Bacaan Shalawat Pasti Diterima Meskipun Tak Ikhlas? Ini Maksudnya
Membaca shalawat itu pasti diterima, meskipun tidak ikhlas. Demikian yang sering kita dengar. Lalu apa maksudnya?
Kumpulan artikel kategori Shalawat/Wirid
Membaca shalawat itu pasti diterima, meskipun tidak ikhlas. Demikian yang sering kita dengar. Lalu apa maksudnya?
Syekh Ahmad At-Tijani menyusun shalawat jauharatul kamal, sebuah shalawat yang memiliki banyak keutamaan dan keistimewaan.
Di antara beragam shalawat itu (selain hizib) hanya shalawat Rifa’iyah yang sangat masyhur dan paling sering dibaca, khususnya di Indonesia. Semua itu tentunya tidak lain karena keberkahan, manfaat, dan faidah yang ada dalam shalawat ini.
Shalawat Farah di atas juga masyhur dengan nama shalawat an-Nukmai, sebagai nisbat kepada ulama yang menyusun pertama kali shalawat tersebut, yaitu Syekh Abu Abdullah an-Nu’man.
Berikut akan penulis jelaskan sejarah shalawat Syifa’, salah satu shalawat yang berisikan doa kemuliaan kepada Nabi Muhammad
Shalawat juga memberikan banyak keutamaan atau keuntungan bagi pembacannya. Setidaknya, Sayid Muhammad bin Alawi bin Abbas al-Maliki al-Hasani dalam kitabnya yang berjudul Ma Dza fi Sya’ban menyebut 12 fadilahnya.
Shalawat Luthf adalah shalawat kepada Nabi Muhammad yang dinisbatkan kepada Sayyid al-Imam al-Arif Billah Abdullah al-‘Alami.
Penulisan shalawat Basyairul Khairat tidak memiliki sejarah dan latar belakang khusus. Shalawat ini ilham (petunjuk dari Allah) yang diberikan kepada Syekh Abdul Qadir al-Jilani melalui perantara Nabi Muhammad saw.
Salah satu bacaan shalawat yang memiliki banyak faedah adalah shalawat Adhimiyah. Shalawat yang ditulis Sayyid Ahmad bin Idris al-Maghrabi ini berisikan doa sekaligus pujian kepada Nabi Muhammad saw.
Shalawat Masyisyiyyah mengandung banyak manfaat. Redaksinya disusun oleh seorang wali yang tak diragukan kredibilitasnya.
Maulid Nabi Muhammad saw diperingati dengan berbagai motif. Sebagian orang memperingatinya sebagai bentuk cinta kepada Rasulullah saw. tetapi sebagian lainnya memperingati maulid nabi sebagai bentuk syukur kepada Allah atas kelahiran nabi agung, yaitu manusia sempurna yang layak diteladani.
Mahalul qiyam, sesuai namanya adalah momentum orang berdiri setelah sebelumnya duduk pada forum pembacaan maulid Barzanji. Jamaah maulid berdiri dan membaca shalawat bersama-sama setelah pembacaan riwayat maulid oleh satu orang yang dianggap cakap membaca Kitab Barzanji atau Kitab Rawi.