Home Bahtsul Masail Shalawat/Wirid Ramadhan Jenazah Ubudiyah Ilmu Hadits Tasawuf/Akhlak Khutbah Sirah Nabawiyah Doa Tafsir Haji, Umrah & Qurban Hikmah Tafsir Mimpi Zakat Nikah/Keluarga Ilmu Tauhid Ekonomi Syariah Doa Lainnya

Tiga Hal yang Dapat Menjaga Kesehatan Rohani menurut Syekh Ibnu Ajibah

Tiga Hal yang Dapat Menjaga Kesehatan Rohani menurut Syekh Ibnu Ajibah
Menjaga kesehatan rohani
Menjaga kesehatan rohani

Hati atau rohani sebagaimana jasmani juga memiliki kehidupan, kesehatan, kesakitan, dan kematiannya sendiri. Kehidupan rohani dan kesehatannya perlu dirawat dan dijaga agar tetap sensitif dalam membenarkan yang hak dan menyalahkan yang batil sehingga batin kita memiliki sikap yang jelas dalam memandang yang hak dan batil.

 

Syekh Ibnu Ajibah dalam Syarah Al-Hikam-Nya menyebut tiga hal yang merawat dan menjaga kehidupan kerohanian seseorang. Syekh Ibnu Ajibah menyebutkan ketiganya ketika menerangkan tanda kematian kehidupan rohani seseorang.

 

وسبب حياته ثلاثة أشياء الزهد في الدنيا والأشتغال بذكر الله وصحبة أولياء الله

 

Artinya, “Sebab yang menghidupkan hati terdiri atas tiga hal: zuhud di dunia, sibuk berzikir, dan persahabatan dengan parawali Allah,” (Syekh Ibnu Ajibah, Iqazhul Himam, [Beirut, Darul Fikr: tanpa tahun], juz I, halaman 82).

 

Adapun hakikat zuhud itu sendiri adalah kondisi batin yang tidak tercemar oleh ambisi harta duniawi sebagaimana diangkat oleh Imam Al-Ghazali ketika menceritakan kezuhudan ulama besar dalam Islam Imam Malik ra yang kaya raya dan dermawan.

 

Menurutnya, Imam Malik ra adalah orang yang zuhud di mana harta duniawi tidak singgah di dalam hati dan pikirannya. Sementara ia adalah ulama besar yang kaya raya. Hal yang sama juga terjadi pada Nabi Sulaiman, seorang penguasa dan orang kaya yang zuhud.

 

وليس الزهد فقد المال وإنما الزهد فراغ القلب عنه ولقد كان سليمان عليه السلام في ملكه من الزهاد 

 

Artinya, “Zuhud bukan berarti ketiadaan harta duniawi. Zuhud merupakan kesucian hati dari harta duniawi. Nabi Sulaiman as sendiri di tengah gemerlap kekuasaannya tetap tergolong orang yang zuhud,” (Imam Al-Ghazali, 2018 M/1439-1440 H: I/43).

 

Adapun Syekh Abu Ishak Ibrahim bin Ahmad Al-Khawash menyebut lima obat hati yang sakit dan berkarat. Pernyataan Syekh Ibrahim Al-Khawash ini kemudian diabadikan oleh Imam Al-Qusyairi dalam Risalah-nya dan Imam An-Nawawi dalam Kitab Al-Adzkar-nya sebagai berikut:

 

قال السيد الجليل صاحب الكرامات والمعارف، والمواهب واللطائف، إبراهيم الخواص رضي الله عنه: دواء القلب خمسة أشياء قراءة القرآن بالتدبر، وخلاء البطن، وقيام الليل، والتضرع عند السحر، ومجالسة الصالحين

 

Artinya, “Ahli keramat dan makrifat, guru yang mulia, Ibrahim Al-Khawash ra berkata, ‘Obat hati terdiri atas lima perkara, (1) membaca Al-Quran disertai perenungan, (2) mengatur pola makan agar perut tidak kenyang (bisa puasa atau cara lain), (3) bangun malam (tahajud, zikir, atau amal lainnya), (4) merendahkan diri di hadapan Allah pada akhir malam, (5) bergaul dengan orang-orang saleh,’” (Imam An-Nawawi, Al-Adzkar: 1/107).

 

Walhasil, ulama mengajak kita untuk menjaga kesehatan rohani sebagaimana kita menjaga kesehatan jasmani. Semua poin di atas dapat dijadikan acuan bagi kita dalam menjaga kesehatan rohani agar batin dan rohani kita tetap hidup dan sensitif dalam menangkap kebaikan dan cahaya ilahi lainnya. Wallahu a’lam. (Alhafiz Kurniawan)





Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Tasawuf/Akhlak Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×