Nikah/Keluarga

Mengembalikan Kehangatan Keluarga di Era Gadget: Teladan Rasulullah dan Nasihat Imam Ghazali

NU Online  ยท  Selasa, 23 Desember 2025 | 07:00 WIB

Mengembalikan Kehangatan Keluarga di Era Gadget: Teladan Rasulullah dan Nasihat Imam Ghazali

Ilustrasi anak bermain gadget. Sumber: Canva/NU Online.

Mayoritas masyarakat Indonesia merupakan pengguna layanan internet. Menurut survei penetrasi internet dan perilaku penggunaan internet tahun 2025 yang dilakukan oleh APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia), sebanyak 80,66% masyarakat Indonesia atau sekitar 229 juta jiwa dari total 284 juta penduduk Indonesia terkoneksi internet.ย 


Dari jumlah tersebut, validasi responden berdasarkan generasi menunjukkan sebanyak 23,47% merupakan gen alpha (kelahiran >2013) dan 23,49% adalah gen Z (kelahiran 1997-2012).


Meski penggunaan smartphone atau gadget memiliki banyak manfaat, penggunaan yang berlebihan justru dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, khususnya bagi anak-anak. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Chintami Luciana Watak dkk. dalam Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat MAPALUS Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Maria Tomohon, Vol. 1, No. 2, Mei 2023, berjudul โ€œDampak Penggunaan Gadget Berlebihan pada Anak Sekolah Dasarโ€.


Dalam penelitian tersebut dijelaskan bahwa penggunaan gadget secara berlebihan dapat menurunkan konsentrasi belajar anak, terutama akibat kecanduan permainan digital. Anak yang sudah kecanduan gadget juga cenderung menjadi malas menulis dan membaca. Hal ini dipengaruhi oleh kebiasaan mengonsumsi aplikasi daring seperti YouTube dan gim seluler, yang membuat anak lebih fokus pada tampilan visual semata tanpa perlu menulis atau membaca secara aktif untuk mencari informasi.

 

Pentingnya Memanfaatkan Waktu Bersama Keluarga

Salah satu cara untuk mengontrol penggunaan gadget pada keluarga ialah dengan memanfaatkan waktu bersama keluarga. Dalam hal ini, orang tua memiliki peranan penting untuk menjaga kebersamaan keluarga sebagai ikhtiar menjauhkan anggota keluarga terlebih anak-anak dari hal-hal negatif gadget dan media sosial. Sebab keluarga merupakan tanggungjawab bagi orang tua dan semuanya akan dimintai pertanggungjawaban kelak di akhirat kelak.ย 


Rasulullah SAW bersabda:


ุฃูŽู„ูŽุง ูƒูู„ูู‘ูƒูู…ู’ ุฑูŽุงุนู ูˆูŽูƒูู„ูู‘ูƒูู…ู’ ู…ูŽุณู’ุฆููˆู„ูŒ ุนูŽู†ู’ ุฑูŽุนููŠูŽู‘ุชูู‡ู ููŽุงู„ู’ุฅูู…ูŽุงู…ู ุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ุฑูŽุงุนู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ู…ูŽุณู’ุฆููˆู„ูŒ ุนูŽู†ู’ ุฑูŽุนููŠูŽู‘ุชูู‡ู ูˆูŽุงู„ุฑูŽู‘ุฌูู„ู ุฑูŽุงุนู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุจูŽูŠู’ุชูู‡ู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ู…ูŽุณู’ุฆููˆู„ูŒ ุนูŽู†ู’ ุฑูŽุนููŠูŽู‘ุชูู‡ู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุฃูŽุฉู ุฑูŽุงุนููŠูŽุฉูŒ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุจูŽูŠู’ุชู ุฒูŽูˆู’ุฌูู‡ูŽุง ูˆูŽูˆูŽู„ูŽุฏูู‡ู ูˆูŽู‡ููŠูŽ ู…ูŽุณู’ุฆููˆู„ูŽุฉูŒ ุนูŽู†ู’ู‡ูู…ู’ ูˆูŽุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ุฑูŽู‘ุฌูู„ู ุฑูŽุงุนู ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽุงู„ู ุณูŽูŠูู‘ุฏูู‡ู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ู…ูŽุณู’ุฆููˆู„ูŒ ุนูŽู†ู’ู‡ู ุฃูŽู„ูŽุง ููŽูƒูู„ูู‘ูƒูู…ู’ ุฑูŽุงุนู ูˆูŽูƒูู„ูู‘ูƒูู…ู’ ู…ูŽุณู’ุฆููˆู„ูŒ ุนูŽู†ู’ ุฑูŽุนููŠูŽู‘ุชูู‡ู


Artinya: "Ketahuilah setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawabannya atas yang dipimpin. Penguasa yang memimpin rakyat banyak dia akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya, setiap kepala keluarga adalah pemimpin anggota keluarganya dan dia dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya, dan istri pemimpin terhadap keluarga rumah suaminya dan juga anak-anaknya, dan dia akan dimintai pertanggungjawabannya terhadap mereka, dan budak seseorang juga pemimpin terhadap harta tuannya dan akan dimintai pertanggungjawaban terhadapnya. Ketahuilah, setiap kalian adalah bertanggung jawab atas yang dipimpinnya," (HR. Bukhari).


Hadits di atas dengan tegas menjelaskan bahwa setiap orang memiliki tanggung jawab terhadap diri sendiri dan orang-orang di sekitarnya. Dalam hal ini, menjaga keluarga agar tidak kecanduan gadget terlebih dengan terpapar konten negatif adalah tugas bagi orang tua.ย 


Dalam upaya mengontrol penggunaan gadget dan pemanfaatan waktu bersama keluarga, berikut penulis hadirkan beberapa tips agar sebuah keluarga bisa memanfaatkan waktu bersama dengan baik. Pertama, melakukan deeptalk atau obrolan-obrolan yang bermakna dengan keluarga.ย 


Komunikasi merupakan fondasi utama dalam membangun hubungan kekeluargaan. Melalui komunikasi yang baik, orang tua tidak hanya menjaga keharmonisan keluarga, tetapi juga telah menjalankan ajaran Nabi Muhammad SAW untuk bersikap baik kepada keluarganya. Rasulullah SAW bersabda:


ุฃูŽูƒู’ู…ูŽู„ู ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู’ู†ูŽ ุฅููŠู’ู…ูŽุงู†ู‹ุง ุฃูŽุญู’ุณูŽู†ูู‡ูู…ู’ ุฎูู„ูู‚ู‹ุง ูˆูŽุฃูŽู„ู’ุทูŽููู‡ูู…ู’ ุจูุฃูŽู‡ู’ู„ูู‡ู


Artinya: โ€œKaum mukmin yang paling sempurna imannya ialah mereka yang memiliki akhlak yang baik dan bersikap lembut terhadap keluarganyaโ€. (HR. Turmudzi)


Kedua, mengisi waktu dengan melakukan aktivitas bersama, terutama untuk merayakan momen tertentu, seperti mencoba hal-hal baru yang menyenangkan. Aktivitas semacam ini juga kerap dilakukan oleh Rasulullah SAW sebagai bentuk perhatian dan hiburan kepada istrinya. Hal tersebut dijelaskan oleh Imam al-Ghazali melalui sebuah riwayat dari Aisyah RA berikut ini:


ูˆู‚ุงู„ุช ุนุงุฆุดุฉ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ุง ุณู…ุนุช ุฃุตูˆุงุช ุฃู†ุงุณ ู…ู† ุงู„ุญุจุดุฉ ูˆุบูŠุฑู‡ู… ูˆู‡ู… ูŠู„ุนุจูˆู† ููŠ ูŠูˆู… ุนุงุดูˆุฑุงุก ูู‚ุงู„ ู„ูŠ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุฃุชุญุจูŠู† ุฃู† ุชุฑูŠ ู„ุนุจู‡ู… ู‚ุงู„ุช ู‚ู„ุช ู†ุนู… ูุฃุฑุณู„ ุฅู„ูŠู‡ู… ูุฌุงุคุง ูˆู‚ุงู… ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุจูŠู† ุงู„ุจุงุจูŠู† ููˆุถุน ูƒูู‡ ุนู„ู‰ ุงู„ุจุงุจ ูˆู…ุฏ ูŠุฏู‡ ูˆูˆุถุนุช ุฐู‚ู†ูŠ ุนู„ู‰ ูŠุฏู‡ ูˆุฌุนู„ูˆุง ูŠู„ุนุจูˆู† ูˆุฃู†ุธุฑ ูˆูŽุฌูŽุนูŽู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ูŠู‚ูˆู„ {ุญุณุจูƒ} ูˆุฃู‚ูˆู„ ุงุณูƒุช ู…ุฑุชูŠู† ุฃูˆ ุซู„ุงุซุงู‹ ุซู… ู‚ุงู„ ูŠุง ุนุงุฆุดุฉ ุญุณุจูƒ ูู‚ู„ุช ู†ุนู… ูุฃุดุงุฑ ุฅู„ูŠู‡ู… ูุงู†ุตุฑููˆุงย 


Artinya: โ€œAisyah ra berkata: aku pernah mendengar suara anak-anak dari Habasyah dan yang lainnya yang bermain pada hari Asyura. Kemudian Rasulullah Saw berkata kepadaku: โ€œapakah engkau ingin melihat mereka bermain?โ€. Aisyah berkata: โ€œiya, mauโ€. Saat itu Rasulullah Saw memanggil mereka untuk bermain permainan. Rasulullah berdiri di antara dua pintu sambil menyandarkan tangannya di pintu, ia melebarkan tangan satunya dan menyandarkan daguku di tangannya, aku menikmati melihat anak-anak bermain. Beberapa saat setelahnya, Rasulullah Saw bertanya kepadaku: โ€œapakah cukup?โ€ dan aku berkata โ€œbelumโ€ hingga dua atau tiga kali. Kemudian setelah beberapa waktu, Rasulullah berkata: โ€œAisyah, cukup yaโ€, aku berkata โ€œiyaโ€. Kemudian Rasul memerintahkan anak-anak berhenti dan pulangโ€. (Al-Ghazali, Ihya Ulumiddin, [Jeddah: Darul Minhaj, 2011], juz III, hal 178).


Ketiga, memperbanyak humor dan candaan bersama keluarga. Salah satu cara sederhana yang dapat dilakukan orang tua untuk menjaga kehangatan dan kebersamaan dalam keluarga adalah dengan menghadirkan humor dan candaan ringan.ย 


Canda tawa yang sehat dapat mencairkan suasana, mengurangi kejenuhan, serta mempererat ikatan emosional antaranggota keluarga. Meski demikian, humor yang dibangun tetap perlu disesuaikan dengan karakter masing-masing anggota keluarga dan tidak dilakukan secara berlebihan atau berpotensi melukai perasaan. Imam al-Ghazali dalam kitab Ihyaโ€™ Ulumiddin menjelaskan:


ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุฒููŠุฏูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงุญู’ุชูู…ูŽุงู„ู ุงู„ู’ุฃูŽุฐูŽู‰ ุจูุงู„ู’ู…ูุฏูŽุงุนูŽุจูŽุฉู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽุฒู’ุญู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูู„ูŽุงุนูŽุจูŽุฉู โ€ŒููŽู‡ููŠูŽ โ€Œุงู„ูŽู‘ุชููŠ โ€ŒุชูุทูŽูŠูู‘ุจู โ€Œู‚ูู„ููˆุจูŽ โ€Œุงู„ู†ูู‘ุณูŽุงุกู ูˆูŽู‚ูŽุฏู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ูŠูŽู…ู’ุฒูŽุญู ู…ูŽุนูŽู‡ูู†ูŽู‘ ูˆูŽูŠูŽู†ู’ุฒูู„ู ุฅูู„ูŽู‰ ุฏูŽุฑูŽุฌูŽุงุชู ุนูู‚ููˆู„ูู‡ูู†ูŽู‘ ููŠ ุงู„ุฃุนู…ุงู„ ูˆุงู„ุฃุฎู„ุงู‚ ุญุชู‰ ุฑูˆูŠ ุฃู†ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูƒุงู† ูŠุณุงุจู‚ ุนุงุฆุดุฉ ููŠ ุงู„ุนุฏูˆ ูุณุจู‚ุชู‡ ูŠูˆู…ุงู‹ ูˆุณุจู‚ู‡ุง ููŠ ุจุนุถ ุงู„ุฃูŠุงู… ูู‚ุงู„ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู‡ุฐู‡ ุจุชู„ูƒ

 

Artinya: โ€œDalam rangka menanggung beban bersama, hendaknya pasangan suami-istri memperbanyak melakukan aktivitas bersama, bercanda dan bermain. Sebab hal itu dapat menyenangkan hati para perempuan. Rasulullah SAW pun biasa bercanda bersama mereka dan menyesuaikan diri dengan tingkat pemahaman mereka dalam perbuatan dan akhlak. Bahkan diriwayatkan bahwa beliau SAW pernah berlomba lari dengan Aisyah. Pada suatu hari Aisyah mengalahkan beliau, dan pada hari lain beliau mengalahkannya. Lalu Rasulullah SAW bersabda, โ€œIni seimbang dengan yang itu.โ€


Kesimpulannya, meminimalisasi penggunaan gadget dapat dilakukan dengan meluangkan waktu bersama dan menjaga kebersamaan dengan keluarga. Dengan komunikasi yang baik, kebersamaan yang berkualitas, humor yang tidak berlebihan dapat menjadi tips yang baik dalam menjaga kebersamaan keluarga.

 

Ustadz Alwi Jamalulel Ubab, Penulis keislaman, tinggal di Indramayu.