Abdul Wahid Al-Faizin
Kolumnis
Prinsip utang adalah mengembalikan dengan nilai yang sama.ย Masalahnya bagaimana dengan penyelesaian utang-piutang yang sudah terjadi bertahun-tahun dan telah terjadi inflasi yang sangat tinggi?
ย
Contohnya orang utang 1 juta rupiah pada tahun 1990 dan baru akan dibayar pada tahun 2024, yang mana harga emas pada tahun 1990 sebesar Rpย 20.000/gram sementaar pada tahun 2024 sudah meningkat menjadi di atas 1 juta rupiah tiap gram.
ย
Berkaitan permasalahย seperti iniย Syaikh 'Athiyyah Shaqr dalam kitabnya Mausu'atu Ahsanil Kalam filย Fatawa wa al-Ahkam menjelaskan:ย
ย
ุณ : ูุญุฏุซ ูุซูุฑุง ุฃู ููุชุฑุถ ุฅูุณุงู ู
ุจูุบุง ู
ู ุงูู
ุงู ูุฑุฏู ุจุนุฏ ู
ุฏุฉ ู
ู ุงูุฒู
ู ุ ูุชุชุบูุฑ ุงูููุฉ ุงูุดุฑุงุฆูุฉ ููุฐุง ุงูู
ุจูุบ ุจุงุฑุชูุงุน ุฃุณุนุงุฑ ุงูุฃุดูุงุก ูุงูุฎูุงุถูุง ุ ููู ููุฒู
ุงูู
ูุชุฑุถ ุจุฑุฏ ูุฐุง ุงูู
ุจูุบ ุ ุฃู ุจุฑุฏ ุฃูุซุฑ ู
ูู ุฃู ุฃูู ู
ุฑุงุนุงุฉ ูููู
ุชู ุย
ย
Artinya, โPertanyaan: banyak sekali terjadi seseorang berutang sejumlah uang dan mengembalikannya setelah sekian lama sehingga daya beli uang tersebut telah berubah. Apakah bagi pengutang (debitur) wajib membayar sejumlah yang sama atau disesuaikan dengan nilai uang tersebut mengikuti daya belinya?โย
ย
Syaikh 'Athiyyah menjawab bahwa dalam hal ini ada tiga pendapat, yaitu:
ย
ุงูุฑุฃู ุงูุฃูู : ุฃู ุงูู
ุนูู ุนููู ุงูู
ุซู ุนูุฏ ุงูุงูุชุฑุงุถ ูุงูู
ุงุฆุฉ ุชุฑุฏ ู
ุงุฆุฉ ุ ููุฐุง ูู ุงูุฑุฃู ุงูู
ุดููุฑ ุนูุฏ ุงูู
ุงูููุฉ ูุงูู
ุดููุฑ ุนูุฏ ุงูุดุงูุนูุฉ ุ ูุฑุฃู ูู ู
ุฐูุจ ุงูุญูููุฉ ูุงูู
ุฐูุจ ุงูุญูุจูู ูููู ุงูุณููุทู) : ููุฏ ุชูุฑุฑ ุฃู ุงููุฑุถ ุงูุตุญูุญ ูุฑุฏ ููู ุงูู
ุซู ู
ุทููุง . ูุฅุฐุง ุงูุชุฑุถ ู
ูู ุฑุทู ูููุณ ูุงููุงุฌุจ ุฑุฏ ุฑุทู ู
ู ุฐูู ุงูุฌูุณ ุ ุณูุงุก ุฒุงุฏุช ููู
ุชู ุฃู
ููุตุช . ูู
ุซู ุฐูู ุฌุงุก ูู ููุงู
ุงุจู ุฑุดุฏ ูู ุงูููุงุฒู ุ ูุงูุญุทุงุจ ุนูู ููู ุฎููู ุ ูุงููุงุณุงูู ูู ุงูุจุฏุงุฆุน ุ ูุงูุจููุชู ูู ูุดุงู ุงูููุงุน . ูุฐูู ูุฃู ุงูุชุบูุฑ ููุณ ูุงุดุฆุง ู
ู ุฐุงุช ุงูููุฏ ุ ุจู ู
ู ูุชูุฑ ุฑุบุจุงุช ุงููุงุณ .
ย
Artinya, "Pertama, mengacu pada jumlah yang sama saat berutang, seperti mengembalikan 100 jika memang berutang sejumlah 100. Ini adalah pendapat masyhur dalam mazhab Maliki dan Syafi'i, serta menjadi satu pendapat dalam mazhab Hanafi dan Hanbali.ย
ย
Imam As-Suyuthi dalam kitab Al-Hawi lilย Fatawa berkata: 'Telah tetap hukum bahwa utang yang sah dikembalikan dengan yang sama secara mutlak. Ketika seseorang berutang satu rithl fulus, maka ia wajib mengembalikan satu rithl fulus dari jenis yang sama baik nilainya naik ataupun turun'.ย
ย
Serupa dengan pendapat As-Suyuthi di atas adalah pendapat Ibnu Rusyd dalam kitab An-Nawazil, Al-Hatthab di kitab Syarh Mukhtashar Khalil, Al-Kasani dalam kitab Al-Badai', dan Al-Buhuti dalam Kasyyafulย Qina'.
ย
Alasannya adalah perubahan nilai tersebut bukan karena dzatiah uangnya, namun karena lemahnya selera masyarakat."
ย
ูุงูุฑุฃู ุงูุซุงูู : ุฃู ุงูู
ุนูู ุนููู ูู ุงูููู
ุฉ ุนูุฏ ุงูุณุฏุงุฏ ุ ููู ููู ุฃุจู ููุณู ุ ูุฑุฌุญู ู
ุชุฃุฎุฑ ู ุงูุญูููุฉ ุ ูุฑุฃู ูู ุงูู
ุฐูุจ ุงูุดุงูุนู ุ ููู ุงูู
ุฐูุจ ุงูู
ุงููู ุ ูููู ุฐูู ุงุจู ุชูู
ูุฉ ุ ู
ุนุชู
ุฏุง ุนูู ุฃู ุชุบูุฑ ุงูุณุนุฑ ุฃู ุงูููู
ุฉ ูุนุชุจุฑ ูู ุญุฏ ุฐุงุชู ุนูุจุง ุ ููุง ูุฑุฏ ุงูู
ุซู ุจู ุงูููู
ุฉ ุนูุฏ ุซุจูุช ุงูุฏูู
ย
Artinya, โKedua, mengacu pada nilai dari uang tersebut saat pembayaran. Ini adalah pendapat Abu Yusuf yang ditarjih oleh ulamaย muta'akhkhir mazhab Hanafi, satu pendapat dalam mazhab Syafi'i dan Maliki, serta dikuatkan oleh Ibnu Taimiyyah.
ย
Alasannya adalah perubahan nilai (daya beli) merupakan 'aib yang terjadi pada uang itu sendiri sehingga yang dikembalikan bukan jumlah yang sama, akan tetapi sesuai nilai pada saat utang tersebut tetap."
ย
ูุงูุฑุฃู ุงูุซุงูุซ: ูููู : ุฅู ูุงู ุงููุฑู ููููุง ุฑุฏุช ุงูููู
ุฉ ุนูุฏ ุงูุงูุชุฑุงุถ ุ ูุฅู ูุงู ูุจูุฑุง ุฑุฏุช ุงูููู
ุฉ ุนูุฏ ุงูุณุฏุงุฏ ุ ููุงู ุจู ุจุนุถ ุงูู
ุงูููุฉ ุ ูุนูุฏ ุจุนุถ ุงูุดุงูุนูุฉ ูุฑูุจ ู
ูู
ย
Artinya, "Ketiga, jika perbedaan nilainya kecil, maka dikembalikan sejumlah yang sama saat utang. Namun jika perbedaannya besar, maka dikembalikan sesuai nilainya saat pembayaran. Ini adalah pendapat sebagian ulamaย mazhab Maliki dan Syafi'i."
ย
Menurut Syaikh 'Athiyyah pendapat pertama memberatkan pemberi utang (kreditur) jika daya beli uang sangat turun, karena menerima sejumlah nominal uang yang sama padahal nilainya sangat jauh berbeda. Sebaliknya pendapat kedua memberatkan pengutang (debitur) ketika harus membayar dengan nominal yang jauh lebih besar dari yang diutangnya, karena disesuaikan dengan nilainya.ย
ย
Menurut Syaikh 'Athiyyah kedua pendapat tersebut juga merupakan masalah ijtihadiyah yang tidak memiliki nash pasti sehingga masing-masing memiliki kelemahan dan sanggahan. Karena itu, beliau mengusulkan jalan tengah sebagai berikut:
ย
ููุฏ ูููู ุงูุงุชูุงู ุนูู ููููุฉ ุงูุณุฏุงุฏ ูู ุงูุฃุณูู
ูุงูุฃุจุนุฏ ุนู ุงูุชูุงุฒุน ูุงูุบุจู ูุฅู ูุงู ููู ุบูุฑูุฑู ู
ุง ุ ูุฐูู ู
ู ุจุงุจ ุงุฑุชูุงุจ ุฃุฎู ุงูุถุฑุฑูู. ููุซูุฑ ู
ู ุงูู
ุนุงู
ูุงุช ุงูู
ุงููุฉ ูุง ูุฎูู ู
ู ุบุฑุฑ ุ ูููู ูุชุณุงู
ุญ ููู ุนูุฏ ุชุญูู ู
ุตูุญุฉ ุฃูุจุฑ ุ ูุงูุฏูู ูุณุฑ.
ย
Artinya, "Terkadang adanya kesepakatan antara kedua belah pihak (kreditur dan debitur) terkait cara pelunasan utang adalah cara yang paling selamat dan menjauhkan dari perselisihan dan kerugian, meskipun di dalamnya terdapat ketidakpastian (gharar).
ย
Hal ini masuk kategori mengambil risiko paling ringat, yang mana banyak sekali dalam transaksi keuangan terjadi gharar namun ditolelir karena untuk merealisasikan kemaslahatan yang lebih besar dan agama itu prinsipnya adalah kemudahan."ย ([Kairo, Maktabah Wahbah: 2011], jilid V, halaman 72-73).
ย
Kesimpulannya, mengacu pada solusi terakhir dari Syaikh 'Athiyyah adalah kedua belah pihak menyepakati cara penyelesaian utang-piutangnya.
ย
Kembali pada contoh kasus di atas, utang 1 juta rupiah dengan harga emas Rp 20.000/gram pada tahun 1990 adalah senilai 50 gram emas, atau setara dengan 65ย juta rupiah dengan mengacu harga emas 1,3 juta rupiah pada Agustus 2024. Namun keduanya bisa menyepakati untuk dikurskan menjadi senilai 20ย gram emas saja misalnya, sehingga
utang dilunasi dengan pembayaran sebesar 26 juta rupiah. Wallahu a'lam.
Ustadzย Abdul Wahid Al-Faizin,ย Dosen Manajemen Bisnis Syariah STAI Sidogiri
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Jihad Generasi Muda dalam Mengisi Kemerdekaan Indonesia
2
RAPBN 2027 untuk Program MBG Capai Rp240 Triliun, Setara 29 Persen dari Anggaran Pendidikan
3
Khutbah Jumat: Jangan Nodai Kemerdekaan dengan Kemaksiatan
4
RAPBN 2027 Tembus Rp4.097,2 Triliun, DPR: Harus Berdampak dan Menjawab Harapan Rakyat
5
Gus Ipul Targetkan DPT Muktamar Ke-35 NU Rampung 17 Agustus 2026, Sebut Progres SK 95 Persen
6
Kompensasi kepada Pemilih dengan Dalih Transportasi atau Ongkos Kerja untuk Memengaruhi Pilihan adalah Haram dan Suap
Terkini
Lihat Semua