Syariah

Keutamaan Membaca Surat Al-Waqi'ah: Selamat dari Kefakiran

Ahad, 25 Februari 2024 | 20:00 WIB

Keutamaan Membaca Surat Al-Waqi'ah: Selamat dari Kefakiran

Membaca Surat Al-Waqi'ah. (Foto: NU Online/Freepik)

Membaca surat Al-Waqi'ah memiliki banyak keutamaan dan keistimewaan dalam Islam. Salah satu keutamaannya, sebagaimana dijelaskan oleh Sayyid Alawi Al-Maliki dalam kitab Madza fi Sya'ban, halaman 34, adalah kemampuannya untuk membantu menghindari dari kefakiran dan kemiskinan.


Surat Al-Waqi'ah merupakan salah satu surat dalam Al-Qur'an yang menggambarkan peristiwa hari kiamat dan pahala bagi orang-orang yang bertakwa. Dalam konteks keuangan, membaca surat ini diyakini dapat membawa berkah rezeki dan melindungi dari kesulitan ekonomi.


Dalam sebuah hadits, yang diriwayatkan oleh Imam Baihaqi, dijelaskan bahwa barang siapa membaca surat Al-Waqi'ah setiap malam, dia akan dijaga dari kemiskinan. Nabi bersabda:


سمعت رسول الله ﷺ يقول: من قرأ الواقعة كل ليلة لم يفتقر. رواه البيهقي.


Artinya: "Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa membaca surat Al-Waqi'ah setiap malam, dia tidak akan jatuh miskin." (HR. Baihaqi)


Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas'ud, disebutkan bahwa membaca surat Al-Waqi'ah setiap malam memiliki keutamaan yang dapat mencegah kefakiran. Namun, penting untuk diingat bahwa riwayat hadits ini memiliki tingkat kelemahan, sehingga tidak dapat dijadikan dasar hukum yang kuat. Meskipun demikian, masih diperbolehkan untuk mengamalkannya demi mendapatkan manfaatnya, meskipun riwayat hadits tersebut lemah bukan berarti haditsnya palsu.


 وعن ابن مسعود رضي الله عنه قال : سمعت رسول الله يقول: من قرأ سورة الواقعة في كل ليلة ؛ لم تصبه فاقة». رواه البيهقي وإسناده ضعيف، لكنه يعمل به في الفضائل. 


Artinya: "Dari Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu berkata, "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Barangsiapa membaca surat Al-Waqi'ah setiap malam, maka dia tidak akan tertimpa kefakiran." (HR. Baihaqi dan sanadnya dhaif, namun diamalkan untuk fadhilah amal).


Di sisi lain, dalam riwayat yang berasal dari Ibnu Mas'ud, terdapat penjelasan bahwa siapa pun yang membaca setiap malam surat Al-Waqi'ah, maka tidak akan pernah menderita kemiskinan. Hal ini menegaskan pentingnya membaca surat ini sebagai sarana untuk mendapatkan keberkahan dan perlindungan dari kesulitan finansial.


Dalam perspektif lain, riwayat yang bersumber dari Ibnu Mas'ud ini menggambarkan bahwa membaca surat Al-Waqi'ah setiap malam, merupakan jaminan dari kemiskinan. Pesan ini menekankan nilai spiritual membaca kitab suci sebagai cara untuk mengamankan diri dari kesulitan materi yang mungkin dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.


وفي رواية أخرى عن ابن مسعود: «من قرأ في كل ليلة إِذَا وَقَعَتِ الْوَاقِعةُ ﴾ [سورة الواقعة، الآية 1] ، لم تصبه فاقة أبداً.


Artinya: "Dan dalam riwayat lain dari Ibnu Mas'ud, "Barangsiapa membaca setiap malam surat Al-Waqi'ah ayat 1, maka dia tidak akan pernah mengalami kefakiran."


Selain itu, dalam kitab Fadhailu Al-Qur'an li Ibni ad-Dharis, halaman 103 menjelaskan bahwa membaca surat Al-Waqi'ah sangat dianjurkan dalam Islam. Pasalnya, Al-Waqi'ah memiliki keutamaan yang luar biasa, di antaranya adalah mendapat cinta dari Allah swt dan manusia. Rasulullah saw bersabda bahwa barangsiapa yang membaca surat Al-Waqi'ah setiap malam, tidak akan mengalami kesempitan rezeki. 


Lebih jauh lagi,  setiap orang yang membaca surat ini juga membawa keberkahan dalam kehidupan duniawi serta memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang sifat surga dan neraka, sehingga memotivasi untuk berusaha mendapatkan surga dan menjauhi neraka. Simak penjelasan berikut; 


 أَنَّ عُثْمَانَ بْنَ عَفَّانَ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ دَخَلَ عَلَى عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ وَهُوَ وَجِعٌ، فَقَالَ: لَوْ أَوْصَيْتَ إِلَيْنَا فَإِنَّكَ إِنْ تُخْلِفْ أَوْ تَدَعْ بَنَاتٍ حَفِظْنَاهُنَّ مِنْ بَعْدِكَ، فَقَالَ: إِنِّي قَدْ عَلَّمْتُهُنَّ سُورَةَ الْوَاقِعَةِ، وَسَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: " مَنْ قَرَأَهَا أَحْسَبُهُ قَالَ: فِي كُلِّ لَيْلَةٍ عُوفِيَ مِنَ الْفَقْرِ


Artinya: "Diceritakan bahwa Utsman bin Affan, radhiyallahu 'anhu, mengunjungi Abdullah bin Mas'ud saat beliau sedang sakit. Utsman berkata, "Wahai Abdullah, seandainya engkau berwasiat kepada kami, karena jika engkau meninggal atau meninggalkan anak perempuan, kami akan memelihara mereka setelah kepergianmu." Abdullah bin Mas'ud menjawab, "Aku telah mengajari mereka surat Al-Waqi'ah, dan aku mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Barangsiapa yang membacanya setiap malam, aku kira beliau berkata, 'akan terhindar dari kemiskinan'." [Muhammad Ayyub Al-Bajili, Fadhailu Al-Qur'an li Ibni ad-Dharis [Damaskus: Darul Fikr, 1987 M], halaman 103].


Sekilas surat Al-Waqiyah

Surat Al-Waqi‘ah merupakan salah satu surat yang turun sebelum Nabi saw berhijrah ke Madinah. Demikian pendapat mayoritas pakar ilmu Al-Qur’an. Sementara ulama berpendapat bahwa ada beberapa ayat yang turun setelah Nabi saw berhijrah.


Al-Qurthubi misalnya mengemukakan riwayat yang bersumber dari sahabat Nabi saw, Ibn Abbas, bahwa ayat 82 turun di Madinah. Ada lagi riwayat yang menyatakan bahwa ayat tersebut dan satu ayat sebelumnya turun dalam perjalanan Nabi saw ke Makkah, sedang ayat 39-40 turun dalam perjalanan Nabi saw ke Madinah pada perang Tabuk. Namun riwayat-riwayat ini tidak mendapat dukungan pakar-pakar Al-Qur'an.


Namanya Al-Wagi'ah telah dikenal pada masa Nabi saw ketika Sayyidina Abu Bakar ra menyampaikan kepada Nabi saw bahwa beliau terlihat telah tua. Nabi saw berkomentar: “Aku dijadikan tua oleh surat Hud, al-Waqi'ah, al-Mursalat, Amma yatasa “alun dan Idza asy-Syamsu Kuwwirat.” (HR. at-Tirmidzi melalui Ibn “Abbas).


Profesor Quraish Shihab dalam kitab Tafsir Al-Misbah, Jilid XIV, halaman 541 menjelaskan bahwa tema utama surat Al-Waqi'ah adalah uraian tentang hari kiamat serta penjelasan tentang apa yang akan terjadi di bumi, serta kenikmatan yang akan diperoleh orang-orang bertakwa dan apa yang akan dialami oleh para pendurhaka. [Quraish Shihab dalam kitab Tafsir Al-Misbah, Jilid XIV, [Ciputat, Lentera Hati: 2002], halaman 541]


Lebih lanjut, Profesor Quraish Shihab, dengan mengutip pendapat al-Biqa'i menjelaskan bahwa dalam surat tersebut terdapat penjelasan tentang tiga jenis kelompok: Pertama, orang-orang yang sangat dekat dengan Ar-Rahman dan berada di garis depan dalam ketaatan dibandingkan dengan yang lain. Kelompok kedua, adalah gambaran tentang orang-orang yang taat selain mereka, dan kelompok ketiga adalah mereka yang dengan jelas melakukan pelanggaran dan berpura-pura baik dari kalangan manusia maupun jin.


Sementara itu, Syekh Nawawi Al-Bantani, dalam kitab Tafsir Marah Labib, Jilid II, halaman 481 menjelaskan isi kandungan surat Al-Waqi'ah tentang hari kiamat, yang berbicara tentang dahsyatnya hari itu, dan bagaimana manusia akan dibalas atas perbuatannya di dunia.


Lebih dari itu, surat ini tergolong surat Makkiyah, 97 ayat, 398 kata, dan 1.703 huruf. 


مكية، سبع وتسعون آية، ثلاثمائة وثمان وتسعون كلمة، ألف وسبعمائة وثلاثة أحرف


Artinya: "[surat al-Waqiyah] adalah surat Makkiyah, terdiri dari 97 ayat, sejumlah 398 kata, serta 1.703 huruf." (Syekh Nawawi Al-Bantani, Tafsir Marah Labib, [Beirut, Dar Kutub Ilmiyah: 1417 H], jilid II, halaman 511)


Demikian penjelasan tentang surat Al-Waqi'ah, yang mengajak manusia untuk merenungkan kebesaran Allah swt, mempertimbangkan hari kiamat, dan mengingatkan akan akibat perbuatan baik atau buruk di akhirat nanti. Ini merupakan surat yang penuh dengan peringatan dan pelajaran bagi umat manusia dan mampu menjadi wasilah selamat dari kefakiran.


Zainuddin Lubis, Pegiat kajian Islam, tinggal di Ciputat