Sejarah Puasa Umat Islam
Puasa di bulan Ramadhan disyariatkan pada tahun kedua hijriyah. Allah menurunkan Surat Al-Baqarah ayat 183-185 sebagai perintah wajib puasa Ramadhan.
Kumpulan artikel kategori Sirah Nabawiyah
Puasa di bulan Ramadhan disyariatkan pada tahun kedua hijriyah. Allah menurunkan Surat Al-Baqarah ayat 183-185 sebagai perintah wajib puasa Ramadhan.
Madinah kala itu memang berkembang menjadi kawasan yang majemuk atau pluralistik. Konsensus atau kesepakatan yang tertuang dalam Piagam Madinah (Mitsaq al-Madinah) berdasarkan asas keadilan untuk semua bangsa, baik Muslim, Yahudi, Nasrani, kabilah, dan suku-suku yang hidup di Madinah.
Rasulullah tidak menghendakinya. Bahkan dia mengharapkan Allah akan menciptakan generasi bertakwa yang lahir dari tulang rusuk masyarakat di sana. Kisah tersebut diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dalam haditsnya.
Jika ada seruan jihad yang bertujuan mencelakakan orang lain, apalagi timbul korban jiwa, maka hal itu perlu direnungkan sudah sesuai prinsip memelihara jiwa seperti yang diajarkan Islam atau belum. Karena sejak awal, Nabi Muhammad mencontoh jihad itu tidak identik dengan pembunuhan (al-qital). Jihad yang diteladankan oleh Nabi Muhammad ialah menghidupkan dan meningkatkan martabat kemanusiaan.
Dalam kondisi apapun (sekalipun sakit keras), ajaran Islam melarang seseorang untuk melakukan bunuh diri. Apalagi jika bunuh dirinya dapat mencelakakan orang lain, semisal bom bunuh diri. Ancamannya jelas, kekal abadi dalam siksa neraka. Bahkan, pelaku bunuh diri pun akan masuk neraka meskipun awalnya dia berangkat untuk menunaikan apa yang disebut dirinya sebagai jihad.
Setelah Bulan terbelah menjadi dua dengan sangat jelas pada pertengahan Sya'ban itu, dan mereka saksikan secara langsung, apakah mereka semua beriman? Ternyata masih tidak.
Nabi Muhammad tidak peduli bagaimana kaum Quraisy dalam enam tahun terakhir berusaha keras membunuhnya—yang bisa jadi dengan mudah mereka lakukan saat dia dan pengikutnya melakukan tawaf.
Setelah mereka melihat tanda-tanda datangnya azab itu dan mereka mengetahui bahwa nabi mereka tidak dusta dalam ancamannya, maka mereka keluar menuju ke padang sahara bersama anak-anak mereka dengan membawa ternak unta dan ternak lainnya milik mereka yang mereka pisahkan antara induk dan anaknya.
Nabi Muhammad berpandangan bahwa Baitul Maqdis merupakan kiblat orang-orang Yahudi. Nabi pun meminta malaikat Jibril untuk menyampaikan maksudnya kepada Allah swt agar arah kiblat diganti ke arah Ka’bah saja.
Masjid Nabawi dibangun di atas tempat unta Nabi Muhammad SAW berdeku ketika sampai di Madinah. Lokasi masjid Nabawi mulanya adalah lahan milik dua anak yatim, Sahal dan Suhail bin Nafi’ bin Umar bin Tsa’labah yang dijadikan tempat mengeringkan kurma.
Dr. Jamal Farouq ad-Daqqaq menyebutkan secara logika akal ada tiga pertanyaan besar untuk melemahkan tuduhan bahwa Imam Abu Hasan al-Asy’ari pernah menjadi pembesar ulama sekte Mu'tazilah
Kata “shalat” bisa jadi bermakna tetap atau terus menerus. Dari pengertian ini muncul kalimat “man yashla fin nar” atau orang yang kekal di neraka. Pandangan ini, kata Khurdhari Bek, dipegang oleh Al-Azhari karena shalat adalah ketetapan yang diwajibkan oleh Allah. Shalat merupakan kewajiban terbesar yang diperintahkan untuk tetap dilaksanakan.