Khutbah

Khutbah Jumat: Makanan Sehat, Hati Tenang, Ibadah Lancar

NU Online  ·  Kamis, 2 Oktober 2025 | 11:00 WIB

Khutbah Jumat: Makanan Sehat, Hati Tenang, Ibadah Lancar

Ilustrasi buah-buahan. Sumber: Canva/NU Online.

Di era modern saat ini, kita dimanjakan dengan beragam pilihan makanan yang mudah didapatkan. Restoran cepat saji, makanan instan, hingga camilan dengan kemasan menarik seakan menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari. Namun, di balik kemudahan tersebut, ada tantangan besar yang perlu diwaspadai, yaitu risiko kesehatan akibat pola konsumsi dan jenis makanan yang kurang bijak.


Teks khutbah Jumat berikut ini berjudul: "Makanan Sehat, Hati Tenang, Ibadah Lancar". Untuk mencetak naskah khutbah Jumat ini, silakan klik ikon print berwarna merah di atas atau bawah artikel ini (pada tampilan desktop). Semoga bermanfaat! (Redaksi).


Khutbah I

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْإِيْمَانِ وَالْإِسْلَامِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ، وَعَلٰى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الشَّرَفِ وَالْإِحْتِرَامِ. أَمَّا بَعْدُ

أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. اِتَّقُوْ اللهَ، وَاعْمَلُوا الصَّالِحَاتِ وَاجْتَنِبُوا الْمُنْكَرَاتِ وَاذْكُرُوا اللهَ فِي أَيَّامٍ مَعْلُوْمَتٍ وَاشْكُرُوْا لِلّٰهِ الَّذِيْ بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ

قَالَ اللهُ تَعَالَى: يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ كُلُوْا مِمَّا فِى الْاَرْضِ حَلٰلًا طَيِّبًاۖ وَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ 


Ma’asyiral muslimin, jamaah Jumat rahimakumullah,

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Ketakwaan bukan hanya diwujudkan dalam ibadah ritual, tetapi juga dalam keseharian, termasuk dalam hal memilih makanan dan minuman. Sebab apa yang masuk ke dalam tubuh kita akan mempengaruhi kesehatan jasmani, kejernihan hati, bahkan diterimanya amal ibadah di sisi Allah SWT.


Terlebih di era modern ini, berbagai jenis makanan bermunculan dengan berbagai jenis bentuk dan ragam bahan dasarnya. Oleh karena itu, Islam mengingatkan kita agar senantiasa memperhatikan pola makan dan jenis makanan yang kita konsumsi, dengan memilih yang halal dan juga thayyib atau baik. Halal menekankan pada kehalalan sumber dan cara mendapatkannya, sedangkan thayyib menekankan pada jenis, kualitas, dan manfaatnya bagi kesehatan. Dengan demikian, meski suatu makanan halal, jika membahayakan tubuh maka tidak termasuk kategori thayyib.


Dalam Islam, peringatan untuk memakan makanan yang halal dan baik juga disebutkan dalam banyak ayat Al-Qur’an. Di antaranya dalam surat Al-Baqarah ayat 168:


يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُلُوْا مِنْ طَيِّبٰتِ مَا رَزَقْنٰكُمْ وَاشْكُرُوْا لِلّٰهِ اِنْ كُنْتُمْ اِيَّاهُ تَعْبُدُوْنَ


Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, makanlah apa-apa yang baik yang Kami anugerahkan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah jika kamu benar-benar hanya menyembah kepada-Nya.”


Dalam surat An-Nahl ayat 114 juga disebutkan:


فَكُلُوْا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللّٰهُ حَلٰلًا طَيِّبًاۖ وَّاشْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ اِنْ كُنْتُمْ اِيَّاهُ تَعْبُدُوْنَ


Artinya: “Makanlah sebagian apa yang telah Allah anugerahkan kepadamu sebagai (rezeki) yang halal lagi baik dan syukurilah nikmat Allah jika kamu hanya menyembah kepada-Nya.”


Surat Al-Maidah ayat 88 juga mengingatkan:


وَكُلُوْا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللّٰهُ حَلٰلًا طَيِّبًاۖ وَّاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْٓ اَنْتُمْ بِهٖ مُؤْمِنُوْنَ


Artinya: “Makanlah apa yang telah Allah anugerahkan kepadamu sebagai rezeki yang halal lagi baik, dan bertakwalah kepada Allah yang hanya kepada-Nya kamu beriman."


Banyaknya peringatan dalam Al-Qur’an untuk memperhatikan kehalalan dan kebaikan makanan ini seharusnya menjadikan kita untuk benar-benar selektif dalam memilih apa yang kita konsumsi. Semua itu kita lakukan sebagai ikhtiar menjaga kesehatan agar kita bisa menjalankan tugas utama kita yakni beribadah kepada Allah SWT. 


Ma’asyiral muslimin, jamaah Jumat rahimakumullah,

Kehati-hatian dalam memilih makanan menjadi semakin penting karena berbagai produk kini sering mengandung bahan tambahan seperti pengawet, pewarna buatan, perasa sintetis, hingga kadar gula, garam, dan lemak yang tinggi. Jika dikonsumsi berlebihan, hal ini dapat memicu berbagai penyakit seperti obesitas, diabetes, hipertensi, bahkan penyakit jantung.


Berdasarkan Permenkes Nomor 30 Tahun 2013 tentang  Pencantuman Informasi Kandungan Gula, Garam, dan Lemak Serta Pesan Kesehatan untuk Pangan Olahan dan Pangan Siap Saji, anjuran konsumsi gula per orang per hari adalah 10% dari total energi (200kkal). Konsumsi tersebut setara dengan gula 4 sendok makan per orang per hari atau 50 gram per orang per hari.


Sedangkan anjuran konsumsi garam adalah 2000 mg natrium per orang per hari. Konsumsi garam tersebut sama dengan 1 sendok teh garam per orang per hari atau 5 gram per orang per hari. Sementara anjuran konsumsi lemak per orang per hari yakni 20-25% dari total energi (702 kkal) per orang per hari.


Selain kandungan dari makanan, fenomena makanan viral di media sosial juga kerap membuat orang tergoda mencoba tanpa memperhatikan kandungan gizinya. Tak jarang, makanan tersebut lebih mengedepankan tampilan visual dan rasa ekstrem daripada manfaatnya bagi kesehatan.


Bukan hanya makanan olahan, makanan seperti buah-buahan pun harus kita perhatikan kandungan yang ada di dalamnya. Perhatikan, apakah buah tersebut sesuai dengan kondisi kesehatan badan kita, apakah buah tersebut terkontaminasi dengan zat-zat kimia dan aditif seperti pengawet (Natrium benzoate), pewarna (Eritrosin), pemanis buatan (Vanilin sintetik), atau mengandung pestisida yang bisa menjadikan kesehatan kita terganggu. Hal ini dilakukan untuk memastikan tubuh kita tidak terdampak efek negatifnya.


Ma’asyiral muslimin, jamaah Jumat rahimakumullah,

Untuk menjaga kesehatan di tengah derasnya arus modernisasi makanan, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan. Di antaranya adalah dengan membiasakan diri membaca label komposisi, kandungan gizi, dan tenggat kadaluarsa sebelum membeli produk. Kita juga harus mulai selektif dan mengurangi kebiasaan jajan sembarangan, terutama makanan dengan tingkat kebersihan yang diragukan. 


Cek kesehatan berkala atau Medical check-up berkala juga penting untuk dilakukan untuk mengetahui dan mengontrol kadar gula, garam, dan lemak dalam tubuh. Saat ini layanan medis bisa mudah diakses dan harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk menjaga kesehatan kita.


Dengan kehati-hatian dalam memilih makanan, kita dapat menikmati keberagaman kuliner zaman modern tanpa mengorbankan kesehatan. Perlu kita sadari bahwa makanan bukan sekadar pemenuh rasa lapar, melainkan juga sumber energi, gizi, dan penentu kualitas hidup di masa depan. Penting sekali bagi kita untuk mengonsumsi makanan halal dari cara mendapatkannya, dan halal dari jenisnya. Kesehatan menjadi prioritas dalam mengonsumsi makanan.


Ma’asyiral muslimin, jamaah Jumat rahimakumullah,

Selain memperhatikan jenis makanan yang kita konsumsi, kita juga harus memperhatikan etika dalam makan. Janganlah karena banyaknya makanan yang ada, kita tidak mengontrol diri sehingga kekenyangan akibat nafsu ingin semua kita makan. Ada adagium yang menyebutkan bahwa: “Jika dulu banyak orang meninggal karena kelaparan, di era modern saat ini banyak orang meninggal karena kekenyangan”.


Pernyataan ini perlu bisa jadi benar dan menjadi renungan kita Bersama. Hal ini karena memang saat ini banyak yang kekenyangan akibat tidak mengontrol pola makan dan apa yang dimakan. Akibat dari kekenyangan tersebut muncullah banyak penyakit yang menjadikan permasalahan dalam tubuh dan mengancam jiwa. Rasulullah SAW telah memberi teladan dalam pola makan sederhana, tidak berlebihan, serta memilih makanan bergizi. 


Beliau bersabda: 


مَا مَلَأَ آدَمِيٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ بِحَسْبِ ابْنِ آدَمَ أُكُلَاتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ فَإِنْ كَانَ لَا مَحَالَةَ فَثُلُثٌ لِطَعَامِهِ وَثُلُثٌ لِشَرَابِهِ وَثُلُثٌ لِنَفَسِهِ


Artinya: “Tidak ada tempat yang lebih jelek daripada memenuhi perut keturunan Adam. Cukup keturunan Adam mengonsumsi yang dapat menegakkan tulangnya. Kalau memang menjadi suatu keharusan untuk diisi, maka sepertiga untuk makannya, sepertiga untuk minumannya, dan sepertiga untuk nafasnya.” (HR. Imam Ahmad)


Allah juga telah memperingatkan dalam Al-Qur’an surat Al-A’raf 31:


يٰبَنِيْٓ اٰدَمَ خُذُوْا زِيْنَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَّكُلُوْا وَاشْرَبُوْا وَلَا تُسْرِفُوْاۚ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِيْنَࣖ


Artinya: “Wahai anak cucu Adam, pakailah pakaianmu yang indah pada setiap (memasuki) masjid dan makan serta minumlah, tetapi janganlah berlebihan. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang berlebihan.”


Ma’asyiral muslimin, jamaah Jumat rahimakumullah,

Dari penjelasan ini mari kita senantiasa lebih selektif dalam memilih makanan di era modern saat ini. Perhatikan kehalalan dan kesehatan dari makanan dan minuman yang kita konsumsi. Semoga kita senantiasa dilindungi oleh Allah swt dan senantiasa dikaruniai kesehatan sehingga bisa terus beribadah kepada-Nya. Amin.


بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ


Khutbah II

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ ثُمَّ الْحَمْدُ لِلّٰهِ. أَشْهَدُ أنْ لآ إلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ لَا نَبِيّ بَعْدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ. أَمَّا بَعْدُ


فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يٰأَ يُّها الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا


اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْياءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اَللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ بُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عامَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ وَاَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ


عٍبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتاءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ


H Muhammad Faizin, Ketua PCNU Kabupaten Pringsew, Lampung.