triliun untuk MBG, JPPI: Jangan Pelintir Putusan MK
4
Jusuf Kalla Buka Suara soal Kerusuhan di Aceh: Konflik Internal, Bukan ke Pemerintah Pusat
5
Data Terbaru Gempa M7,7 NTT: 54 Meninggal Dunia, 199 Luka-Luka, 9 Ribu Warga Mengungsi
6
Jusuf Kalla Imbau Masyarakat Aceh Jaga Kondusivitas usai Kerusuhan dan Pengibaran Bendera GAM Sabtu
Terkini
Lihat Semua