Alhafiz Kurniawan
Penulis
Ghibah dan buruk sangka bisa diucapkan secara lisan, tetapi bisa juga disimpan di dalam hati. Kita bisa saja menggunjing orang lain di dalam hati. Kita bercakap-cakap dengan diri kita perihal kekurangan orang lain.
Ghibah dan buruk sangka ini jelas dilarang seperti tertera dalam keterangan Imam An-Nawawi berikut ini:
ย
Artinya, โKetahuilah, buruk sangka haram sebagaimana perkataan. Sebagaimana keharaman perkataanmu kepada orang lain terkait kekurangan seseorang, maka kau juga haram mengatakan kekurangan orang lain kepada dirimu sendiri dan buruk sangka terhadapnya. Allah berfirman, โJauhilah banyak sangka.โ (Al-Hujurat ayat 12). Kami diriwayatkan dalam Shahih Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda, โJauhilah sangka karena sangkaan adalah perkataan paling dusta.โ Hadits yang maknanya serupa dengan ini cukup banyak. Yang dimaksud dengan sangkaan adalah pembenaran dan keputusan oleh hati atas keburukan orang lain,โ (Lihat Imam An-Nawawi, Al-Adzkar, [Damaskus: Darul Mallah, 1971 M/1391 H], halaman 295).
Sementara angan-angan yang terlintas di benak kita terkait kekurangan orang lain tidak bisa ditolak. Ketidakberdayaan kita mengontrol angan-angan itu menjadi sebab atas ampunan Allah SWT.
Angan-angan buruk yang terlintas di benak kita harus segera dilenyapkan dengan cara mendustakannya. Hanya dengan cara demikian, Allah mengampuni bersitan buruk perihal orang lain sebagai keterangan berikut ini:
ย
Artinya, โAdapun angan-angan yang lewat di benak seseorang dan bisikan di dalam hati bila tidak tetap atau tidak ditetapkan oleh yang bersangkutan maka itu dimaaf berdasarkan kesepakatan ulama. Pasalnya, lalu lalang angan-angan (khawatir) itu bukan pilihan kita. Tiada jalan untuk melepaskan diri. Ini yang dimaksud dalam sabda Rasulullah SAW, โSungguh, Allah memaafkan umatku atas ucapan yang terbersit di dalam dirinya selagi tidak diutarakan atau diamalkan,โโ (Lihat Imam An-Nawawi, Al-Adzkar, [Damaskus: Darul Mallah, 1971 M/1391 H], halaman 296).
Ulama menjelaskan bahwa angan-angan di dalam batin tidak selalu ghibah atau gunjingan atas kekurangan orang lain. angan-angan itu dapat berupa kemaksiatan apa saja yang terlintas dan terbersit di benak kita. Semua โpikiranโ negatif itu mesti segera dilenyapkan dan diganti dengan pikiran positif. Wallahu aโlam. (Alhafiz K)
ย
ย
Terpopuler
1
Khutbah Idul Fitri 2026: Refleksi Makna Kembali ke Fitrah secara Utuh
2
Ketiduran dan Tidak Sempat Ikut Shalat Idul Fitri, Terus Bagaimana?
3
Basa-Basi Lebaran yang Menjengkelkan: Kapan Nikah? Kapan Punya Anak?
4
Momen Warga Aceh saat Hendak Tabarrukan Idul Fitri dengan Mustasyar PBNU Abu MUDI
5
NU Care-LAZISNU Kembali Salurkan Bantuan untuk Penyintas Banjir Pidie Jaya Aceh
6
Kerugian Terbesar Seorang Muslim: Punya Waktu Luang tapi Tak Mendekat kepada Allah
Terkini
Lihat Semua