Khutbah Jumat: Cinta sebagai Fondasi Generasi Rahmatan lil Alamin
NU Online · Selasa, 30 September 2025 | 22:00 WIB
Amien Nurhakim
Penulis
Cinta adalah anugerah besar Allah yang menghidupkan hati, menguatkan ikatan manusia, dan menjadi dasar bagi terciptanya masyarakat yang damai. Tanpa cinta, hidup terasa kering, relasi menjadi rapuh, dan manusia mudah terjerumus dalam kebencian, permusuhan, serta perpecahan. Islam hadir membawa misi rahmat bagi seluruh alam, dan cinta adalah fondasi utamanya.
Naskah khutbah Jumat berikut ini dengan judul, “Khutbah Jumat: Cinta sebagai Fondasi Generasi Rahmatan lil Alamin.” Untuk mencetak naskah khutbah Jumat ini, silakan klik ikon print berwarna merah di atas atau bawah artikel ini (pada tampilan desktop). Semoga bermanfaat!
Khutbah I
الحَمْدُ ِللهِ، الحَمْدُ ِللهِ الْمُتَفَرِّدِ بِاسْمِهِ الأَسْمَى، أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَسِعَ كُلَّ شَيْءٍ رَحْمَةً وَعِلْمًا، وَأُثْنِي عَلَيْهِ وَأَشْكُرُهُ أَسْبَغَ عَلَيْنَا آلَاءً وَأَفْضَالًا وَنِعَمًا، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةً خَالِصَةً مُخْلِصَةً تَكُونُ لِبُلُوغِ رِضْوَانِهِ سُلَّمًا، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللهِ وَرَسُولُهُ فَتَحَ بِهِ أَعْيُنًا عُمْيًا، وَقُلُوبًا غُلْفًا، وَآذَانًا صُمًّا، وَآتَاهُ مِنْ فَضْلِهِ عِلْمًا وَحِكْمَةً وَحُكْمًا، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ هُمُ الأَرْجَحُ عَقْلًا وَحِلْمًا، وَالأَوْفَرُ عِلْمًا وَفَهْمًا، وَالتَّابِعِينَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ، وَسَلَّمَ تَسْلِيمًا كَثِيرًا
أَمَّا بَعْدُ: فَأُوصِيكُمْ أَيُّهَا النَّاسُ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ، فَاتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاهُ. فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ: وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِۚ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلٰى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِيْ عَامَيْنِ اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِوَالِدَيْكَۗ إِلَيَّ الْمَصِيْرُ
Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah,
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa. Takwa sebagaimana dirumuskan oleh para ulama, yaitu menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya dengan semaksimal mungkin. Dengan takwa itulah kita, Insyaallah, akan selamat di dunia dan akhirat.
Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah,
Cinta adalah nilai yang seharusnya ditanamkan sejak dini. Bukan sekadar cinta kepada sesama, namun cinta kepada Allah, cinta kepada sesama manusia, cinta kepada lingkungan, dan cinta kepada bangsa tanah air kita.
Apa jadinya manusia tanpa rasa cinta. Hidup akan terasa kering, relasi menjadi dingin, dan hidup rasanya akan kehilangan makna. Cinta adalah energi yang membuat manusia mau berkorban, mau peduli, dan mau menebarkan kebaikan di sekelilingnya.
Cinta bukan sekadar perasaan yang hadir sesaat, melainkan sikap hidup yang nyata dalam tindakan sehari-hari. Ia tercermin dalam penghormatan kepada orang tua, kasih sayang kepada sesama, kepedulian menjaga alam, hingga kesetiaan mencintai tanah air.
Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah,
Kementerian Agama Republik Indonesia tengah menggagas apa yang disebut Kurikulum Cinta. Sebuah kurikulum yang berusaha menanamkan nilai cinta sejak dini.
Pertama, cinta kepada Allah (hablum minallah). Anak-anak kita harus dibiasakan dekat dengan Tuhannya, cinta kepada shalat, cinta kepada Al-Qur’an, dan terbiasa berdoa dalam kehidupan sehari-hari. Aktivitas itulah yang nantinya akan menanamkan keimanan pada anak-anak kita, sehingga mereka menjadi individu yang beriman, sebagaimana Qur’an surat Al-Baqarah ayat 165 menyebut:
وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَشَدُّ حُبًّا لِّلّٰهِۙ
Artinya, “Adapun orang-orang yang beriman sangat kuat cinta mereka kepada Allah.”
Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah,
Kedua, cinta kepada sesama manusia (hablum minannas). Seperti yang kita tahu bahwa perbedaan adalah sunnatullah. Anak-anak kita jangan dibiasakan saling membenci hanya karena berbeda suku, agama, atau pandangan. Sebaliknya, mereka perlu ditanamkan sikap menghormati, saling menolong, dan hidup damai dalam keberagaman.
Al-Qur’an menegaskan bahwa manusia diciptakan berbeda-beda agar saling mengenal, bukan saling membenci:
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْاۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ
Artinya, “Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahateliti.”
Rasulullah juga bersabda:
لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
Artinya, “Tidak beriman salah seorang di antara kalian hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR Bukhari dan Muslim)
Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah,
Ketiga, cinta kepada lingkungan (hablum bil-bi’ah). Tidak hanya kepada Allah dan sesama manusia, Islam juga mengajarkan kita untuk menjaga bumi, tidak merusaknya. Kerusakan alam yang kita lihat hari ini sering kali karena ulah perbuatan manusia sendiri. Maka, generasi muda perlu disadarkan bahwa bumi adalah amanah Allah yang harus dirawat. Bukan hanya dieksploitasi. Ingatlah sabda Nabi SAW:
إنَّ الدُّنيا حُلوَةٌ خَضِرَةٌ، وإنَّ اللَّهَ مُستَخلِفُكُم فيها فناظِرٌ كَيفَ تَعمَلونَ
Artinya, “Sesungguhnya dunia ini hijau dan indah. Allah menjadikan kalian khalifah di dalamnya, maka Dia akan melihat bagaimana kalian berbuat.” (HR Al-Baihaqi dan Sunan al-Kubra)
Hadits yang khatib bacakan tadi menggambarkan bahwa dunia itu tampak manis dan hijau, artinya sangat memikat hati manusia dengan kelezatan dan keindahannya. Namun, sebagaimana dijelaskan Ad-Dihlawi dalam Lama’atut Tanqih jilid 8 halaman 379, bahwa keindahan dunia itu sifatnya menipu dan cepat sirna, layaknya sayuran hijau yang mudah layu. Karena itu, manusia sering terfitnah oleh pesonanya.
Kemudian, ketika Nabi SAW menyebut bahwa Allah menjadikan manusia sebagai khalifah di bumi, maksudnya adalah manusia hanya sekadar wakil atau pengelola. Harta, alam, dan seluruh fasilitas dunia sejatinya bukan milik mutlak manusia, tetapi titipan Allah yang kelak dimintai pertanggungjawaban. Maka, tugas manusia bukan sekadar menikmati, melainkan mengelola dengan bijak, dan menjaga dari kerusakan.
Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah,
Keempat, cinta kepada bangsa (hubbul wathan). Mencintai tanah air adalah bagian dari iman. Rasulullah SAW pun meneteskan air mata saat meninggalkan Makkah tercinta. Beliau bersabda:
وَاللَّهِ إِنَّكِ لَخَيْرُ أَرْضِ اللَّهِ، وَأَحَبُّ أَرْضِ اللَّهِ إِلَيَّ، وَلَوْلَا أَنِّي أُخْرِجْتُ مِنْكِ مَا خَرَجْتُ
Artinya: “Demi Allah, engkau adalah sebaik-baik bumi Allah dan bumi Allah yang paling aku cintai. Seandainya aku tidak diusir darimu, niscaya aku tidak akan keluar.” (HR. Ahmad)
Dari teladan Rasulullah ini, kita belajar bahwa rasa cinta kepada tanah air adalah fitrah sekaligus amanah. Anak-anak kita harus ditanamkan rasa bangga dan hormat pada tanah kelahirannya. Ke mana pun mereka pergi menuntut ilmu, mereka tetap perlu memegang akar budaya, menjaga martabat bangsa, serta berkontribusi untuk kemajuan negeri. Cinta tanah air bukan hanya soal kebanggaan, melainkan juga tanggung jawab untuk melindungi, membangun, dan memuliakannya.
Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah,
Kurikulum cinta ini bukan mata pelajaran baru, melainkan nilai yang disisipkan dalam semua pelajaran yang telah ada di instansi pendidikan kita. Harapannya, dari pendidikan usia dini hingga perguruan tinggi, lahirlah generasi yang berakhlak mulia, ramah, toleran, peduli lingkungan, sekaligus cinta tanah air. Amin ya rabbal ‘alamin.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ، وَنَفَعَنِيْ وَاِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ جَمِيْعَ أَعْمَالِنَا إِنَّهُ هُوَ الْحَكِيْمُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِلْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khutbah II
اَلْحَمْدُ للهِ حَمْدًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، اِلَهٌ لَمْ يَزَلْ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ وَكِيْلًا. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَحَبِيْبُهُ وَخَلِيْلُهُ، أَكْرَمُ الْأَوَّلِيْنَ وَالْأَخِرِيْنَ، اَلْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ كَانَ لَهُمْ مِنَ التَّابِعِيْنَ، صَلَاةً دَائِمَةً بِدَوَامِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِيْنَ
أَمَّا بَعْدُ: فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَذَرُوْا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ. وَحَافِظُوْا عَلَى الطَّاعَةِ وَحُضُوْرِ الْجُمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ وَالصَّوْمِ وَجَمِيْعِ الْمَأْمُوْرَاتِ وَالْوَاجِبَاتِ. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ بِنَفْسِهِ. وَثَنَّى بِمَلَائِكَةِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ. إِنَّ اللهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِيْ العَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وِالْأَمْوَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَةً، اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
عِبَادَ اللهِ، اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِيْ الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرُكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ
Amien Nurhakim, Redaktur Keislaman NU Online dan Dosen Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas PTIQ Jakarta
Artikel ini terbit atas kerja sama dengan Kementerian Agama RI.
Terpopuler
1
Kader NasDem Demo, Redaksi Tempo Tegaskan Pemberitaan Sesuai Kode Etik
2
Savic Ali Kritik Arah Kebijakan Pemerintah yang Sentralistik, Jauh dari Kepentingan Rakyat Kecil
3
UI Investigasi Dugaan Pelecehan Seksual yang Libatkan 16 Mahasiswa Fakultas Hukum
4
Tanya Jawab Imam Asy’ari dan Kalangan Muktazilah soal Siksa Kubur
5
Bahaya Tidur Berlebihan: 8 Dampak Buruk bagi Kesehatan Menurut Imam Munawi
6
Perundingan AS-Iran Gagal, Ketum PBNU dan Paus Leo XIV Ajak Seluruh Umat Wujudkan Perdamaian
Terkini
Lihat Semua