Khutbah Jumat: Peran Masyarakat dalam Mengawal Demokrasi di Indonesia
Khutbah Jumat ini mengajak masyarakat berperan aktif dalam mengawal demokrasi di Indonesia.
Kumpulan artikel kategori Keislaman
Khutbah Jumat ini mengajak masyarakat berperan aktif dalam mengawal demokrasi di Indonesia.
Ketaatan pada ulil amri tidaklah mutlak. Di negara demokrasi, kritik justru menjadi wujud amar ma’ruf untuk menjaga akuntabilitas negara.
Pemimpin sejati itu melayani. Empati menjadi kompas dalam melangkah dan mengambil kebijakan.
Tajdidul wudhu bukan sekadar membasuh kembali, tapi sunnah yang menyimpan pahala besar dan menyegarkan hati untuk lebih khusyuk beribadah.
Islam melarang politik balas budi karena merusak tata kelola, melahirkan pejabat tak kompeten, dan menumbuhkan korupsi.
Di era setiap orang memiliki media sosial, apakah kritik tertutup untuk pemerintah masih relevan? Baca selengkapnya di sini.
Perempuan sering luput membasuh rambut pipi atau dekat telinga saat wudhu. Padahal, hal sepele ini bisa membuat wudhu tidak sah.
Syekh Zakaria al-Anshari, ulama produktif, luas ilmunya, teguh integritasnya, dan berani menegur penguasa demi kebenaran.
Jika ayah non-Muslim, kewalian nikah berpindah ke wali terdekat yang memenuhi syarat. Jika tak ada, hakim berhak menikahkan.
Shalat Jumat di Pestapora 2025 dengan Rhoma Irama sebagai khatib viral. Sahkah menurut fiqih? Begini pandangan ulama Syafi’iyah dan Malikiyah.
Satu ucapan bisa jadi sumber kedamaian atau perpecahan. Jaga lisan dan jari-jemari di medsos agar hidup damai, aman, dan penuh berkah.
Meninggal saat demonstrasi demi keadilan dapat bernilai syahid akhirat jika niatnya ikhlas dan tujuannya menolak kezaliman.